Rawan Kecelakaan, Hati-hati Lewat Km 90-100 Tol Cipularang!

Kompas.com - 02/12/2014, 12:32 WIB
Fatkhun Nadjib saat turun dan memberikan pertolongan kepada sopir yang terjepit dengan posisi berdiri di samping kanan pintu depan Mitsubishi Microbus di tol Cipularang, Sabtu menjelang tengah malam (29/11/2014). .Fatkhun Nadjib saat turun dan memberikan pertolongan kepada sopir yang terjepit dengan posisi berdiri di samping kanan pintu depan Mitsubishi Microbus di tol Cipularang, Sabtu menjelang tengah malam (29/11/2014).
|
EditorCaroline Damanik

BANDUNG, KOMPAS.com
 — Tabrak lari yang menewaskan Fathkun Nadjib (50), pemimpin klub offroad Jelajah Tanah Air (Jelata), mengingatkan akan banyaknya kecelakaan tragis yang terjadi di Tol Cipularang Km 97+400. Oleh karena itu, polisi mengingatkan agar pengguna Tol Cipularang waspada ketika melintas di kawasan ini.

“Km 97 itu memang rawan kecelakaan. Bahkan sebelum kasus kecelakaan Saeful Jamil, ada empat atau lima kejadian terjadi di sepanjang jalur tersebut. Tapi orang kerap menyangkutpautkan kecelakaan itu dengan hal mistis,” ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Martinus Sitompul kepada Kompas.com melalui saluran telepon, Selasa (2/12/2014).

Banyaknya kecelakaan di ruas tol tersebut membuat sejumlah pihak seperti PU, Jasa Marga, kepolisian, dan sejumlah pakar pernah melakukan evaluasi dan penelitian. Evaluasi dititikberatkan pada Km 90 sampai Km 100 yang dipetakan rawan kecelakaan.

“Jalan di luar negeri, setiap belokan harus dengan ketinggian berapa, derajatnya berapa, kontur angin, dan lain-lainnya dikaji dengan detail. Itu pula yang dilakukan tim tersebut,” tutur Martinus.

Martinus mengaku tidak mengetahui secara detail hasil kajian ilmiah. Polisi lebih fokus pada pencegahan dan antisipasi agar menekan angka kecelakaan. Karena itulah, di Km 90-100, patroli polisi maupun PJR diperbanyak. Bahkan, memasuki Km 97, patroli kerap mengingatkan pengendara untuk berhati-hati.

“Kalau dilihat dari hasil kajian ilmiah Km 90-100 secara keseluruhan, pengguna kendaraan memang harus lebih ekstra hati-hati saat melewati jalur tersebut. Kondisi jalanan menurun dengan belokan dan kontur angin membuat pengendara harus lebih hati-hati,” imbuhnya.

Sementara itu, pakar transportasi Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof Ofyar Z Tamin, mengatakan, mulai dari Km 100 jalan agak menurun. Ketika jalan menurun akibat beban massa dari kendaraan, tanpa disadari kecepatan semakin bertambah tinggi. Dalam kondisi seperti ini, seharusnya pengemudi meningkatkan kewaspadaan.

“Saat mendesain dan membangun jalan ada yang disebut kecepatan rencana. Artinya, kendaraan akan aman jika melaju baik saat memasuki tikungan atau jalan menurun berada di bawah kecepatan rencana,” tutupnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
Program 'Jangkar', Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Program "Jangkar", Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Regional
Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Regional
Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Regional
Tingkatkan Pendapatan Daerah, Pemprov Jabar Luncurkan 'Bapenda Kapendak'

Tingkatkan Pendapatan Daerah, Pemprov Jabar Luncurkan "Bapenda Kapendak"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.