Tokoh Pemekaran Meninggal, Massa Bakar Kantor Bupati dan DPRD

Kompas.com - 17/12/2014, 04:41 WIB
Ilustrasi kebakaran Muhamad Syahri Romdhon/kompas TVIlustrasi kebakaran
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAYAPURA, KOMPAS.com – Ratusan warga Kampung Awasih dan Kampung Kumurkek, Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, Senin (15/12/2014), membakar Kantor Bupati dan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Maybrat. Pemicu aksi massa ini adalah meninggalnya salah satu tokoh pemekaran Maybrat.

“Personel Polsek dan Koramil Aifat, sempat berusaha menghalau massa, tetapi jumlah warga terus bertambah sehingga aparat terpaksa mundur,” ungkap Pudjo di Mapolda Papua, Selasa (16/12/2014).

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat, Kepolisian Daerah Papua, Kombes Pol Sulistyo Pudjo mengatakan kejadian itu berlangsung pada sekitar pukul 21.00 WIT. Warga yang membakar kantor tersebut diketahui membawa pula senjata tradisional.

Massa, kata Pudjo, membekali diri dengan bensin dan minyak tanah. Akibat pembakaran ini, lanjut dia, kantor bupati ludes terbakar sementara kantor DPRD Maybrat masih tersisa separuh.

Menurut Pudjo, aksi warga dari Kampung Awasih dan Kampung Kumurkek dipicu ketidakpuasan terhadap Pemerintah Kabupaten Maybrat yang dianggap tidak peduli terhadap tokoh pemekaran Kabupaten Maybrat, Paskalis Baru.

“Paskalis Baru, tokoh pemekaran Kabupaten Maybrat sempat menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Jakarta. Setelah menjalani perawatan selama 6 bulan, Paskalis akhirnya meninggal dunia,” jelas Pudjo.

Sesudah aksi massa tersebut, polisi darn Polsek Aifat dan Polres Sorong Selatan menahan 4 orang yang diduga merupakan provokator aksi itu. “Oktovianus, Andarias, Fransiskus, dan Ronald saat ini sudah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan di Mapolres Sorong Selatan,” kata Pudjo.

Guna meredam aksi massa susulan, menurut Pudjo, Kapolres Sorong Selatan AKBP Alexander Louw sudah berada di Maybrat dan berkoordinasi dengan Muspida dan tokoh masyarakat. “Seharusnya jika ada ketidakpuasan, ada mekanisme yang bisa dilakukan dan tidak dengan melakukan aksi main hakim sendiri begini," sesal Pudjo.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Khawatir Terjangkit Corona, Puluhan Warga Manggarai Timur Memilih Tinggal di Kebun

Khawatir Terjangkit Corona, Puluhan Warga Manggarai Timur Memilih Tinggal di Kebun

Regional
UPDATE: 1 PDP Corona di Batam Meninggal, Pasien Punya Riwayat Pergi ke Malaysia

UPDATE: 1 PDP Corona di Batam Meninggal, Pasien Punya Riwayat Pergi ke Malaysia

Regional
40 Akses Masuk ke Trenggalek Ditutup, Bupati Sebut Bukan 'Lockdown'

40 Akses Masuk ke Trenggalek Ditutup, Bupati Sebut Bukan "Lockdown"

Regional
Polres Salatiga Patroli Siber Buru Penyebar Hoaks Corona

Polres Salatiga Patroli Siber Buru Penyebar Hoaks Corona

Regional
TKI Berpotensi Menumpuk di Kepri jika Daerah Lain 'Lockdown' Lokal, Gubernur: Pak Menteri Kami Mohon Solusi

TKI Berpotensi Menumpuk di Kepri jika Daerah Lain "Lockdown" Lokal, Gubernur: Pak Menteri Kami Mohon Solusi

Regional
Cegah Penyebaran Corona, 19 Pintu Masuk ke Surabaya Dipekerkat

Cegah Penyebaran Corona, 19 Pintu Masuk ke Surabaya Dipekerkat

Regional
Ini Kriteria Kendaraan yang Boleh Masuk ke Surabaya Saat Karantina Wilayah Diterapkan

Ini Kriteria Kendaraan yang Boleh Masuk ke Surabaya Saat Karantina Wilayah Diterapkan

Regional
Wali Kota: Hingga Hari Ini, Tidak Ada Warga Sukabumi Positif Covid-19

Wali Kota: Hingga Hari Ini, Tidak Ada Warga Sukabumi Positif Covid-19

Regional
Surabaya Segera Karantina Wilayah, 19 Pintu Masuk Dijaga, Pengendara Di-screening

Surabaya Segera Karantina Wilayah, 19 Pintu Masuk Dijaga, Pengendara Di-screening

Regional
Cerita Wabup soal Profesor Terjangkit Corona hingga Pemakaman Ditolak Warga

Cerita Wabup soal Profesor Terjangkit Corona hingga Pemakaman Ditolak Warga

Regional
Hari Pertama Penerapan Jam Malam, Banda Aceh Sepi

Hari Pertama Penerapan Jam Malam, Banda Aceh Sepi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Surabaya Siap Karantina Wilayah | Polisi Bubarkan Arisan Guru di Jember

[POPULER NUSANTARA] Surabaya Siap Karantina Wilayah | Polisi Bubarkan Arisan Guru di Jember

Regional
Kronologi Ditemukannya Mayat ABG yang Hendak Jadi Pagar Ayu di Acara Pernikahan

Kronologi Ditemukannya Mayat ABG yang Hendak Jadi Pagar Ayu di Acara Pernikahan

Regional
Pria Ini Cabuli Calon Anak Tirinya, Modus Ajak Nonton YouTube

Pria Ini Cabuli Calon Anak Tirinya, Modus Ajak Nonton YouTube

Regional
Pasien Positif Corona di Banyuwangi Membaik, Sudah Copot Alat Bantu Pernafasan

Pasien Positif Corona di Banyuwangi Membaik, Sudah Copot Alat Bantu Pernafasan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X