Kapolda Bali Akui Ada Potensi Anarkistis di Munas Partai Golkar

Kompas.com - 30/11/2014, 17:38 WIB
Kapolda Bali Irjen Polisi Albertus Julius Benny Mokalu saat gelar apel Operasi Zebra Agung 2014, Denpasar, Rabu(26/11/2014) KOMPAS.com/ SRI LESTARIKapolda Bali Irjen Polisi Albertus Julius Benny Mokalu saat gelar apel Operasi Zebra Agung 2014, Denpasar, Rabu(26/11/2014)
|
EditorGlori K. Wadrianto
BADUNG, KOMPAS.com - Kepala Polda Bali Inspektur Jendral Polisi Albertus Julius Benny Mokalu mengakui adanya potensi kerusuhan di dalam acara Munas IX Partai Golkar yang diselenggarakan di Nusa Dua, Bali, saat ini.

"Perkembangan terakhir kan juga ada kemungkinan ada anarkis. Jadi perlu kewaspadaan. Jika ada kemungkinan anarkis, kita akan persiapkan pasukan di tempat-tempat tertentu," kata Kapolda Benny Mokalu, Denpasar, Minggu (30/11/2014).

Kapolda juga menambahkan, hari ini sudah dilakukan gelar pasukan. Personil diinstruksikan untuk betul-betul menjaga kegiatan Munas agar berjalan dengan lancar. "Kita melakukan patroli, ada razia untuk mencegah mamsyarakat membawa senjata tajam, alat pemukul, dan mungkin penduduk yang datang ke Bali tanpa KTP juga akan dirazia," tegas dia.

Sementara itu, di lokasi acara, petugas keamanan dari kepolisian sudah melakukan penjagaan ketat. Peralatan pendukung dan aparat dari Gegana, mobil water cannon dan mobil patroli juga telah disiapkan.

Acara Munas akan dibuka oleh Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie malam ini, dan akan berlangsung mulai hari ini hingga 3 Desember 2014 mendatang.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gibran-Teguh Habiskan Rp 3,2 Miliar untuk Pilkada Solo 2020, Bajo Rp 153 Juta

Gibran-Teguh Habiskan Rp 3,2 Miliar untuk Pilkada Solo 2020, Bajo Rp 153 Juta

Regional
Kasus Prostitusi, Kafe Ini Sediakan Room Buat Pelanggan dan Penyanyi untuk Mesum

Kasus Prostitusi, Kafe Ini Sediakan Room Buat Pelanggan dan Penyanyi untuk Mesum

Regional
Istri Gerebek Suaminya Seorang PNS Sedang Mesum di Kamar Hotel

Istri Gerebek Suaminya Seorang PNS Sedang Mesum di Kamar Hotel

Regional
Lampung Disebut Siaga Satu Covid-19, Satgas: Masyarakat Kadang Sulit, Masih Suka Berkumpul...

Lampung Disebut Siaga Satu Covid-19, Satgas: Masyarakat Kadang Sulit, Masih Suka Berkumpul...

Regional
Fakta Wajah Pasangan Kekasih Disiram Air Keras, Tak Terima Diviralkan dan Membuntuti Korban

Fakta Wajah Pasangan Kekasih Disiram Air Keras, Tak Terima Diviralkan dan Membuntuti Korban

Regional
Pengakuan Pelaku Penyiraman Air Keras ke Sepasang Kekasih, Sakit Hati gara-gara Diviralkan di Medsos

Pengakuan Pelaku Penyiraman Air Keras ke Sepasang Kekasih, Sakit Hati gara-gara Diviralkan di Medsos

Regional
Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Maluku Tenggara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Maluku Tenggara, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Viral Video TikTok Perempuan Berdaster Pamer Celana Dalam, Pelakunya Ternyata Laki-laki

Viral Video TikTok Perempuan Berdaster Pamer Celana Dalam, Pelakunya Ternyata Laki-laki

Regional
Karyawan Distributor Tabung Elpiji Dirampok Kawanan Bersenpi, Uang Rp 561 Juta Raib

Karyawan Distributor Tabung Elpiji Dirampok Kawanan Bersenpi, Uang Rp 561 Juta Raib

Regional
Cerita Mahasiswi Calon Perawat Bunuh Bayinya, Sumpal Mulut Anak dengan Kapur Toilet

Cerita Mahasiswi Calon Perawat Bunuh Bayinya, Sumpal Mulut Anak dengan Kapur Toilet

Regional
30 Tahun Menunggak Sampai Ditegur PN, Pemkot Padang Bersikukuh Tak Mau Bayar Ganti Rugi Tanah Kakek Tua

30 Tahun Menunggak Sampai Ditegur PN, Pemkot Padang Bersikukuh Tak Mau Bayar Ganti Rugi Tanah Kakek Tua

Regional
Kristen Gray Dideportasi karena Berbisnis, Imigrasi: Jual E-Book 30 Dolar, Konsultasi 50 Dolar Per 45 Menit

Kristen Gray Dideportasi karena Berbisnis, Imigrasi: Jual E-Book 30 Dolar, Konsultasi 50 Dolar Per 45 Menit

Regional
Hindari Covid-19, Relawan Banjir Bandang di Gunung Mas Puncak Bogor Dibatasi

Hindari Covid-19, Relawan Banjir Bandang di Gunung Mas Puncak Bogor Dibatasi

Regional
Penyanyi Kafe Ini Berhubungan Seks dengan Pelanggan, Ternyata Ada Layanan Prostitusi

Penyanyi Kafe Ini Berhubungan Seks dengan Pelanggan, Ternyata Ada Layanan Prostitusi

Regional
Pasangan Kekasih Disiram Air Keras Saat Antar Barang Orderan, 4 Pelaku Sudah Buntuti Korban

Pasangan Kekasih Disiram Air Keras Saat Antar Barang Orderan, 4 Pelaku Sudah Buntuti Korban

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X