Pemuda Kaltim Siap Berperang Merebut Blok Mahakam

Kompas.com - 24/11/2014, 19:35 WIB
Anjungan Blok Mahakam di laut lepas Kalimantan Timur, Selasa (21/5/2013).

KOMPAS/SUBUR TJAHJONOAnjungan Blok Mahakam di laut lepas Kalimantan Timur, Selasa (21/5/2013).
|
EditorFarid Assifa
SAMARINDA, KOMPAS.com - Polemik pengelolaan Blok Kaya Migas Blok Mahakam masih bergulir. Setelah Pemerintah Daerah (Pemda) Kutai Kartanegara dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim menuntut pengelolaan lanjutan, kali ini sejumlah elemen kepemudaan di Kaltim angkat suara. Bahkan, dalam memerjuangkan Blok Mahakam, pemuda Kaltim siap berperang.

“Kami meminta pemerintah daerah harus ikut dalam pengelolaan Blok Mahakam. Kelanjutan nasib Blok Mahakam, juga menjadi hak pemerintah daerah. Jika hal tersebut tidak dipenuhi pemerintah pusat, kami bakal bertindak ekstrem,” kata Ketua KNPI Kaltim, Khairudin melalui sambungan telepon, Senin (24/11/2014).

Dijelaskan Khairudin, selama ini, Kaltim sudah sering dimarjinalkan oleh pemerintah pusat. Termajinalnya Kaltim itu terlihat dari tidak adanya putra Kaltim yang jadi menteri, serta tidak adanya Dana Alokasi Umum (DAU). Sehingga, kata dia, untuk Blok Mahakam, kepemudaan Kaltim meminta pemerintah pusat harus menggandeng pemerintah daerah.

“Soal Blok Mahakam, kami akan berjuang untuk itu. Pemerintah pusat sudah terlalu sering memarjinalkan Kaltim, dan kali ini tidak boleh. Mengingat Blok Mahakam adalah sumber perekonomian yang besar untuk negara,” tegas mantan ketua DPRD Kukar itu.

Menurut Khairudin, keterlibatan Pemerintah Kaltim untuk Blok Mahakam bisa dalam bentuk pembagian saham, maupun operator pengelolaan. Terkait jumlah saham, Khairudin menyebut minimal 30 persen untuk Kaltim.

“Minimal 30 persen lah, pokoknya tidak boleh di bawah 20 persen. Itu merupakan sebuah ruh bagi masyarakat Kaltim agar memiliki aset sendiri atas kekayaan yang dimilikinya. Adil kan,” sebutnya.

Khairudin menyatakan tak masalah jika kepemudaan Kaltim disebut anak "nakal". Sebab, hak yang menjadi milik Kaltim harus kembali ke Kaltim lagi.

“Disebut anak nakal, tidak masalah. Kami akan lebih ekstrem untuk memperjuangkan hak Kaltim. Kami harus ekstremis agar diperhatikan pemerintah pusat. Ini hak Kaltim, dan harus kembali ke Kaltim,” tandasnya.

Untuk mengambil jalur perjuangan itu, KNPI Kaltim didukung oleh 73 Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang selama ini tergabung di KNPI Kaltim, akan terus menyuarakan pengelolaan Blok Mahakam melibatkan Kaltim.

“Blok Mahakam milik Kaltim, kami berprinsip untuk berjuang. Bahkan kalau perlu berperang, untuk mempejuangkan apa yang sudah seharusnya menjadi hak rakyat Kaltim, kami siap. Karena Blok Mahakam itu milik kami,” tegasnya.

Diketahui, Blok Mahakam kini masih dikelola oleh Total E&P Indonesie bersama Inpex. Kontrak di Blok Mahakam yang masuk Kabupaten Kutai Kartanegara itu akan habis pada tahun 2017 mendatang. Pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM hampir pasti menunjuk Pertamina sebagai operator selanjutnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mobil Mewah Bergambar Machfud-Mujiaman, Timses: Pak Machfud ke Mana-mana Pakai Innova

Mobil Mewah Bergambar Machfud-Mujiaman, Timses: Pak Machfud ke Mana-mana Pakai Innova

Regional
Soal Pemulung Positif Covid-19, Satgas Ambon: Sudah Beberapa Kali Dijemput, tapi Melarikan Diri

Soal Pemulung Positif Covid-19, Satgas Ambon: Sudah Beberapa Kali Dijemput, tapi Melarikan Diri

Regional
Kasus Oknum Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Dilakukan Berkali-kali sampai Korban Histeris

Kasus Oknum Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Dilakukan Berkali-kali sampai Korban Histeris

Regional
Pria Mencurigakan di Rumah Makan Ogan Ilir Digeledah, Isi Tasnya Ada 1 Kg Sabu

Pria Mencurigakan di Rumah Makan Ogan Ilir Digeledah, Isi Tasnya Ada 1 Kg Sabu

Regional
Video 5 Remaja Perempuan Memperebutkan Lelaki Viral, Polisi Panggil Keluarga dan Pihak Sekolah

Video 5 Remaja Perempuan Memperebutkan Lelaki Viral, Polisi Panggil Keluarga dan Pihak Sekolah

Regional
Muncul Klaster Unjuk Rasa di Tangerang, 8 Pedemo Positif Covid-19

Muncul Klaster Unjuk Rasa di Tangerang, 8 Pedemo Positif Covid-19

Regional
Pasutri Dokter Sembuh dari Covid-19, padahal Punya Sakit Jantung, Hipertensi, dan Obesitas

Pasutri Dokter Sembuh dari Covid-19, padahal Punya Sakit Jantung, Hipertensi, dan Obesitas

Regional
19 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning Covid-19, Ini Pesan Khofifah untuk Warganya...

19 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning Covid-19, Ini Pesan Khofifah untuk Warganya...

Regional
Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Regional
Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Regional
Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Regional
Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Regional
Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Regional
Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Regional
2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus 'Lockdown'

2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus "Lockdown"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X