Dua Korban dalam Baku Tembak di Batam

Kompas.com - 20/11/2014, 16:30 WIB
Kepala Kepolisian RI Jenderal (Pol) Sutarman seusai menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla, Kamis (30/10/2014), di Kantor Wakil Presiden, Jakarta. KOMPAS.com/ICHA RASTIKKepala Kepolisian RI Jenderal (Pol) Sutarman seusai menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla, Kamis (30/10/2014), di Kantor Wakil Presiden, Jakarta.
EditorLaksono Hari Wiwoho
BATAM, KOMPAS.com — Baku tembak pada hari Rabu (19/11/2014) malam di Markas Komando Brimob Kepolisian Daerah Kepulauan Riau mengakibatkan dua korban. Satu orang di antaranya tewas dan sudah dibawa ke Sumatera Utara.

Korban tewas adalah anggota Batalyon Infanteri 134/Tuah Sakti, Prajurit Kepala JK Marpaung. Dadanya terkena tembakan. Luka tembakan terlihat di punggung kiri dan dada kanan.

Marpaung diangkut ke RSUD Embung Fatimah dengan ambulans Yonif 134/TS dari lokasi kejadian pada hari Rabu malam. Belasan tentara menjaga rumah sakit dan melarang jurnalis mendekat.

Bahkan, terdengar beberapa kali tembakan dari luar lingkungan rumah sakit pada hari Kamis dini hari. Tidak diketahui dari mana arah tembakan dan siapa yang melepaskan tembakan itu.

Hal yang jelas, pada pagi hari, sudah dipastikan Marpaung tewas. Jenazahnya diterbangkan pada hari Kamis (20/11/2014) pagi ke Sumatera Utara.

Selain Marpaung, ada warga sipil yang terkena tembakan. Pria bernama Kamdani (36) itu tertembak di paha kanan sekitar pukul 22.55. ”Dia sedang di lantai tiga saat tertembak,” ujar Sarjuki, tetangga yang mengantar korban ke rumah sakit.

Kamdani bekerja sebagai tukang bangunan di SDIT Insan Harapan. Sekolah itu terletak di dekat lokasi baku tembak. ”Saya tidak tahu dia sedang apa di atas gedung sekolah,” ujar Sarjuki.

Hingga Kamis siang, Kamdani belum dioperasi. Ia masih berada di Paviliun Melati, kamar nomor 4. ”Kabarnya baru akan dioperasi Jumat siang. Hari ini dijadwalkan pemindaian untuk mengetahui posisi pasti peluru di tubuhnya,” ujar Sarjuki.

Pertemuan

Di Markas Polda Kepulauan Riau (Kepri), Kepala Polri Jenderal (Pol) Sutarman dan Kepala Staf TNI AD Jenderal Gatot Nurmantyo menggelar pertemuan tertutup. Sutarman tiba lebih dahulu di Batam dan bertemu Wakil Gubernur Kepri Soerya Respationo.

Soerya dan Sutarman tidak bersedia memberikan keterangan kepada wartawan setelah pertemuan itu. Sutarman hanya menyatakan akan memberikan keterangan setelah bertemu dengan Gatot Nurmantyo.

Pertemuannya dengan Gatot dimulai pukul 11.30 dan masih berlangsung hingga berita ini diturunkan. Kepala Polda Kepri Brigadir Jenderal (Pol) Arman Depari dan Komandan Satuan Brimob Polda Kepri Komisaris Besar Tory Kristian terlihat mendampingi Sutarman.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus WNA Masuk Indonesia di Tengah Wabah Corona, TKA China di Ketapang hingga Bintan Dipulangkan

Kasus WNA Masuk Indonesia di Tengah Wabah Corona, TKA China di Ketapang hingga Bintan Dipulangkan

Regional
Fakta Dibongkarnya Makam Pasien Positif Corona, Warga Bunyikan Kentongan, Bupati Turun Tangan

Fakta Dibongkarnya Makam Pasien Positif Corona, Warga Bunyikan Kentongan, Bupati Turun Tangan

Regional
Duduk Perkara Penolakan Pemakaman Pasien Covid-19 di Banyumas, Bupati Minta Maaf dan Pimpin Pembongkaran Makam

Duduk Perkara Penolakan Pemakaman Pasien Covid-19 di Banyumas, Bupati Minta Maaf dan Pimpin Pembongkaran Makam

Regional
Keluarga Pasien Corona: Kenapa Kamu Larang Saya Keluar, Nanti Saya Bakar Sekalian Rumah Ini

Keluarga Pasien Corona: Kenapa Kamu Larang Saya Keluar, Nanti Saya Bakar Sekalian Rumah Ini

Regional
Dua Warga Pemalang Positif Corona, Punya Riwayat Pernah ke Semarang dan DIY

Dua Warga Pemalang Positif Corona, Punya Riwayat Pernah ke Semarang dan DIY

Regional
Menyoal Kedatangan 316 WNI dari Italia, Dinyatakan Sehat Setelah Karantina di Kapal dan Rapid Tes di Bali

Menyoal Kedatangan 316 WNI dari Italia, Dinyatakan Sehat Setelah Karantina di Kapal dan Rapid Tes di Bali

Regional
5 Fakta Siswi SMK Diperkosa 7 Temannya, Terbongkar dari Ancaman Pelaku di Ponsel, Korban Alami Trauma

5 Fakta Siswi SMK Diperkosa 7 Temannya, Terbongkar dari Ancaman Pelaku di Ponsel, Korban Alami Trauma

Regional
Oknum PNS Ditangkap Polisi Gara-gara Gadaikan 26 Mobil Sewaan

Oknum PNS Ditangkap Polisi Gara-gara Gadaikan 26 Mobil Sewaan

Regional
Purwakarta Batasi Hilir Mudik Kendaraan AKDP dan Bolehkan Angkot Tetap Beroperasi

Purwakarta Batasi Hilir Mudik Kendaraan AKDP dan Bolehkan Angkot Tetap Beroperasi

Regional
Dituding Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji Sebut Hanya Skenario Anggota Keluarga untuk Memeras Uang

Dituding Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji Sebut Hanya Skenario Anggota Keluarga untuk Memeras Uang

Regional
'Rapid Test', 11 Warga Sumedang Positif Covid-19 dan 4 di Antaranya Tenaga Medis

"Rapid Test", 11 Warga Sumedang Positif Covid-19 dan 4 di Antaranya Tenaga Medis

Regional
Puluhan Santri di Kaltim Berstatus ODP, Pernah Hadir di Ijtima Ulama Gowa

Puluhan Santri di Kaltim Berstatus ODP, Pernah Hadir di Ijtima Ulama Gowa

Regional
RSU dr Slamet Garut Minta Tempat Tinggal Sementara untuk Tenaga Medis

RSU dr Slamet Garut Minta Tempat Tinggal Sementara untuk Tenaga Medis

Regional
Hadapi Corona, Ganjar Minta Desa Hidupkan Lagi Tradisi Jimpitan untuk Lumbung Pangan

Hadapi Corona, Ganjar Minta Desa Hidupkan Lagi Tradisi Jimpitan untuk Lumbung Pangan

Regional
9 Kasus Positif Covid-19 di Jayapura, Pemda Pertimbangkan Karantina Wilayah

9 Kasus Positif Covid-19 di Jayapura, Pemda Pertimbangkan Karantina Wilayah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X