Mensos Kunjungi Panti Rehabilitasi Mantan Pecandu

Kompas.com - 07/12/2014, 13:38 WIB
KOMPAS.com/Abba Gabrillin Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, saat menghadiri Konferensi Nasional Kementerian Sosial di Pusdiklat Kemensos, Jakarta, Selasa (25/11/2014).


CIPANAS, KOMPAS.com
- Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengunjungi Yayasan Penuai Indonesia, yang merupakan panti rehabilitasi bagi pengguna narkotika di Cipanas, Bogor, Minggu (7/12/2014).

Mensos berkeliling melihat langsung para klien yang tengah menjalani rehabilitasi, baik psikotik atau ketergantungan maupun kejiwaan.

"Sehat, boleh salaman," sapa Khofifah kepada para klien kejiwaan yang berada di dalam ruangan mereka seperti dikutip Antara.

Panti rehabilitasi Napza, yang dikelola Yayasan Penuai itu, merupakan salah satu dari 41 Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL).


Yayasan tersebut menangani dua jenis klien, yaitu yang ketegantungan narkotika dan kejiwaan. Saat ini sebanyak 185 klien ditangani Yayasan Penuai, sebanyak 120 orang di antaranya psikotik.

Mensos berterima kasih karena banyak pihak yang turut membantu pemerintah dalam penanganan masalah narkoba.

"Kalau pemerintah sendiri tidak akan sanggup menangani masalah ini," kata Mensos.

Di Indonesia pengguna Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat Adiktif (Napza) tercatat empat juta orang. Di Jawa Barat terdapat 10 panti yang menjadi tempat rehabilitasi bekas pengguna napza dengan kapasitas antara 75 sampai 100 orang.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorSandro Gatra
SumberAntara
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Regional
Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Regional
Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Regional
Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Regional
Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Regional
Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Regional
DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

Regional
Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Regional
Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Regional
Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Regional
4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Regional
Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Regional
Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Regional
Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Regional
Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Regional
Close Ads X