Ini Pesan Putra Fatkhun, Korban Tabrak Lari di Tol Cipularang

Kompas.com - 04/12/2014, 09:20 WIB
Salah satu foto kebersamaan terakhir Fathkun Nadjib bersama keluarga yang diabadikan Yusuf Ramdhan (Dede) sebelum Nadjib menjadi korban tabrak lari ketika menolong korban kecelakaan di Tol Cipularang, Sabtu (29/11/2014). KOMPAS.COM/ADYSTA PRAVITRARESTUSalah satu foto kebersamaan terakhir Fathkun Nadjib bersama keluarga yang diabadikan Yusuf Ramdhan (Dede) sebelum Nadjib menjadi korban tabrak lari ketika menolong korban kecelakaan di Tol Cipularang, Sabtu (29/11/2014).
|
EditorGlori K. Wadrianto
SALATIGA, KOMPAS.com — Keluarga almarhum Fatkhun Nadjib AS (50), off-roader nasional yang menjadi korban tabrak lari di ruas Tol Cipularang, Jawa Barat, pada Sabtu malam, ingin segera melupakan peristiwa tragis tersebut.

Ramadhan Dede, anak pertama Fatkhun, menyatakan, keluarganya sudah mengikhlaskan kepergian sang ayahanda. Namun, keluarga tidak bisa mencegah keinginan sejumlah teman-teman mendiang Fatkhun agar polisi segera menangkap pelaku dan menghukumnya.

"Dari keluarga sudah ikhlas, kami tidak lapor ke polisi. Akan tetapi, dari teman-teman bapak, pengen pelaku ditangkap dan dihukum," kata Dede, melalui sambungan telepon, Rabu (3/12/2014) malam.

Menurut Dede, sikap ikhlas yang diambil keluarganya merupakan watak yang selalu ditunjukkan oleh almarhum dalam menghadapi setiap permasalahan. Fatkhun sering menasihati anak-anaknya mengenai sikap ikhlas karena apa yang ada pada diri manusia, termasuk nyawa, adalah milik Tuhan.


"Bapak selalu bilang, aku sayang Dede, aku juga sayang Ibu. Tapi, yang kita sayangi semua adalah milik Allah. Jika yang punya menghendaki (dipanggil), harus ikhlas," ujar Dede menirukan kata ayahnya.

Dia mewakili pihak keluarga hanya ingin menyampaikan pesan dan ajaran almarhum agar setiap orang lebih peduli terhadap kesulitan yang dialami oleh orang lain, terutama ketika berada di jalan.

Dia menceritakan, saat peristiwa naas itu terjadi, ayahnya sedang membantu korban kecelakaan yang terjepit di dalam mobil. Saat itu, tak ada yang berhenti dan menolong. "Seperti kemarin, waktu kecelakaan itu tidak ada yang berhenti, sampai akhirnya bapak datang. Jadi, tiap orang (harus) lebih care atau peduli, jika ada kesulitan di jalan atau di lingkungan, (segera ditolong)," imbuh Dede.

Lebih jauh, Dede mengungkapkan, terkait sejumlah pihak yang pro dan kontra tentang siapa yang salah dalam peristiwa itu. Ia mengakui jika di belakang mobil yang ditolong oleh ayahnya tidak dipasang tanda segitiga merah. Namun, mobil ayahnya berada di depan mobil yang ditolong menyalakan lampu hazard atau lampu tanda darurat. "Lampu hazard tetap menyala sehingga jelas dibaca kendaraan lainnya," katanya.

Fatkhun tewas mengenaskan akibat tabrak lari yang menimpanya di ruas Tol Cipularang, Jawa Barat, Sabtu (29/11/2014) malam kemarin. Diberitakan, Fatkhun terhantam kendaraan tatkala sedang membantu korban kecelakaan di pinggir jalan.

Sementara itu, video tabrak lari yang terjadi di Km 97, Tol Cipularang, itu kini ramai menjadi perbincangan di media sosial. Video berdurasi 55 detik tersebut mengundang banyak simpati warga terkait.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X