Kompas.com - 18/11/2014, 18:57 WIB
Amiruddin dan Rustam jadi buronan sejak dipastikan kabur dari lapas. Kalapas Balikpapan Edy Hardoyo menerangkan posisi CCTV yang memantau lokasi tempat dua napi ini kabur melompati pagar. kompas.com/dani jAmiruddin dan Rustam jadi buronan sejak dipastikan kabur dari lapas. Kalapas Balikpapan Edy Hardoyo menerangkan posisi CCTV yang memantau lokasi tempat dua napi ini kabur melompati pagar.
|
EditorCaroline Damanik

BALIKPAPAN, KOMPAS.com – Dua narapidana dengan kasus sama, narkotika, Amiruddin alias Amir Aco dan Rustam Effendi, kabur dari Lapas Klasifikasi IIA di Balikpapan, Kalimantan Timur. Keduanya kabur, Selasa (18/11/2014) dini hari, dengan cara menjebol plafon ruang isolasi lalu melompati dua kali tembok penjara.

“Dia menjebol plafon,” kata Kepala Lapas Edy Hardoyo. Amir Aco dan Rustam, napi dengan kasus sama, yakni kepemilikan narkotika.

Keduanya menjalani hukuman kurungan lama, Amir 20 tahun penjara dan Rustam enam tahun. Masing-masing menempati sebuah kamar isolasi dan tidak berbaur dengan napi lain. Ruang isolasi merupakan ruang bagi napi dengan kasus khusus hingga karena alasan sakit. Ruang isolasi juga berada di lokasi belakang lapas, tepat di bawah dua pos jaga.

Edy memperkirakan, kedua napi kabur antara pukul 03.00 hingga 06,00. Ia mengaku belum tahu jelas cara keduanya bisa melarikan diri dengan mudah di tengah pengawasan penjaga lapas yang tiap jam mengamati tiap kamar. Selain itu, seluruh blok juga diawasi CCTV.

“Ada CCTV yang langsung mengarah ke pintu masuk (blok) isolasi,” kata Edy.

Pagi, saat jam pergantian jaga, baru diketahui terdapat dua napi isolasi raib dari kamar mereka. Para petugas dibuat sibuk. Mereka mendapati tangka rakitan dari tali tampar dan kayu sengon tergantung di luar tembok di belakang lapas seluas 2 hektare itu. Tangga menjuntai di dinding tepat di hadapan komplek pegawai lapas. Mereka meyakini, kedua napi ke luar tembok dengan bantuan tangga ini.

Amir Aco dan Rustam dikenal sebagai bandar narkotika. Amir Aco sendiri sudah kenyang keluar masuk penjara. Dua kali hukuman pertama dijalani masing-masing enam tahun penjara. Kali ketiga, Amir tertangkap untuk urusan sama, sempat dituntut hukuman mati, namun pengadilan akhirnya memutuskan hukuman 20 penjara.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Tetapi yang ketiga ini dia masih banding,” kata Edy.

Amir menempati ruang isolasi seorang diri. Ruang isolasi ini merupakan blok tersendiri dari empat blok yang lain. Blok isolasi terdiri dari tujuh kamar. Sementara, Rustam yang juga napi dengan kasus serupa yakni kepemilikan narkoba, berada di ruang lain dalam blok isolasi ini. Rustam dihukum enam tahun penjara.

“Rustam masuk ke ruang isolasi ini karena punya sakit,” kata Edy.

Ini bukan kali pertama napi kabur dari Lapas Balikpapan. Pertengahan Maret 2014 lalu, dua napi dengan kasus perampokan dengan penganiayaan, Fery Irwansyah dan Angga Setiawan, juga melakukan hal serupa. Kedua berhasil melewati dua tembok setinggi empat meter plus satu meter kawat berduri. Keduanya belum tertangkap.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X