Knalpot "Racing", Ban, hingga Velg yang Disita di Operasi Zebra Dimusnahkan

Kompas.com - 26/11/2014, 19:28 WIB
 Kapolres Semarang AKBP Muslimin Ahmad dalam Apel Kesiapan Operasi Zebra 2014 mengecek kesiapan kendaraan operasional petugas Satlantas Polres Semarang untuk pelaksanaan operasi kompas.com/ syahrul munir Kapolres Semarang AKBP Muslimin Ahmad dalam Apel Kesiapan Operasi Zebra 2014 mengecek kesiapan kendaraan operasional petugas Satlantas Polres Semarang untuk pelaksanaan operasi
|
EditorCaroline Damanik

SEMARANG, KOMPAS.com - Polisi menggelar Operasi Zebra Candi 2014 selama 14 hari, mulai hari ini, Rabu (26/11/2014) hingga 9 Desember 2014. Kapolres Semarang AKBP Muslimin Ahmad mengatakan bahwa seluruh barang bukti hasil sitaan selama Operasi Zebra Candi 2014 akan dimusnahkan, terutama barang-barang onderdil kendaraan yang tidak sesuai ketentuan. Tujuannya untuk menghindari digunakannya kembali oleh masyarakat pengguna jalan yang terbukti melanggar.

"Barang bukti sitaan seperti knalpot racing hingga velg termasuk ban kecil tidak standar pabrik akan kita musnahkan," kata Muslimin, Rabu (26/11/2014), setelah apel gelar pasukan Operasi Zebra di lapangan Mapolres Semarang.

Dalam operasi ini, polisi juga melibatkan petugas dari Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) serta polisi militer. Muslimin menambahkan, mengatakan, selama pelaksanaan operasi, petugas dilapangan memegang surat perintah untuk operasi. Pimpinan di lapangan juga harus memonitor dan memastikan tidak ada petugas yang melanggar dalam melaksanakan operasi lalu lintas.

Menurut dia, dalam operasi ini, polisi juga akan fokus pada pelanggaran yang dilakukan oleh pelajar. Pasalnya, menurut catatan selama kurun waktu 2014, dari 9.948 kasus pelanggaran lalu lintas. hampir 70 persen para pelanggarnya adalah pelajar.


“Memang saat ini banyak pelanggar dari kalangan pelajar. Langkah kita melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah agar mereka semakin sadar. Jika masih tetap melanggar, kita tindak. Bahkan sudah ada upaya penerapan kurikulum tertib lalu lintas di sekolah-sekolah,” ungkap Muslimin.

Kasat Lantas Polres Semarang, AKP Alil Rinenggo, menambahkan, dalam operasi ini, ada 80 persen tilang, 10 persen tindakan edukasi dan sosialisasi masyarakat, serta 10 persennya pengaturan dan pengawalan.

Sementara itu, model operasi yang dilakukan yakni stasion dan hunting yang melibatkan sebanyak 94 personel gabungan Satlantas dan unit lainnya seperti Reserse dan Provos.

“Bagi pelanggar yang melanggar di kawasan tertib lalu lintas akan di denda lebih tinggi dibanding kawasan lain,” ungkapnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Talaud Terpilih Tunggu Keputusan Kemendagri: Hasil Pertemuan Harus Dilantik

Bupati Talaud Terpilih Tunggu Keputusan Kemendagri: Hasil Pertemuan Harus Dilantik

Regional
Cerita Pasutri Yanto dan Riska Bayar Persalinan Pakai Koin: Hasil Nabung Selama 9 Bulan

Cerita Pasutri Yanto dan Riska Bayar Persalinan Pakai Koin: Hasil Nabung Selama 9 Bulan

Regional
Partai Golkar Sumut Gelar Fit and Proper Test Calon Kepala Daerah

Partai Golkar Sumut Gelar Fit and Proper Test Calon Kepala Daerah

Regional
Dosen UGM Ciptakan Lidah Elektronik untuk Deteksi Makanan Halal

Dosen UGM Ciptakan Lidah Elektronik untuk Deteksi Makanan Halal

Regional
Rawan Bencana, BPBD Cianjur Siagakan 1.800 Retana di 32 Kecamatan

Rawan Bencana, BPBD Cianjur Siagakan 1.800 Retana di 32 Kecamatan

Regional
Cerita Buruh Tani yang Rela Keluarkan Rp 2 Juta untuk Ikut Kirab Keraton Agung Sejagat

Cerita Buruh Tani yang Rela Keluarkan Rp 2 Juta untuk Ikut Kirab Keraton Agung Sejagat

Regional
Cerita Riska Nekat Bayar Biaya Persalinan Rp 1 Juta Pakai Koin: Saya Sempat Was-was...

Cerita Riska Nekat Bayar Biaya Persalinan Rp 1 Juta Pakai Koin: Saya Sempat Was-was...

Regional
Puskesmas Kembalikan Uang Koin Biaya Persalinan Pasutri Riska dan Yanto, Ini Alasannya

Puskesmas Kembalikan Uang Koin Biaya Persalinan Pasutri Riska dan Yanto, Ini Alasannya

Regional
Bakar Lahan untuk Usir Monyet, Seorang Kakek di Pekanbaru Ditangkap

Bakar Lahan untuk Usir Monyet, Seorang Kakek di Pekanbaru Ditangkap

Regional
Resmikan Masjid, Gubernur Edy: Kita Namakan Masjid Gubsu Biar Adil...

Resmikan Masjid, Gubernur Edy: Kita Namakan Masjid Gubsu Biar Adil...

Regional
Soal Sunda Empire, Dedi Mulyadi: Penyakit Sosial Lama dan Akut

Soal Sunda Empire, Dedi Mulyadi: Penyakit Sosial Lama dan Akut

Regional
Kronologi Penemuan 3 Hektar Lahan Ganja di Lereng Gunung Dempo: Polisi Jalan Kaki 4 Jam

Kronologi Penemuan 3 Hektar Lahan Ganja di Lereng Gunung Dempo: Polisi Jalan Kaki 4 Jam

Regional
103 Rumah di Pulau Ambo, Sulawesi Barat, Terancam Tenggelam akibat Abrasi

103 Rumah di Pulau Ambo, Sulawesi Barat, Terancam Tenggelam akibat Abrasi

Regional
Ternak Babi di Sumut Tidak Akan Dimusnahkan Sebab ASF Beda dengan Flu Burung

Ternak Babi di Sumut Tidak Akan Dimusnahkan Sebab ASF Beda dengan Flu Burung

Regional
Muncul Gerakan 'Save Babi', Pemprov Sumut: Ternak Babi Tak Akan Dimusnahkan Walau Ada Virus ASF

Muncul Gerakan "Save Babi", Pemprov Sumut: Ternak Babi Tak Akan Dimusnahkan Walau Ada Virus ASF

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X