Ini Dia Ratu Jamu Gendong Indonesia 2014

Kompas.com - 07/12/2014, 20:39 WIB
Citra Wahidatul Jannah (21), asal Purworejo Jawa Tengah, pemenang Ratu Jamu Gendong Indonesia 2014. KOMPAS.com/Ika FitrianaCitra Wahidatul Jannah (21), asal Purworejo Jawa Tengah, pemenang Ratu Jamu Gendong Indonesia 2014.
|
EditorCaroline Damanik

MAGELANG, KOMPAS.com
- Citra Wahidahtul Janah, asal Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, terpilih sebagai Ratu Jamu Gendong Indonesia 2014. Citra menyisihkan 10 finalis lainnya dari beberapa kota di Indonesia.

Perempuan berusia 21 tahun itu memikat hati dewan juri karena kepiawaiannya meracik aneka rempah-rempah menjadi jamu tradisional. Citra juga dinilai paling luwes tatkala menyajikan jamu racikannya kepada para konsumen.

Selain Citra, Eka Sulastri yang berasal dari Kabupaten Garut, Jawa Barat, terpilih sebagai pemenang Jamu Gendong Teladan 2014 setelah menyisihkan 10 finalis dengan kategori yang sama. Eka dinilai paling telaten namun cekatan ketika menghaluskan aneka bahan tanaman seperti jahe, kencur, beras, dan daun-daunan untuk menjadi jamu.

Pada kategori ini, pengalaman serta dedikasi terhadap profesi penjual jamu gendong juga menjadi penilaian dewan juri.
“Saya tak menyangka bisa menjadi juara, rasanya senang dan bangga. Namun, di sinilah tantangan saya agar tetap melestarikan warisan nenek moyang,” kata Eka.


Perempuan berusia 36 ini mengaku mulai meracik jamu sejak umur 16 tahun. Selepas menamatkan pendidikan di Sekolah Menengah Pertama (SMP), Eka langsung terjun untuk meracik jamu dan berbisnis jamu keliling hingga Bandung, Jawa Barat. Resep racikan jamunya diperoleh Eka dari keluarganya yang memang sudah berjualan jamu turun-temurun.

Grand Final Pemilihan Ratu Jamu Gendong dan Jamu Gendong Teladan Indonesia 2014 diselenggarakan di pelataran Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu (7/12/2014).

Kontestasi ini diselenggarakan oleh perusahaan jamu PT Jamu Jago bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Magelang dan PT Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB). Direktur Utama PT Jamu Jago, Ivana Suprana, mengatakan ajang ini digelar sejak tahun 1980 silan. Namun setelah itu vakum dan kembali digelar rutin mulai tahun 2008.

Menurut Ivana, kontestasi ini merupakan wujud partisipasi aktif untuk melestarikan jamu tradisional Indonesia, serta merupakan upaya untuk terus menggalakkan budaya minum jamu di masyarakat terutama di kalangan generasi muda.

“Jamu adalah warisan budaya Indonesia yang harus dipertahankan dan lestarikan. Terbukti, relief di Candi Borobudur ada yang menggambarkan budaya minum jamu, karenanya grand final kami helat di candi ini," ungkap Ivana.

Para pemenang kompetisi ini, lanjut Ivana, akan menjadi duta jamu Indonesia. Mereka akan bertugas mempromosikan jamu sebagai obat tradisional asli Indonesia di acara-acara berskala nasional maupun internasional. Pihaknya berharap melalui kegiatan ini, masyarakat semakin mencintai jamu serta menghargai penjual jamu sebagai profesi yang luhur.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita di Balik Ustaz Abdul Somad Mundur dari PNS UIN Suska Riau

Cerita di Balik Ustaz Abdul Somad Mundur dari PNS UIN Suska Riau

Regional
Pengakuan Pekerja Lokalisasi Sunan Kuning Sebelum Penutupan

Pengakuan Pekerja Lokalisasi Sunan Kuning Sebelum Penutupan

Regional
Walau Palembang Diguyur Hujan Lebat, Tapi Lokasi Karhutla Masih Membara

Walau Palembang Diguyur Hujan Lebat, Tapi Lokasi Karhutla Masih Membara

Regional
Mari Bantu Siswa-siswi SD di Flores Agar Tak Lagi Pikul Air 5 Km untuk Siram Toilet

Mari Bantu Siswa-siswi SD di Flores Agar Tak Lagi Pikul Air 5 Km untuk Siram Toilet

Regional
Kisah Dua Nenek Buta Kakak-Beradik yang Sakit-sakitan dan Setia Tinggal Bersama

Kisah Dua Nenek Buta Kakak-Beradik yang Sakit-sakitan dan Setia Tinggal Bersama

Regional
Bupati Madiun Jamin Anak-anak Pengungsi Wamena Tak Putus Sekolah

Bupati Madiun Jamin Anak-anak Pengungsi Wamena Tak Putus Sekolah

Regional
Kisah Bocah 3,5 Tahun Penderita Tumor Ganas, Hanya Bisa Terbaring dengan Perut Sebesar Bola Basket

Kisah Bocah 3,5 Tahun Penderita Tumor Ganas, Hanya Bisa Terbaring dengan Perut Sebesar Bola Basket

Regional
Fakta Ajudan Nekat Curi Uang Kapolres, Terdesak Cicilan Mobil hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Fakta Ajudan Nekat Curi Uang Kapolres, Terdesak Cicilan Mobil hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Regional
Kecanduan Game Online, Puluhan Pelajar Diobati di Rumah Sakit Jiwa Solo

Kecanduan Game Online, Puluhan Pelajar Diobati di Rumah Sakit Jiwa Solo

Regional
Kisah Relawan Jelajahi Gua Vertikal untuk Cari Air Bersih: Puluhan Tahun Akhirnya Kami Tidak Kekeringan Lagi

Kisah Relawan Jelajahi Gua Vertikal untuk Cari Air Bersih: Puluhan Tahun Akhirnya Kami Tidak Kekeringan Lagi

Regional
Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Regional
Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Regional
Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Regional
Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Regional
Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang ...

Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang ...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X