Kompas.com - 12/12/2014, 16:55 WIB
Forum materi bahaya Napza di Rumah Sehat Orbit Surabaya. KOMPAS.com/Achmad FaizalForum materi bahaya Napza di Rumah Sehat Orbit Surabaya.
|
EditorCaroline Damanik

SURABAYA, KOMPAS.com
 — Karena ada sejumlah tragedi terkait minuman keras oplosan yang terjadi belakangan ini, materi tentang miras oplosan menjadi materi pembahasan di forum pembinaan dan rehabilitasi korban narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (napza) lainnya di Surabaya.

Bahaya tentang miras oplosan dinilai perlu disampaikan kepada peserta karena di tengah pergaulan, mereka diyakini sangat dekat dengan miras oplosan.

"Pengoplos minuman keras kebanyakan tidak tahu kadar minuman yang dioplos, dan mereka juga tidak tahu bahayanya bagi tubuh," kata Koordinator Konselor Rumah Sehat Orbit Surabaya (RSOS), Lukman Hakim, Jumat (12/12/2014).

Akibatnya, lanjut Lukman, banyak konsumen yang tewas setelah minum miras oplosan.

"Karena itu, edukasi menjadi sangat penting bagi masyarakat tentang bahaya miras oplosan, lebih dari regulasi pemerintah dalam membatasi atau melarang peredaran miras," terang mantan pencandu napza ini. 

Di tempatnya di kawasan Bratang Binangun, Surabaya, menurut Lukman, terdapat sekitar 60 pasien rawat inap. Mereka diambil dari komunitas peminum di tengah-tengah masyarakat yang ingin sembuh dan berhenti mengonsumsi narkotika dan psikotropika. Sebagian dari pasien itu juga ada yang rawat jalan.

"Memang tidak ada jaminan mereka bisa sembuh setelah keluar dari sini, tetapi paling tidak mereka bisa paham dan dapat menyosialisasikan tentang bahaya napza kepada lingkungannya kelak," ujarnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di RSOS Surabaya, para korban tidak hanya dibekali materi soal bahaya napza. Mereka juga mendapatkan pemahaman dari segi hukum, peta penyebaran napza di dunia, serta materi konseling untuk tiap-tiap individu. 

Lukman mengklaim, kegiatan lembaganya itu dibiayai secara swadaya, termasuk biaya transportasi para pasien pencandu sebesar Rp 30.000 setiap harinya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi 'Drive Thru'

Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi "Drive Thru"

Regional
Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Regional
Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Regional
Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Regional
Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X