Laporkan Lagi PB XIII, Keluarga Korban Pencabulan Desak Tes DNA

Kompas.com - 02/12/2014, 14:22 WIB
Gadis AT dan bayinya dirawat di RSU Moewardi, Solo. KOMPAS.com/ M. WISMABRATAGadis AT dan bayinya dirawat di RSU Moewardi, Solo.
|
EditorGlori K. Wadrianto
SUKOHARJO, KOMPAS.com — Keluarga AT, wanita yang diduga menjadi korban kejahatan seksual Raja Solo, PB XIII, Selasa (2/12/2014), kembali mendatangi Mapolres Sukoharjo untuk mendesak yang bersangkutan menjalani tes DNA.

Keluarga AT yang didampingi kuasa hukumnya, Iwan Pangka, berharap polisi segera memanggil PB XIII untuk menjalani tes DNA. Iwan menganggap, kasus yang menimpa AT tidak menunjukkan kemajuan. Hal ini dibuktikan dengan belum diperiksanya PB XIII karena alasan kondisi kesehatan.

Dalam kasus ini, baru WT yang diproses hingga ke pengadilan. WT adalah perempuan yang diduga mengenalkan dan mempertemukan AT dengan PBXIII sehingga membuat AT mendapat perbuatan tidak senonoh dan mengandung.

Iwan mengaku sebagai kuasa hukum resmi dari pihak keluarga AT dan ditunjuk per 1 Desember kemarin. Iwan menegaskan, tidak ada pengacara lain selain dia yang mendampingi AT dan keluarganya.

"Per 1 Desember ini saya ditunjuk sebagai kuasa hukum AT, dan kita melaporkan PB XIII agar untuk mempermudah tes DNA," kata Iwan kepada sejumlah wartawan siang tadi.

Seperti diberitakan, AT pada tanggal 25 November lalu melahirkan bayi laki-laki. Bayi tersebut lahir dengan berat badan 3,1 kilogram dan panjang 48 sentimeter. 

Baca juga: Korban Dugaan Pencabulan Raja Solo Ubah Status Bayinya Menjadi Adik

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Surabaya Zona Merah Covid-19, Belajar di Rumah Kembali Diperpanjang

Surabaya Zona Merah Covid-19, Belajar di Rumah Kembali Diperpanjang

Regional
Ini Cerita Dukungan Warga Untuk Tenaga Medis di Indonesia, Kirim Kopi hingga Buatkan APD Gratis

Ini Cerita Dukungan Warga Untuk Tenaga Medis di Indonesia, Kirim Kopi hingga Buatkan APD Gratis

Regional
Klaim Warga Belanda Positif Terinfeksi Virus Corona di Jatim, Dibantah Pihak Rumah Sakit

Klaim Warga Belanda Positif Terinfeksi Virus Corona di Jatim, Dibantah Pihak Rumah Sakit

Regional
90 Warga Dikarantina Usai Tengok Pasien yang Ternyata Positif Corona, Dusun Ini Langsung 'Local Lockdown'

90 Warga Dikarantina Usai Tengok Pasien yang Ternyata Positif Corona, Dusun Ini Langsung 'Local Lockdown'

Regional
Kisah Para Tenaga Medis di Tanah Air Gunakan Jas Hujan Saat Tugas di Tengah Wabah Corona

Kisah Para Tenaga Medis di Tanah Air Gunakan Jas Hujan Saat Tugas di Tengah Wabah Corona

Regional
Cerita Unik Warga Perangi Corona, Lockdown di Kampung hingga Penyemprot Disinfektan Otomatis

Cerita Unik Warga Perangi Corona, Lockdown di Kampung hingga Penyemprot Disinfektan Otomatis

Regional
Warga Desa di Purbalingga Geger Setelah Mengetahui Pasien yang Dibesuk Positif Corona

Warga Desa di Purbalingga Geger Setelah Mengetahui Pasien yang Dibesuk Positif Corona

Regional
Fenomena Waterspout di Aceh, Suara Bergemuruh dan Berlangsung 25 Menit

Fenomena Waterspout di Aceh, Suara Bergemuruh dan Berlangsung 25 Menit

Regional
Tak Terima Diputus, Pemuda Ini Sebarkan Video Mesum Mantan Pacar

Tak Terima Diputus, Pemuda Ini Sebarkan Video Mesum Mantan Pacar

Regional
Gelar Pelatihan Petugas Haji di Tengah Wabah Corona, 4 Peserta Dinyatakan Positif dan 14 PDP

Gelar Pelatihan Petugas Haji di Tengah Wabah Corona, 4 Peserta Dinyatakan Positif dan 14 PDP

Regional
Semua Pasien Positif Corona di Malang Sembuh, Pemkot: Memang Bisa Disembuhkan, tapi…

Semua Pasien Positif Corona di Malang Sembuh, Pemkot: Memang Bisa Disembuhkan, tapi…

Regional
Gempa M 5,8 Berkedalaman 10 Km Guncang Sulteng, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,8 Berkedalaman 10 Km Guncang Sulteng, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Ratusan Rumah Terendam Banjir di Kota Palopo, BPBD Kerahkan Pompa Sedot

Ratusan Rumah Terendam Banjir di Kota Palopo, BPBD Kerahkan Pompa Sedot

Regional
Tokoh Adat Babel Desak Pemerintah Batalkan Tradisi Budaya Jelang Ramadhan dan Idul Fitri

Tokoh Adat Babel Desak Pemerintah Batalkan Tradisi Budaya Jelang Ramadhan dan Idul Fitri

Regional
Kisah Dokter dan Tim Medis Rawat PDP Corona: Sepekan Gunakan Jas Hujan Sebagai APD

Kisah Dokter dan Tim Medis Rawat PDP Corona: Sepekan Gunakan Jas Hujan Sebagai APD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X