Hadapi Sidang Lanjutan, Florence Kini Didampingi Tiga Pengacara

Kompas.com - 26/11/2014, 14:15 WIB
Terdakwa kasus penghinaan Kota Yogyakarta, Florence Sihombing bersiap mengikuti sidang perdana di Pengadilan Negeri Kota Yogyakarta, Rabu (12/11/2014). Dalam sidang perdana kasus penghinaan yang dilakukaan oleh Florence melalui media sosial Path tersebut, Florence tidak didampingi oleh penasehat hukum. TRIBUN JOGJA / HASAN SAKRI GHOZALITerdakwa kasus penghinaan Kota Yogyakarta, Florence Sihombing bersiap mengikuti sidang perdana di Pengadilan Negeri Kota Yogyakarta, Rabu (12/11/2014). Dalam sidang perdana kasus penghinaan yang dilakukaan oleh Florence melalui media sosial Path tersebut, Florence tidak didampingi oleh penasehat hukum.
|
EditorCaroline Damanik

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sidang lanjutan penghinaan melalui media sosial Path dengan terdakwa Florence Sihombing kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Yogyakarta, Rabu (27/11/2014). Namun tak seperti sebelumnya, dalam sidang yang mengagendakan tanggapan jaksa atas keberatan yang diajukan terdakwa ini, Florence tak lagi sendirian.

Dirinya sudah didampingi penasehat hukum dari Universitas Gajah Mada (UGM). Tak hanya satu, empat penasehat hukum ditunjuk oleh Dekanat Fakultas Hukum UGM untuk mendampingi mahasiswa S2 Kenotariatan tersebut selama menjalani persidangan.

"Kami melanjutkan pendampingan terhadap Flo," ujar salah satu penasehat hukum Florence, Doni Hendro Cahyono, Rabu (26/11/2014).

Doni menuturkan dirinya beserta tiga orang lainya ditunjuk oleh Dekanat Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada (UGM) untuk mendampingi Florence dalam menjalani persidangan. Tiga penasehat hukum yang ditunjuk, yakni Zahru Arqom, Widhi Nugraha, dan Putra Maulana. Penunjukan ini, lanjutnya, didasarkan surat keputusan Dekanat Fakultas Hukum UGM tertanggal 3 November 2014.

"Kami menerima kuasa untuk pendampingan kasus Florence. Melanjutkan pendampingan yang sudah sejak pemeriksaan dulu saat masih di Polda," tegasnya.

Sementara itu, dalam persidangan, Jaksa Rahayu Nur Raharsi menyebut eksepsi terdakwa tidak fokus sesuai pasal 156 KUHAP dan sudah masuk dalam pokok perkara.

"Kami mohon kepada majelis hakim agar menolak eksepsi seluruhnya, dan melanjutkan perkara pidana ini," ucap Rahayu dalam persidangan.

Selanjutnya, sidang lanjutan akan digelar Rabu (3/12/2014), pekan depan. Agendanya adalah pembacaan putusan sela.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Paket Diduga Sabu Ditemukan di Lapas Kelas II A Ambon

Dua Paket Diduga Sabu Ditemukan di Lapas Kelas II A Ambon

Regional
Laju Pertumbuhan Kubah Lava Gunung Merapi 8.500 Meter Kubik Per Hari

Laju Pertumbuhan Kubah Lava Gunung Merapi 8.500 Meter Kubik Per Hari

Regional
Sepekan Terakhir, Gunung Merapi Keluarkan 128 Kali Guguran Lava Pijar

Sepekan Terakhir, Gunung Merapi Keluarkan 128 Kali Guguran Lava Pijar

Regional
Diperkosa Kenalan Facebook, Seorang Siswi SMP Ditinggalkan Dalam Kebun

Diperkosa Kenalan Facebook, Seorang Siswi SMP Ditinggalkan Dalam Kebun

Regional
Melanggar Jam Malam, Kafe dan Rumah Makan di Kota Malang Dikenai Sanksi

Melanggar Jam Malam, Kafe dan Rumah Makan di Kota Malang Dikenai Sanksi

Regional
Viral di Medsos, Fenomena Awan Arcus Terlihat di Langit Bandara YIA Kulon Progo

Viral di Medsos, Fenomena Awan Arcus Terlihat di Langit Bandara YIA Kulon Progo

Regional
Hari Ke-7 Pencarian Sriwijaya Air SJ 182, Keluarga Pilot Afwan: Kami Ikhlas

Hari Ke-7 Pencarian Sriwijaya Air SJ 182, Keluarga Pilot Afwan: Kami Ikhlas

Regional
Gubernur Sulsel Siapkan Rumah Sakit untuk Rawat Korban Gempa Sulbar

Gubernur Sulsel Siapkan Rumah Sakit untuk Rawat Korban Gempa Sulbar

Regional
Tenaga Kesehatan di Daerah 3T di Maluku Dibolehkan Gunakan Dana Kesehatan untuk Urusan Vaksinasi

Tenaga Kesehatan di Daerah 3T di Maluku Dibolehkan Gunakan Dana Kesehatan untuk Urusan Vaksinasi

Regional
Seorang Mahasiswi Diperkosa lalu Ditinggal di Arena MTQ Tengah Malam

Seorang Mahasiswi Diperkosa lalu Ditinggal di Arena MTQ Tengah Malam

Regional
Gerebek 2 Pabrik Miras di Banyumas, Polisi Amankan 365 Liter Tuak

Gerebek 2 Pabrik Miras di Banyumas, Polisi Amankan 365 Liter Tuak

Regional
Wali Kota Palembang usai Disuntik Vaksin Covid-19: Saya Jadi Lebih Sehat

Wali Kota Palembang usai Disuntik Vaksin Covid-19: Saya Jadi Lebih Sehat

Regional
Terlibat Penipuan Rp 100 Juta dan Jadi Buronan, Wanita Ini Ditangkap

Terlibat Penipuan Rp 100 Juta dan Jadi Buronan, Wanita Ini Ditangkap

Regional
Mengenang Masa Kecil Bagian I: Nangis Pingin Dibeliin Sepeda dan Domba

Mengenang Masa Kecil Bagian I: Nangis Pingin Dibeliin Sepeda dan Domba

Regional
60.000 Warga Terima BST Rp 300.000 Selama PPKM di Badung

60.000 Warga Terima BST Rp 300.000 Selama PPKM di Badung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X