Kompas.com - 12/12/2014, 15:50 WIB
Wakil Ketua DPD RI, GKR Hemas indra/kompas.comWakil Ketua DPD RI, GKR Hemas
|
EditorFarid Assifa
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Banyaknya korban minuman keras di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengundang keprihatinan Wakil Ketua DPD RI GKR Hemas. Permaisuri Raja Keraton Ngayogyakarta ini pun memandang perlunya sanksi yang jelas dan tegas bagi para penjual miras sehingga menimbulkan efek jera.

"Saat ini sedang dibahas dengan DPRD Jakarta terkait peredaran miras," jelas GKR Hemas, Jumat (12/12/2014).

Menurut Hemas, banyaknya korban miras karena mereka menenggak jenis oplosan. Selain itu, banyak juga miras yang kadar alkoholnya tidak terdeteksi sehingga membahayakan nyawa peminumnya.

Korban miras, lanjut Hemas, sebenarnya sudah lama terjadi, namun baru terekspos di media sejak beberapa bulan yang lalu. Pemberitaan lewat media setidaknya dapat memberikan pemahaman tentang efek berbahaya dari miras oplosan.

"Nantinya juga akan dibahas mengenai apa saja kriteria miras yang dilarang beredar. Miras itu membuat orang tidak bisa hidup dengan baik," ucapnya.

GKR Hemas mengungkapkan, perda yang saat ini dibahas nantinya akan berbeda di setiap daerah karena terkait dengan tradisi.

"Pembuatan perda untuk miras tentu tidak bisa disamakan di setiap daerah. Sebab ada tradisi yang tidak sama," pungkasnya.

Seperti diketahui, selama Bulan Desember 2014 ini, empat orang warga Kota Yogyakarta meregang nyawa akibat Miras oplosan. Mereka yakni Sajiwahono (58), warga Gedongkiwo Mantrijeron; Santoso (53), warga Kecamatan Gondomanan; Dolly (28), warga Prawirodirjan, Gondomanan dan; Eko (31), warga Prawirodirjan, Gondomanan.

Terakhir, satu orang warga Bantul, Sugeng Riyadi (31) meninggal dunia akibat miras. Sugeng sebelumnya sempat dirawat RS PKU Muhammadiyah, Bantul selama satu hari, namun nyawanya tak tertolong. Pada Kamis (11/12/2014) pukul 18.00 WIB, Sugeng meninggal.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.