Kompas.com - 17/12/2014, 09:11 WIB
Ratih 13 th, hidup sebatang kara di negeri orang tak membuat niat terus bersekolah luntur. Berharap pemerintah bisa membantu cita citanya sebagai pilot terwuju. KOMPAS.com/SUKOCORatih 13 th, hidup sebatang kara di negeri orang tak membuat niat terus bersekolah luntur. Berharap pemerintah bisa membantu cita citanya sebagai pilot terwuju.
|
EditorCaroline Damanik

NUNUKAN, KOMPAS.com
- Sekilas, Ratih, murid kelas 3 kejar Paket B (setingkat SMP) di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Oma Attawuwur milik Yayasan Peduli Pendidikan Anak Indonesia Al Firdaus di Sabah, Malaysia, ini tidak berbeda dengan murid lainnya. Selain ceria, dia tetap semangat bersekolah.

“Di Malaysia, sekolahnya kan kejar paket B. Penginnya kita ada yang formal seperti sekolah sekolah di Indonesia. Cita-cita saya ingin jadi pilot,” ujar Ratih di sela keramaian karena kedatangan Presiden Joko Widodo di Nunukan, Kalimantan Utara, Selasa (17/12/2014).

Ratih dan sejumlah siswa lainnya sengaja menyeberang ke Nunukan untuk melihat Jokowi. Salah satu guru Yayasan Peduli Pendidikan Anak Indonesia Al Firdaus, Murni, mengatakan, para siswa asal Indonesia itu berharap bisa bertemu dan berbicara langsung dengan orang nomor satu di Indonesia itu.

Sayang, rombongan Jokowi hanya melewati rombongan anak-anak TKI dari Sabah tersebut. Padahal spanduk panjang telah mereka tenteng di depan pintu masuk PLBL Liem Hie Jung.

“Kalau ketemu presiden saya harap pemerintah bisa membantu anak-anak TKI bernasib yang seperti Ratih. Tapi nanti ada pertemuan dengan Menteri Pendidikan Anies Baswedan. Kita akan sampaikan itu,” ungkap Murni.

KOMPAS.com/SUHARTONO Presiden Joko Widodo meninjau wilayah perbatasan dengan memanjat pos menara tertinggi di Pulau Sebatik, Selasa (16/12/2014).

Anak TKI

Ratih adalah seorang anak TKI di Malaysia. Ibunya baru meninggal beberapa bulan lalu, sedangkan keberadan bapaknya tidak diketahui. Bapaknya diketahui meninggalkan ibunya saat Ratih masih kecil.

“Keberadaan bapaknya kita tidak tahu. Kita hanya tahu Ratih ini ditinggal bapaknya sejak kecil. Sementara ibunya baru beberapa bulan lalu meninggal. Jadi Ratih hidupnya dalam pengawasan yayasan. Sementara ini menumpang hidup di rumah kawan ibunya,” tutur Murni.

Oleh karena itu, dia hidup sendirian di negeri orang. Namun dia tetap mengenyam pendidikan di PKBM Oma Attawuwur milik Yayasan Peduli Pendidikan Anak Indonesia Al Firdaus di Sabah, Malaysia. Di tempat ini, setiap anak TKI yang belajar harus menyesuaikan diri dengan fasilitas belajar yang minim, serta ketersediaan buku dan guru yang terbatas.

Bagi Ratih, kesulitan tersebut belum seberapa karena Ratih harus berjuang lebih keras dibandingkan anak-anak seusianya yang lain. Hidup sebatang kara membuat tekadnya menyelesaikan pendidikan di Sabah ini semakin bulat agar cita-citanya bisa tercapai.

”Saya murid kelas 3 di SMP Oma Attawuwur. Sekolah masuknya jam tujuh setengah, Saya baru saja ulangan semester ganjil. Sekolah masuk seperti biasa, tapi sabtu minggu disana libur. Saya lahir tanggal 25 Maret 2001. Saya kurang tahu apa pekerjaan bapak saya. Kalau ibu saya Nency sudah meninggal,” ungkap Ratih.
 
Sengaja datang demi Jokowi

Sebenarnya, Ratih berharap sekali bisa bertemu Jokowi. Ratih mengaku mengetahui sosok Jokowi saat dia menjabat sebagai Gubernur DKI.

“Saya tahu saat dia menjadi gubernur. Orangnya kurus, tapi perhatian sama rakyat. Tahu-tahu dari TV kalau sekarang menjadi presiden. Yah semoga bisa bertemu nanti. Saya mau sampaikan kalau bisa sekolah anak TKI di Sabah bisa menjadi sekolah formal, sama dengan sekolah di Indonesia,” ungkap Ratih.

Namun, meski tak bisa bertemu dengan Jokowi, Ratih tetap optimistis bisa menjadi pilot. Tekadnya sudah bulat untuk meneruskan sekolah ke Indonesia saat kakinya menginjak bumi pusakanya untuk pertama kali.

“Baru pertama kali ini menginjak Indonesia. Saudara di Indonesia saya kurang tahu. Tapi saya bertekad untuk tetap sekolah,” tutur Ratih.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.