Kompas.com - 06/12/2014, 04:54 WIB
Pemerintah Malaysia kembali mendeportasi 121 TKI ilegal melalui pelabuhan Tunontaka Nunukan. 2 TKI diantarannya ditangkap dalam keadaan hamil dan saat melahirkan. KOMPAS.com/SUKOCOPemerintah Malaysia kembali mendeportasi 121 TKI ilegal melalui pelabuhan Tunontaka Nunukan. 2 TKI diantarannya ditangkap dalam keadaan hamil dan saat melahirkan.
|
EditorFidel Ali Permana


NUNUKAN.KOMPAS.com - Pemerintah Malaysia kembali mendeportasi 121 TKI ilegal melalui Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara. Di antara TKI yang dideportasi terdapat 2 bayi yang turut dideportasi bersama ibunya.

Kedua bayi tersebut lahir saat ibu mereka menjalani hukuman di Pusat Tahanan Sementara (PTS) Kemanis Papar Kota Kinabalu.

Salah satu TKI ilegal bernama Martina, asal dari Nusa Tenggara Barat. Ia bahkan ditangkap saat selesai melahirkan bayinya di rumah sakit Lahad Datu, Malaysia.

“Masa melahirkan saya kena tangkap saat melahirkan bayi ini. Bayi ini belum punya mana, usianya sekarang 25 hari. Rencana saya mau kembali ke Keke setelah mengurus surat surat karena bapaknya kerja di Keke sebagai karyawan di peternakan ayam,” ujar Martina Jum’at (04/12/2014).

Selain Martina, nasib Imel, TKI asal Toraja ini juga tak kalah tragis. Imel terpaksa melahirkan di Pusat Tahanan Sementara PTS Kemanis Papar Kota Kinabalu. Imel tertangkap polisi Malaysia karena tak memiliki dokumen sama sekali.

“Saya melahirkan di PTS. Namanya Dimelia berusia satu bulan enam hari. Saya kena tangkap saat di rumah sakit. Saya melahirkan saat berada di TPS, tapi waktu melahirkan dibawa ke rumah sakit. Saya menjalani hukuman 10 bulan pas tanggal 13 besok. Suami saya bekerja sebagai pencari getah di Keke. Rencana mau pulang ke kampung," ujar Imel.

Dari pendataan yang dilakukan oleh Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Kabupaten, dari 121 TKI ilegal tersebut hanya 11 yang minta dipulangkan ke kampung halaman mereka. Sementara 72 lainnya berencana akan kembali ke Malaysia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.