Pihak Keluarga Ungkap Alasan Fuad Sandera Siswi SD di Gresik

Kompas.com - 18/12/2014, 21:25 WIB
Suasana rumah duka almarhum Fuad,di Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). KOMPAS.com/ Karnia SeptiaSuasana rumah duka almarhum Fuad,di Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).
|
EditorFarid Assifa
MATARAM, KOMPAS.com — Keluarga almarhum Fuad di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyesalkan tindakan aparat yang menembak mati kerabatnya seusai menyandera seorang siswi SD di Gresik, Jawa Timur. Kamis (18/12/2014) siang, keluarga dan warga di sekitar tempat tinggal Fuad tampak berkumpul untuk melayat ke rumah duka di Ampenan, Kota Mataram.

Namun, mereka tidak mendapati jenazah Fuad di rumah duka karena keluarga meminta jenazah almarhum dikebumikan di Gresik karena alasan tidak memiliki biaya transportasi.

Menurut Sahlan, kakak tertua Fuad, sebelum tewas ditembak oleh aparat, adiknya sempat menghubungi Sahlan dan mengaku ingin meminta perlindungan kepada aparat berwajib karena merasa keamanannya terancam.

"Dia merasa terancam, tidak nyaman sampai minta perlindungan kepada aparat. Anak itu cuma minta perlindungan, tapi tidak digubris," kata Sahlan saat ditemui di rumah duka, Kamis (18/12/2014).

Sahlan menceritakan bahwa permintaan adiknya untuk mendapat perlindungan dan diantarkan pulang ke Lombok tidak digubris oleh petugas yang saat itu berjaga di Kodim 0817 Gresik.

Kepada kakak tertuanya, almarhum bahkan mengaku diusir oleh petugas. Hingga pada akhirnya Fuad keluar dari kantor Kodim dan menyandera Syahriani Putri Agustin, siswi kelas IV SD yang bersekolah tidak jauh dari Kodim. Menurut keluarga, Fuad mengaku terpaksa melakukan penyanderaan agar permintaannya mendapat perlindungan dan diantarkan pulang ke Lombok, diperhatikan oleh petugas.

"Anak sebagai sandera itu cuma dijadikan alasan saja supaya dia itu didengar. Supaya aparat mau melindungi dia. Dia enggak minta macem-macem kok, ndak minta tebusan, ndak minta uang, cuma mau dianter pulang," kata Sahlan yang sempat mengaku dihubungi Fuad saat penyanderaan berlangsung.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sahlan sempat marah dan kecewa dengan aksi penyanderaan yang dilakukan adiknya. Namun, Fuad mengatakan kepada Sahlan bahwa cara ini merupakan satu-satunya agar permintaannya didengar oleh aparat. Dengan perjanjian akan melepaskan korban setelah Fuad diantar ke Tanjung Perak dan pulang ke kampung halamannya. Namun, belum sampai di tempat tujuan, Fuad telah tewas ditembak petugas karena berusaha melawan. Pihak keluarga menyesalkan mengapa aparat sampai menembak adik bungsunya hingga tewas. [Baca: Sandera Siswi SD di Depan Kantor Kodim, Fuad Ditembak Mati]

"Sandera sudah aman, pisau sudah lepas, kenapa mesti ditembak," sesal Sahlan.

Sahlan mengaku menerima atas apa yang menimpa adiknya. Namun, pihak keluarga lain masih berunding apakah akan melaporkan peristiwa ini ke Komnas HAM atau tidak.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X