Kompas.com - 12/12/2014, 19:11 WIB
Mobil uap yang diciptaan oleh dosen di Malang, Jawa Timur, dan dioperasikan di museum angkut, Kota Batu.Jumat (12/12/2014). KOMPAS.com/Yatimul AinunMobil uap yang diciptaan oleh dosen di Malang, Jawa Timur, dan dioperasikan di museum angkut, Kota Batu.Jumat (12/12/2014).
|
EditorCaroline Damanik

"Lalu, keluarlah uap, ditampung di boiler, maka tekanan uap itu masuk ke pengatur tekanan lalu masuk ke selinder menjadi naik turun," katanya.

"Hal tersebut yang diubah menjadi gerak radil untuk menjadi putaran roda. Lalu menggerakkan roda yang dari kayu itu," tambah pria alumnus pasca-sarjana ITS Surabaya itu.

Adapun alat dan bahan-bahan mobil uap itu, diantaranya, logam, setir dan tempat duduk terbuat dari kayu jati.

"Saya bersyukur, apa yang saya desain, tidak meleset jauh. Tidak ada kegagalan. Padahal saya ingin ada kegagalan, karena dari kegagalan itu saya bisa banyak belajar," ungkapnya.

Mobil uap tersebut memiliki kecepatan maksimum 6 kilo per jam. Per jamnya, mobil tersebut membutuhkan kayu bakar sebanyak 7 kilogram untuk operasi.

"Jika kayu bakarnya sebanyak 7 kilogram, mampu beroperasi sampai satu jam lebih. Ukuran tekanannya 100-150 PSI atau 10 hingga 15 BAR," katanya.

Sementara itu, menurut Harley, mobil ciptaan Nicolas hanya memiliki kecepatan maksimum 5 kilo meter per jam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Perbedaannya hanya kecepatannya dan desainnya. Yang jelas, Jika bara kayunya lebih banyak juga akan semakin tinggi kecepatannya," tuturnya.

Sementara itu, Titik S Ariyanto, Manajer Operasional Museum Angkut, menyambut baik rencana pengoperasian mobil uap tersebut di Museum Angkut. Apalagi, ini mendekati libur Natal dan tahun baru.

"Dengan adanya mobil bertenaga uap pertama di Indonesia itu, diharapkan para pengunjung lebih mendapatkan edukasi. Tidak hanya datang untuk berlibur. Tapi setelah mengunjungi museum angkut membawa banyak ilmu," katanya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Regional
UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.