Ledakan di Krakatau Posco Terjadi Saat Mesin Tuangkan Besi Cair - Kompas.com

Ledakan di Krakatau Posco Terjadi Saat Mesin Tuangkan Besi Cair

Kompas.com - 15/12/2014, 19:40 WIB
www.krakatauposco.co.id PT Krakatau Posco.
CILEGON, KOMPAS.com — Corporate Secretary PT Krakatau Posco (KP) Christiawaty Ferania Kaseger mengatakan benar bahwa terjadi ledakan di perusahaannya pada pukul 13.10 WIB.

Menurut Christinawaty melalui pesan yang disampaikan ke kontributor Kompas TV, Suherdi, ledakan itu terjadi di area Steel Making Plant (SMP), area pabrik pembuat baja yang melakukan proses pengolahan dari besi cair menjadi baja cair.

Dia menjelaskan, peristiwa itu berawal saat mesin pabrik tengah beroperasi menuangkan besi cair di area SMP.

"Kejadian berawal pada saat penuangan besi cair dari ladle ke converter, tempat menaruh besi cair yang akan dituangkan ke converter. Biasanya enggak apa-apa," ungkapnya.‎

Diberitakan sebelumnya, sebuah ledakan terjadi di pabrik PT Krakatau Posco di Cilegon, Banten, Senin (15/12/2014). Informasi ledakan beredar di media sosial Twitter.

Kabar beredar di Twitter, sejumlah orang terluka. Kompas.com sedang berusaha melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait.

Dikutip dari situs resmi perusahaan tersebut, PT Krakatau Posco adalah pabrik peleburan besi baja patungan (joint venture company) antara PT Krakatau Steel Tbk dan POSCO Korea.

Sebelumnya, pada Januari tahun ini, tepat dua hari seusai diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pabrik ini terbakar. Akibatnya, operasional pabrik harus terhenti selama tiga minggu.

Pada Februari tahun ini juga, diberitakan bahwa terjadi ledakan di pabrik tersebut.


EditorFarid Assifa
Komentar

Terkini Lainnya

Korban Racun Saraf Novichok di Inggris Keluar dari Rumah Sakit

Korban Racun Saraf Novichok di Inggris Keluar dari Rumah Sakit

Internasional
Kebijakan Libur Sekolah Saat Asian Games Tunggu Hasil Evaluasi Simulasi Lalu Lintas

Kebijakan Libur Sekolah Saat Asian Games Tunggu Hasil Evaluasi Simulasi Lalu Lintas

Megapolitan
Alat untuk Kurangi Bau Kali Item Akan Dievaluasi Sebelum Dipakai ke Lokasi Lain

Alat untuk Kurangi Bau Kali Item Akan Dievaluasi Sebelum Dipakai ke Lokasi Lain

Megapolitan
KPK Segel Sel di Lapas Sukamiskin karena Tak Ada Penghuninya

KPK Segel Sel di Lapas Sukamiskin karena Tak Ada Penghuninya

Nasional
Roy Suryo: Banyak Anggota DPR Artis Tak Bisa Lepaskan Keartisannya

Roy Suryo: Banyak Anggota DPR Artis Tak Bisa Lepaskan Keartisannya

Nasional
Korban Penipuan Modus Raja Minyak Lapor Polisi, Bawa Bukti 3 CCTV

Korban Penipuan Modus Raja Minyak Lapor Polisi, Bawa Bukti 3 CCTV

Megapolitan
Perludem Ungkap Sejumlah Alasan Perpindahan Kader Partai Jelang Pemilu

Perludem Ungkap Sejumlah Alasan Perpindahan Kader Partai Jelang Pemilu

Nasional
Kalapas Sukamiskin Diamankan KPK, Kakanwil Jabar Bakal Tunjuk Plh

Kalapas Sukamiskin Diamankan KPK, Kakanwil Jabar Bakal Tunjuk Plh

Regional
Penyintas Suku Amazon Ini Hidup Sendirian di Hutan Selama 22 Tahun

Penyintas Suku Amazon Ini Hidup Sendirian di Hutan Selama 22 Tahun

Internasional
Sudirman Said Prihatin Mendengar Kalapas Sukamiskin Terjerat OTT KPK

Sudirman Said Prihatin Mendengar Kalapas Sukamiskin Terjerat OTT KPK

Nasional
Jatuh ke Kolam Penuh Limbah, Seorang Karyawan di Sunter Tewas

Jatuh ke Kolam Penuh Limbah, Seorang Karyawan di Sunter Tewas

Megapolitan
Sudirman Said Yakin Jusuf Kalla Tak Ambisius untuk Bisa Jadi Cawapres

Sudirman Said Yakin Jusuf Kalla Tak Ambisius untuk Bisa Jadi Cawapres

Nasional
OTT di Lapas Sukamiskin, KPK Amankan Penyelenggara Negara dan PNS

OTT di Lapas Sukamiskin, KPK Amankan Penyelenggara Negara dan PNS

Nasional
Video Antrean Pendaki di Puncak Gunung Prau Viral, Ini Kata Pengelola

Video Antrean Pendaki di Puncak Gunung Prau Viral, Ini Kata Pengelola

Regional
Pengajuan JK Jadi Pihak Terkait Uji Materi Syarat Cawapres Dipertanyakan

Pengajuan JK Jadi Pihak Terkait Uji Materi Syarat Cawapres Dipertanyakan

Nasional

Close Ads X