Ridwan Kamil: Semakin Ditunda, Nilai Proyek Monorel Pasti Naik

Kompas.com - 28/11/2014, 14:03 WIB
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil Kompas.com/Putra Prima PerdanaWali Kota Bandung Ridwan Kamil
|
EditorCaroline Damanik

BANDUNG, KOMPAS.com — Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (Emil) mengatakan bahwa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akan memengaruhi nilai proyek pembangunan monorel atau light railway transit (LRT) Bandung. Oleh karena itu, dia berharap, proyek ini tidak lagi tertunda untuk dimulai.

"Semakin kita delay, (nilai kontrak) pasti naik. Inflasi per tahun naik 5 persen," kata Emil saat ditemui di Pendapa Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Kota Bandung, Jumat (28/11/2014).

Jika inflasi tahun 2015 diprediksi naik 5 persen, kenaikan nilai proyek akan ikut naik Rp 300 miliar. Atas dasar itu, Emil mengaku telah meminta bantuan kepada Wakil Presiden RI Jusuf Kalla agar pemerintah pusat bisa memberi bantuan untuk biaya proyek pembangunan monorel atau LRT Bandung dari keuntungan dan penghematan pencabutan subsidi BBM.

Emil mengatakan, hal tersebut merupakan sebuah langkah positif untuk pemerintah pusat agar masyarakat bisa melihat langsung hasil dari pencabutan subsidi BBM.

"Jadi, Bandung minta satu persen saja mewakili kota metropolitan karena kalau tidak (diberikan) dampak kenaikan (harga) BBM tidak ada pesan. (Harga) BBM naik, tapi apa alternatifnya?" tuturnya.

Emil menambahkan, permintaan bantuan untuk proyek monorel atau LRT tersebut ternyata mendapat respons cukup baik dari JK, Menteri Perhubungan, Bapennas, serta DPR RI.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelempar Bom Molotov di Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Pura-pura Silaturahim Lebaran

Pelempar Bom Molotov di Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Pura-pura Silaturahim Lebaran

Regional
Polisi dan TNI Akan Dampingi dan Awasi 'New Normal' di Jabar Selama 14 Hari

Polisi dan TNI Akan Dampingi dan Awasi "New Normal" di Jabar Selama 14 Hari

Regional
2 Balita Tewas Terbakar di Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Halalbihalal, Orangtua Bekerja

2 Balita Tewas Terbakar di Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Halalbihalal, Orangtua Bekerja

Regional
UPDATE Corona Maluku 27 Mei: 188 Positif, 8 Meninggal, 34 Pasien Sembuh

UPDATE Corona Maluku 27 Mei: 188 Positif, 8 Meninggal, 34 Pasien Sembuh

Regional
Tepergok Istri Saat Perkosa Tetangga, Bapak 2 Anak Ditangkap Polisi

Tepergok Istri Saat Perkosa Tetangga, Bapak 2 Anak Ditangkap Polisi

Regional
UPDATE Corona Kalsel 27 Mei: 703 Pasien Positif, 71 Meninggal, 81 Sembuh

UPDATE Corona Kalsel 27 Mei: 703 Pasien Positif, 71 Meninggal, 81 Sembuh

Regional
Oknum TNI Adu Jotos dan Tembak Warga Sipil di Nunukan

Oknum TNI Adu Jotos dan Tembak Warga Sipil di Nunukan

Regional
'Genting Berjatuhan, Saya Mengangkat Lemari Kayu Demi Menyelamatkan Ayah'

"Genting Berjatuhan, Saya Mengangkat Lemari Kayu Demi Menyelamatkan Ayah"

Regional
14 Tahun Gempa Yogya, Gotong Royong Jadi Modal untuk Bangkit

14 Tahun Gempa Yogya, Gotong Royong Jadi Modal untuk Bangkit

Regional
Protes Pembagian BLT, Warga di Maluku Tengah Segel Kantor Desa

Protes Pembagian BLT, Warga di Maluku Tengah Segel Kantor Desa

Regional
Dilempar Bom Molotov, Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Tanjung Karang Terbakar

Dilempar Bom Molotov, Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Tanjung Karang Terbakar

Regional
Pembuat Petasan Tewas Kena Ledakan Mercon, Dua Anak Terluka

Pembuat Petasan Tewas Kena Ledakan Mercon, Dua Anak Terluka

Regional
Update Covid-19 Papua: Total 652 Kasus Positif, 800 Sampel Antre Diperiksa di Lab

Update Covid-19 Papua: Total 652 Kasus Positif, 800 Sampel Antre Diperiksa di Lab

Regional
Tersesat di Permukiman, Ambulans Pasien Covid-19 Diamuk Massa, Ini Kronologinya

Tersesat di Permukiman, Ambulans Pasien Covid-19 Diamuk Massa, Ini Kronologinya

Regional
Soal 'New Normal', Wali Kota Banjarmasin Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Soal "New Normal", Wali Kota Banjarmasin Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X