Bupati Semarang: Saya dengan Ketua DPRD Ibarat Banteng dalam Satu Kandang

Kompas.com - 12/12/2014, 17:13 WIB
Bupati Semarang, Mundjirin menyerahkan bantuan traktor kepada perwakilan petani tebu di Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Selasa (4/11/2014) siang.
kompas.com/Syahrul MunirBupati Semarang, Mundjirin menyerahkan bantuan traktor kepada perwakilan petani tebu di Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Selasa (4/11/2014) siang.
|
EditorFarid Assifa
UNGARAN, KOMPAS.com - Ketidakharmonisan hubungan antara Bupati Semarang Mundjirin dengan Ketua DPRD setempat, Bambang Kusriyanto sempat menjadi sorotan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS). FPKS menuding kurangnya sinergi antara Bupati dengan pimpinan DPRD berakibat pada keterlambatan penyerahan RAPBD 2015.

Menanggapi kritikan itu, Bupati Semarang Mundjirin mengelak terjadi disharmoni antara dirinya dengan pimpinan dewan. Ia menganalogikan hubungannya dengan pimpinan dewan ibarat dua ekor banteng di dalam satu kandang.

"Saya dengan ketua DPRD (itu) ibarat hewan banteng (dalam) satu kandang. Kadang sruduk-srudukan, tapi kalau waktunya makan, ya bareng," kata Mundjirin dalam pidato penyampaian jawaban atas pandangan umum fraksi terhadap RAPBD 2015, Jumat (12/12/2015).

Dia menampik bahwa akibat anggapan buruknya komunikasi politik antara dirinya dengan pimpinan DPRD, berakibat molornya penyusunan RAPBD. Sedianya, RAPBD disampaikan pada minggu pertama bulan Oktober, namun kenyataannya baru dapat disampaikan pada tanggal 8 Desember lalu.

"Kami menerima evaluasi ini dengan sepenuh hati. Akan kami lakukan di masa mendatang. Tapi perlu kami sampaikan bahwa dalam menyusun RAPBD, kami harus melakukan serangkaian proses-proses yang tidak bisa dipisahkan. Mulai penyampaian rancangan KUA dan PPAS sampai menjadi RKA SKPD," ungkap Bupati.

Pihaknya sudah berupaya adanya percepatan proses tersebut. Namun, kinerja eksekutif tetap harus mengikuti regulasi yang menjadi pedoman. Bahkan, ketika satu rangkaian proses harus mengalami keterlambatan, pihaknya berupaya mengejar agar proses penyusunan RAPBD 2015 secepatnya disusun.

"Kami sepakat, tidak ada kata terlambat bagi perjuangan untuk kebaikan bersama," ujar Bupati.

"Walaupun itu keong jalannya lamban, bisa cepat kalau naik motor," imbuh Bupati.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bambang Kusriyanto hadir dalam rapat paripurna mendengar jawaban Bupati, lantaran izin sakit. Rapat paripurna dengan agenda mendengarkan penyampaian jawaban Bupati atas pandangan umum fraksi tersebut dipimpin Wakil Ketua DPRD Kabupaten Semarang Mas'ud Ridwan.

Saat dimintai tanggapannya, Gus Ud, sapaan akrab Mas'ud Ridwan, juga mengamini jawaban bupati tersebut. Secara diplomatis, dia mengutarakan bahwa tidak ada disharmoni antara bupati dengan pimpinan dewan.

"Ya, memang nggak ada. Yang penting Bupati bisa mengakomodir pandangan umum fraksi-fraksi dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," jawab Gus Ud.

Sebelumnya dikabarkan, selain masalah kesehatan, hal lain yang menjadi sorotan FPKS adalah kurangnya sinergi yang dijalin Bupati Mundjirin dengan pimpinan DPRD. Hal itu berakibat pada keterlambatan penyerahan RAPBD 2015 dari minggu awal bulan Oktober, molor hingga 8 Desember lalu.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sebanyak 2.586 Calon Jemaah Haji Asal Kaltim Batal Berangkat, Diminta Tak Kecewa

Sebanyak 2.586 Calon Jemaah Haji Asal Kaltim Batal Berangkat, Diminta Tak Kecewa

Regional
Menkes dan Kepala BNPB Puji Cara Risma Tangani Covid-19 di Surabaya

Menkes dan Kepala BNPB Puji Cara Risma Tangani Covid-19 di Surabaya

Regional
Suami yang Aniaya Istri dan Direkam oleh Anaknya Kini Melarikan Diri

Suami yang Aniaya Istri dan Direkam oleh Anaknya Kini Melarikan Diri

Regional
Anak Minta Ponsel untuk Belajar, Seorang Ayah Nekat Menjambret

Anak Minta Ponsel untuk Belajar, Seorang Ayah Nekat Menjambret

Regional
Minta Jatah kepada Penerima BLT, Kepala Dusun dan Anggota BPD Diamankan Polisi

Minta Jatah kepada Penerima BLT, Kepala Dusun dan Anggota BPD Diamankan Polisi

Regional
Sebanyak 18 Tenaga Medis RS TK II Pelamonia Makassar Positif Covid-19, Semuanya OTG

Sebanyak 18 Tenaga Medis RS TK II Pelamonia Makassar Positif Covid-19, Semuanya OTG

Regional
Surabaya Jadi Zona Hitam, Apa yang Terjadi?

Surabaya Jadi Zona Hitam, Apa yang Terjadi?

Regional
Sepekan Nihil Covid-19, Wonogiri Dapat Tambahan 2 Pasien Positif Corona

Sepekan Nihil Covid-19, Wonogiri Dapat Tambahan 2 Pasien Positif Corona

Regional
Pemprov Jabar Siapkan Mobile Lab untuk Uji Sampel Swab dan Rapid Test

Pemprov Jabar Siapkan Mobile Lab untuk Uji Sampel Swab dan Rapid Test

Regional
Kerap Berinteraksi dengan Warga, 3 Pejabat Pemkot Semarang Positif Covid-19

Kerap Berinteraksi dengan Warga, 3 Pejabat Pemkot Semarang Positif Covid-19

Regional
Taman Nasional Way Kambas Belum Berencana Buka Akses Wisata

Taman Nasional Way Kambas Belum Berencana Buka Akses Wisata

Regional
Dian Kristiandi Dilantik Jadi Bupati Jepara, Gantikan Ahmad Marzuqi yang Terjerat Kasus Suap

Dian Kristiandi Dilantik Jadi Bupati Jepara, Gantikan Ahmad Marzuqi yang Terjerat Kasus Suap

Regional
Seorang Warga Tewas Ditembak KKB, Kapolda Papua: Pelaku Mengaku Tentara Hutan

Seorang Warga Tewas Ditembak KKB, Kapolda Papua: Pelaku Mengaku Tentara Hutan

Regional
Ini Pengakuan Anak yang Rekam Ayah Aniaya Ibunya: Saya Tak Tahan Lagi...

Ini Pengakuan Anak yang Rekam Ayah Aniaya Ibunya: Saya Tak Tahan Lagi...

Regional
Kesedihan Ridwan Kamil Batal Ikut Ibadah Haji Tahun Ini

Kesedihan Ridwan Kamil Batal Ikut Ibadah Haji Tahun Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X