Dewan Adat: 5 Warga Tewas dalam Bentrok di Paniai Enarotali - Kompas.com

Dewan Adat: 5 Warga Tewas dalam Bentrok di Paniai Enarotali

Kompas.com - 08/12/2014, 20:53 WIB
SHUTTERSTOCK Ilustrasi.
JAYAPUARA, KOMPAS.com – Dewan Adat Paniai, John Gobay mengatakan, kerusuhan yang terjadi di Kabupaten Paniai Enarotali, Papua, disebabkan oleh aksi penembakan lima warga sipil oleh aparat TNI-Polri di Lapangan Karel Gobai, Kampung Madi, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai Enarotali, Senin (8/12/2014). Menurut John, lima warga yang tewas itu sebelumnya berniat menuntut klarifikasi kasus penganiayaan yang menimpa warga Kampung Ipakije pada Minggu (7/12/2014).

John Gobay menjelaskan, insiden itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIT, ketika ratusan warga dari Kampung Ipakije berkumpul di Lapangan Karel Gobai, Madi. Ratusan massa tersebut, menurut John Gobay, hendak meminta pertanggungjawaban dua orang yang diduga aparat yang melakukan penganiayaan warga di Kampung Ipakije, Distrik Paniai Timur, Minggu malam.

Menurut John Gobay, suasana memanas ketika massa membakar mobil Fortuner yang dipakai dua orang pelaku penganiayaan dan selanjutnya kembali ke lapangan sambil melakukan waita (tarian perang). Melihat situasi tersebut, aparat TNI-Polri yang berkumpul di Mapolsek Paniai Timur berusaha membubarkan massa, tapi massa semakin banyak dan terus melakukan waita.

“Aparat kemudian melepaskan tembakan yang mengakibatkan 4 warga meninggal di tempat, dan puluhan orang lainnya luka-luka. Lima orang yang meninggal yakni Habakuk Degei, Neles Gobay, Bertus Gobai, Saday Yeimo dan Apinus Gobai,” jelas John Gobay.

Pasca-insiden tersebut, sejak siang hingga malam ini, John mengaku situasi Kota Enarotali hingga Madi masih mencekam, dan warga takut keluar rumah.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat, Kepolisian Daerah Papua, Kombes Pol Sulistyo Pudjo mengatakan saat ini pihaknya belum dapat memastikan apakah ada 4 orang yang meninggal dunia dalam bentrokan pagi tadi.

Dijelaskan Sulistyo, informasi kejadian yang diterimanya bermula dari penganiayaan yang dilakukan oleh dua orang yang tidak dikenal yang menggunakan mobil Fortuner (Sebelumnya Sulistyo menyatakan baku pukul antara pengendara motor dengan warga Paniai Timur). Pasca-penganiayaan tersebut, sekitar pukul 02.30 WIT terjadi pembakaran kantor KPUD Paniai oleh orang tak dikenal.

Pada Senin pagi, ungkap Sulistyo, ratusan warga memblokade jalan di Kampung Madi yang menghubungkan Waghete, Kabupaten Deiyai dengan Enarotali, Kabupaten Paniai. Akhirnya kepolisian Paniai melakukan negosiasi dengan massa yang blokade jalan.

Namun, saat negosiasi sedang berlangsung, menurut Sulistyo, tiba-tiba terdengar rentetan tembakan dari arah Gunung Merah, sehingga aparat kepolisian terpaksa mundur. Melihat aparat mundur, massa yang semula diduga hendak membubarkan diri justru menyerbu ke Markas Koramil Paniai dan selanjutnya menyerang ke Markas Polsek Paniai Timur.

"Anggota Polsek dan Koramil bertahan di Markas masing-masing, di tengah hujan batu dan panah dari ratusan warga. Akibatnya masing-masing 3 anggota polsek dan Koramil terluka, 4 mobil dirusak, salah satunya milik Koramil dan Markas mengalami kerusakan parah," ungkap Sulistyo melalui telepon selulernya, Senin (8/12/2014) malam.

Mengenai jumlah warga yang dilaporkan meninggal dunia, Sulistyo mengaku pihaknya masih mencoba melakukan klarifikasi, karena aparat tak bisa masuk ke RSUD Paniai yang dipenuhi warga.

Pasca-bentrokan tersebut, aparat kepolisian, menurut Sulistyo, masih melakukan penyidikan sambil berkoordinasi dengan Bupati Paniai beserta tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kabupaten Paniai. Rencananya, kata dia, besok Polda Papua akan mengirim tim yang dipimpin Kepala Bidang Propam Polda ke Enarotali.


EditorFarid Assifa

Close Ads X