Kompas.com - 24/11/2014, 16:07 WIB
Brigadir Rudy Soik (kemeja hijau lengan panjang) saat melaporkan atasannya ke Komnas HAM di Jakarta. Dok pribadi untuk KOMPAS.comBrigadir Rudy Soik (kemeja hijau lengan panjang) saat melaporkan atasannya ke Komnas HAM di Jakarta.
|
EditorFarid Assifa
KUPANG, KOMPAS.com — Setelah berkas perkaranya dinyatakan lengkap, Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT) akhirnya menyerahkan Brigadir Polisi (Brigpol) Rudy Soik ke Kejaksaan Tinggi NTT, Senin (24/11/2014) siang.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTT AKBP Agus Santoso mengatakan kepada Kompas.com, Senin siang, bahwa kasus Rudy sudah dinyatakan lengkap oleh jaksa. Oleh karena itu, kewajiban pihaknya sebagai penyidik adalah menyerahkan tersangka dan barang bukti kepada jaksa untuk proses persidangan lebih lanjut.

Kepala Kejaksaan Tinggi NTT John Walingson Purba yang dihubungi secara terpisah mengatakan, pihaknya langsung menahan Rudy di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Kupang setelah menerima berkas perkara dari Polda NTT.

"Ada tiga alasan penahanan, yakni tindak pidana yang dilakukan oleh Rudy Soik bisa (jadi alasan) untuk dilakukan penahanan. Kemudian penyidik melakukan penahanan, dan tindak lanjut dilakukan oleh jaksa, serta yang terakhir, supaya persidangan cepat selesai," ujar John.

Menurut John, Brigpol Rudy Soik akan ditahan hingga perkara tersebut mendapatkan ketetapan hukum.

Penahanan Rudy

Seperti diberitakan, Polda NTT sebelumnya menetapkan Rudy sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap Ismail Pati Sanga (30), warga Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT, Rabu (29/10/2014). Penganiayaan dilakukan ketika Ismail dijemput Rudy dan beberapa rekannya di Kelapa Lima, Kota Kupang. [Baca juga: Dilaporkan Menganiaya, Brigpol Rudy Soik Dijadikan Tersangka]

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rudy meminta Ismail memberitahukan keberadaan Tony Seran, rekan Ismail, yang diduga merupakan anggota jaringan perdagangan manusia. Ismail mengaku tidak tahu sehingga terjadi cekcok antara dia dan Rudy. Rudy kemudian memukul dan menendang dada Ismail.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTT AKBP Agus Santoso mengatakan, setelah ditetapkan sebagai tersangka, Rudy tidak langsung ditahan. Pertimbangannya, Rudy bertindak kooperatif, tidak melarikan diri, dan tidak menghilangkan barang bukti. Rudy baru ditahan setelah ia tampil dalam acara Mata Najwa yang disiarkan di Metro TV pada Rabu (19/11/2014). [Baca juga: Kronologi Penahanan Brigadir Rudy Soik Seusai Tampil di "Mata Najwa"]

Diteror dan diancam

Saat dihubungi Kompas.com, Minggu (9/11/2014), Rudy mengaku, ia dan keluarganya mendapat ancaman pembunuhan melalui telepon dari orang tak dikenal. Selain itu, setelah bertugas sebagai anggota tim pengusut mafia perdagangan orang di NTT, ia juga mengaku mendapat sejumlah teror dan intimidasi dari sejumlah pejabat tinggi di Polda NTT yang pernah ia laporkan ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. [Baca juga: Ungkap Kasus "Trafficking" yang Libatkan Atasannya, Polisi Ini Terima Ancaman]

Pengacara Rudy Soik, Ferdy Tahu, mengatakan, langkah Polda NTT menetapkan Rudy sebagai tersangka adalah langkah yang keliru secara hukum karena kliennya bukan menganiaya, melainkan melakukan penggeledahan saat menjalankan tugas. Menurut Ferdy, saat menggeledah Ismail Pati Sanga, Rudy sedang menjalankan tugas bersama rekannya yang lain (satu tim). Mereka pun memiliki surat perintah tugas.

"Kita heran kenapa Rudy sendiri yang ditetapkan sebagai tersangka, sementara teman-temannya lain yang tergabung dalam satu tim yang ikut dalam penggeledahan kok tidak ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Itu yang menjadi pertanyaan kita. Selain itu, Rudy pada dasarnya bukan melakukan penganiayaan, melainkan penggeledahan," kata Ferdy. [Baca juga: Tuduhan Dibantah, Brigpol Rudy Soik Tak Menganiaya tetapi Menggeledah]

Ungkap trafficking

Rudy menjadi penyidik di jajaran Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda NTT. Ia mengadukan atasannya, Direktur Krimsus Polda NTT Komisaris Besar Polisi MS, ke Komnas HAM di Jakarta pada 19 Agustus 2014. MS dituding menghentikan secara sepihak penyidikan kasus calon TKI ilegal yang sedang ditangani Rudy. [Baca juga: Adukan Komandannya ke Komnas HAM, Langkah Rudy Dipuji]

Rudy mengatakan, kasus terkait calon TKI ilegal itu terjadi pada akhir Januari 2014. Ketika itu, ia bersama enam rekannya di Ditreskrimsus Polda NTT menyidik 26 dari 52 calon TKI yang diamankan karena tak memiliki dokumen.

Terkait laporannya ke Komnas HAM, Rudy menyatakan siap dipecat jika aduannya terbukti direkayasa. Namun, jika komandan yang terbukti bersalah, maka dia meminta masyarakat dan pemerintah untuk menghukum pelaku. [Baca juga: Laporkan Komandannya ke Komnas HAM, Brigpol Rudy Tak Takut Dipecat]

Rudy juga meminta Polda NTT untuk tidak memperlakukan dirinya seperti musuh bagi polisi karena, bagaimanapun, dia dan komandannya adalah anggota polisi aktif.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Regional
Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Regional
Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Regional
Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.