Guntur Bumi Wajib Lapor ke Polres Balikpapan Tiap Kamis

Kompas.com - 25/11/2014, 14:32 WIB
Guntur Bumi jalani sidang vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (10/9/2014) Kompas.com/Adysta PravitarestuGuntur Bumi jalani sidang vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (10/9/2014)
EditorGlori K. Wadrianto
BALIKPAPAN, KOMPAS.com - Kepolisian Resor Balikpapan, Kalimantan Timur, mewajibkan Guntur Bumi melapor setiap Kamis setelah penangguhan penahanannya dikabulkan. "Setiap Kamis, artinya sekali seminggu, yang bersangkutan harus melapor ke Polres di Balikpapan," kata Kepala Polres Balikpapan Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Andi Azis Nizar, Selasa (25/11/2014).

Bila yang bersangkutan tidak melapor sesuai ketentuan, maka penangguhan penahanannya segera dicabut dan polisi akan kembali menjebloskan tersangka dalam kasus pencuri perhiasan emas 200 gram itu ke dalam tahanan.

"Itu juga sudah kami ringankan sebab yang bersangkutan bertempat tinggal di luar Balikpapan. Wajib lapor itu dua kali seminggu sebetulnya," kata Andi Azis.

Cilik Guntur Bumi Al Qurthubi atau Guntur Bumi alias Muhammad Susilo Wibowo adalah tersangka dalam kasus pencurian 200 gram emas senilai Rp840 juta. Guntur Bumi sudah berada dalam tahanan Polres Balikpapan selama 19 hari ketika persetujuan atas permohonan penangguhan penahanannya dikabulkan.

"Kami kabulkan antara lain karena yang meminta penangguhan justru pelapor kasus ini sendiri," kata Kepala Polres Balikpapan.

Pengacara Guntur Bumi, Afrian Bondjol, mengatakan pelapor meminta permohonan penahanan karena kedua pihak sudah berdamai dan keluarga menjamin Guntur Bumi tidak akan kabur. Pelapor adalah pasangan suami isteri Abdur Rauf Hakim dan Yusdiana, yang mengadukan Guntur Bumi ke Polres Balikpapan pada 2012.

Guntur Bumi ditahan di Balikpapan karena tempat kejadian peristiwa ada di Balikpapan. Saat itu, Guntur Bumi yang masih disebut ustaz melakukan praktik pengobatan alternatif massal di rumah Hakim di Jalan MT Harjono di Balikpapan.

Selesai acara Abdul Rauf dan Yusdiana sadar telah kehilangan perhiasan emas 200 gram. Ketika Guntur Bumi hendak meninggalkan Balikpapan, salah seorang saksi yang mengantar Guntur Bumi ke Bandara Sepinggan melihat perhiasan emas yang hilang ada di tas pinggang Guntur Bumi.

Guntur Bumi lalu diamankan ke salah satu ruangan di bandara. Dalam rekaman video amatir, yang juga diunggah ke situs berbagi video YouTube, tampak Guntur Bumi duduk bersama Abdul Hakim dan di sekitarnya ramai petugas bandara dan polisi.

Menurut Muannas Alaidid, pengacara Guntur Bumi ketika itu, kedua pihak telah berdamai setelah Guntur Bumi mengembalikan perhiasan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Antara
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Api Membesar, TNI/Polri Bangun Posko Siaga di Gunung Tampomas

Api Membesar, TNI/Polri Bangun Posko Siaga di Gunung Tampomas

Regional
Meski Jokowi Kalah di Cianjur, Bupati Yakin Proyek Tol dan Puncak II Dilanjutkan

Meski Jokowi Kalah di Cianjur, Bupati Yakin Proyek Tol dan Puncak II Dilanjutkan

Regional
Fakta Ibis Sendok Raja, Burung yang Muncul di Pos Jokowi Setelah 'Hilang' 155 Tahun

Fakta Ibis Sendok Raja, Burung yang Muncul di Pos Jokowi Setelah "Hilang" 155 Tahun

Regional
Cerita di Balik Kebakaran Pipa Pertamina Cimahi, Satu WNA Tewas hingga Kerahkan 25 Damkar

Cerita di Balik Kebakaran Pipa Pertamina Cimahi, Satu WNA Tewas hingga Kerahkan 25 Damkar

Regional
Dapat Uang Rp 10 Juta dari Jokowi, Nenek Paulina Akan Punya Rumah Baru

Dapat Uang Rp 10 Juta dari Jokowi, Nenek Paulina Akan Punya Rumah Baru

Regional
Intip Cara Belajar Reza, Anak Sopir Lulusan ITB Peraih IPK 3,98

Intip Cara Belajar Reza, Anak Sopir Lulusan ITB Peraih IPK 3,98

Regional
Sebelum Terbakar, Pipa Minyak Pertamina Sempat Meledak Dua Kali

Sebelum Terbakar, Pipa Minyak Pertamina Sempat Meledak Dua Kali

Regional
Pasca-kebakaran Pipa Pertamina, Pemkot Cimahi Inventarisir dan Fasilitasi Kerugian Warga

Pasca-kebakaran Pipa Pertamina, Pemkot Cimahi Inventarisir dan Fasilitasi Kerugian Warga

Regional
Begini Cara FY Kuras Dana Nasabah BNI hingga Rp 58,9 Miliar

Begini Cara FY Kuras Dana Nasabah BNI hingga Rp 58,9 Miliar

Regional
Satu Pembunuh Sales Mobil Ditangkap di Hari Pertama Kerja

Satu Pembunuh Sales Mobil Ditangkap di Hari Pertama Kerja

Regional
Pekan Kerajinan Jawa Barat 2019 Sebentar Lagi, Ada Apa Saja?

Pekan Kerajinan Jawa Barat 2019 Sebentar Lagi, Ada Apa Saja?

Regional
Sundutan Rokok Pemicu Balon di Kediri Meletus Lukai 5 Warga

Sundutan Rokok Pemicu Balon di Kediri Meletus Lukai 5 Warga

Regional
Siswa SMK yang Tikam Gurunya hingga Tewas Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Siswa SMK yang Tikam Gurunya hingga Tewas Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Regional
Gempa Bumi Bermagnitudo 5,1 Guncang Sumba Barat Daya, NTT

Gempa Bumi Bermagnitudo 5,1 Guncang Sumba Barat Daya, NTT

Regional
Terkait Dana Hibah, Ketua DPRD Sumsel Diperiksa Kejagung

Terkait Dana Hibah, Ketua DPRD Sumsel Diperiksa Kejagung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X