Ini Profil PT Krakatau Posco yang Meledak di Cilegon

Kompas.com - 15/12/2014, 19:40 WIB
PT Krakatau Posco. www.krakatauposco.co.idPT Krakatau Posco.
|
EditorHeru Margianto

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KS), joint venture dengan Pohang Iron & Steel Company (Posco), di Cilegon, Banten, pernah diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin (23/12/2013). Sebanyak 70 persen saham perusahaan ini dimiliki Posco dan sisanya Krakatau Steel.

"Kerja sama yang terjalin erat antara Krakatau Steel dan Posco ini saya nilai sebagai investasi jangka panjang menuju Indonesia sebagai negara industri yang tangguh. Peresmian pabrik ini merupakan wujud nyata kita semua dalam meningkatkan industri baja nasional yang selama ini dipasok Krakatau Steel dan lainnya," kata Presiden SBY ketika itu.

Hadir dalam acara itu Wakil Menteri Perdagangan, Perindustrian, dan Energi Korea Kim Jundong, serta CEO PT Posco Chung Joon Yang.

Yudhoyono mengatakan, pembangunan pabrik baja patungan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan baja Tanah Air, meningkatkan perekonomian Indonesia, serta memperluas lapangan pekerjaan. Menurut dia, pasokan baja nasional hingga saat ini masih kurang dibandingkan dengan majunya pembangunan industri baja di Indonesia.

Pabrik baja terpadu PT Krakatau Posco memproduksi bahan baku baja berupa pelat dan slab untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor industri, di antaranya industri galangan kapal, konstruksi, dan manufaktur domestik, sekaligus memasok kebutuhan KS yang saat ini sedang melaksanakan proyek peningkatan kapasitas pabrik Hot Strip Mill (HSM).

Pabrik baja PT Krakatau Posco tahap pertama direncanakan memiliki kapasitas produksi sebesar 3 juta ton per tahun, serta akan ditingkatkan lagi menjadi 6 juta ton per tahun. Jumlah kapasitas tersebut mencapai dua kali dari total kapasitas produksi Krakatau Steel saat ini. Hingga bulan Maret 2014, produksi PT Krakatau Posco mencapai 100.000 ton baja

Baca juga:
- Ledakan Terjadi di Pabrik PT Krakatau Posco Cilegon
- Ledakan di Krakatau Posco Terjadi saat Mesin Tuangkan Besi Cair



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

19 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning Covid-19, Ini Pesan Khofifah untuk Warganya...

19 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning Covid-19, Ini Pesan Khofifah untuk Warganya...

Regional
Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Regional
Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Regional
Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Regional
Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Regional
Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Regional
Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Regional
2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus 'Lockdown'

2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus "Lockdown"

Regional
Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Regional
Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Regional
'Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi'

"Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

Regional
Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Regional
Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Regional
Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X