Penyelundupan Narkoba Lewat Sandal Dikendalikan dari Dalam Lapas

Kompas.com - 19/12/2014, 19:31 WIB
Bambang saat berada di Polres sleman KOMPAS.com/ wijaya kusumaBambang saat berada di Polres sleman
|
EditorCaroline Damanik

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Bambang (22), warga Joho, Condongcatur, Depok, Sleman, kurir narkoba dengan cara tukar sandal di pengadilan mengaku mendapat perintah dari seseorang yang berada dalam Lapas Narkoba Pakem. Satu kali berhasil menukarkan sandal berisi narkoba dengan terdakwa, dirinya mendapat upah Rp 150.000.

"Saya sudah dua kali melakukan, menukar sandal," ujar Bambang saat ditemui di Polres Sleman, Jumat (19/12/2014).

Bambang menuturkan, selama ini dirinya diperintah oleh seseorang yang berada di dalam lapas via telepon untuk mengirimkan narkoba. Bahkan, cara memasukkan narkoba di dalam sandal dan menukarkan dengan terdakwa saat menjalani sidang juga merupakan perintah dari orang tersebut.

"Ditelepon suruh memasukkan ke dalam sandal, lalu ditukar. Sekali berhasil menukar, saya diberi upah Rp 150.000," ucapnya.

Bambang mengaku tidak mengenal orang yang meneleponnya tersebut. Dia hanya mengetahui orang tersebut dari temannya.

Menurut dia, agar tidak salah orang, ada kode-kode khusus. Salah satunya dengan memangil nama. Jika ketika dipanggil ada respon, berarti benar itu orang yang diajak tukar sandal.

"Saya terpaksa karena honor sebagai buruh tidak cukup. Ya untuk hidup," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada 16 Desember 2014 lalu pukul 11.30 Wib di Pengadilan Negeri Sleman, digelar sidang narkoba dengan terdakwa Novianto. Usai sidang, seseorang bernama Bambang lantas meminta izin untuk bertemu dengan terdakwa. Setelah bertemu keduanya lalu menukarkan sandal.

Petugas yang merasa curiga dengan aksi keduanya menukarkan sandal lalu menghampiri dan mengecek. Setelah di cek ternyata ada bekas sayatan di setiap sisi sandal. Saat kedua sisi sandal dibuka, di dalamnya terdapat paket ganja dan sabu-sabu.

Dari sepasang sandal yang dikenakan Bambang, petugas menemukan 700 gram ganja dan tiga paket sabu dalam plastik kecil 0,5 gram.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Korsleting Listrik, Dua Ruangan SMA 1 Pangkah Tegal Dilalap Api

Diduga Korsleting Listrik, Dua Ruangan SMA 1 Pangkah Tegal Dilalap Api

Regional
Wapres Ma'ruf Amin Ingin Indonesia Jadi Produsen Ekonomi Halal Terbesar di Dunia

Wapres Ma'ruf Amin Ingin Indonesia Jadi Produsen Ekonomi Halal Terbesar di Dunia

Regional
Driver Ojol Asal Sragen yang Kena Peluru Nyasar Polisi Dioperasi, Kondisinya Membaik

Driver Ojol Asal Sragen yang Kena Peluru Nyasar Polisi Dioperasi, Kondisinya Membaik

Regional
Polisi Cari Pemasok Kartu Ponsel untuk 'Gojek Tuyul' di Malang

Polisi Cari Pemasok Kartu Ponsel untuk "Gojek Tuyul" di Malang

Regional
Tak Ada Gempa Susulan Usai Gempa 6,0 Guncang Maluku, Apa Penyebabnya?

Tak Ada Gempa Susulan Usai Gempa 6,0 Guncang Maluku, Apa Penyebabnya?

Regional
Dedi Mulyadi Usulkan Omnibus Law untuk Atasi Banjir DKI, Jabar dan Banten

Dedi Mulyadi Usulkan Omnibus Law untuk Atasi Banjir DKI, Jabar dan Banten

Regional
Warga 84 Desa di Sumenep Kurang Tertarik Jadi Penyelenggara Pilkada

Warga 84 Desa di Sumenep Kurang Tertarik Jadi Penyelenggara Pilkada

Regional
Gojek Tuyul Pemilik 41 Akun Diduga Memiliki Jaringan

Gojek Tuyul Pemilik 41 Akun Diduga Memiliki Jaringan

Regional
3 Tersangka Susur Sungai Sempor Digunduli, Dinas Pendidikan Sleman: Mereka Tidak Ditekan

3 Tersangka Susur Sungai Sempor Digunduli, Dinas Pendidikan Sleman: Mereka Tidak Ditekan

Regional
Kalau Sudah Definitif, Isdianto Wajib Dicalonkan sebagai Gubernur

Kalau Sudah Definitif, Isdianto Wajib Dicalonkan sebagai Gubernur

Regional
Alasan Budi Bunuh Anaknya dan Buang Jasad Korban ke Gorong-gorong Sekolah

Alasan Budi Bunuh Anaknya dan Buang Jasad Korban ke Gorong-gorong Sekolah

Regional
Tak Sadar Diberi Uang Palsu, Kakek Penjual Rujak Ini Sempat Bolak Balik Antar Pesanan Pelaku

Tak Sadar Diberi Uang Palsu, Kakek Penjual Rujak Ini Sempat Bolak Balik Antar Pesanan Pelaku

Regional
Seorang Pemuda di Lamongan Ditemukan Tewas di Sungai

Seorang Pemuda di Lamongan Ditemukan Tewas di Sungai

Regional
Iming-iming Nilai Bagus, Oknum Guru SMA Cabuli Siswinya Sendiri

Iming-iming Nilai Bagus, Oknum Guru SMA Cabuli Siswinya Sendiri

Regional
Sekolah Tak Punya Akses Kendaraan, Siswa SMKN 1 Tuntang Jalan Kaki Lewati Kebun Warga

Sekolah Tak Punya Akses Kendaraan, Siswa SMKN 1 Tuntang Jalan Kaki Lewati Kebun Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X