Penghayat Sunda Wiwitan: Agama Impor Diakui, Mengapa Agama Leluhur Tidak?

Kompas.com - 15/11/2014, 15:36 WIB
dokumentasi pribadi Ira Indrawardhana (tengah), salah satu pengahayat Sunda Wiwitan.
BANDUNG,KOMPAS.com – Penghayat Sunda Wiwitan, Ira Indrawardana menilai, ramainya kasus pengosongan kolom agama di KTP lebih disebabkan imbas dari panasnya suhu politik di tanah air. Untuk itu, ia berharap persoalan ini tidak dipolitisasi.

“Dengan kondisi politik sekarang, hal-hal yang disampaikan salah satu pihak bisa menjadi ramai oleh pihak lainnya,” ujar Ira di Bandung, Sabtu (15/11/2014).

Ira menjelaskan, polemik ini muncul saat Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengeluarkan pernyataan warga negara Indonesia (WNI) penganut kepercayaan yang belum diakui secara resmi oleh pemerintah, untuk sementara boleh mengosongkan kolom agama di KTP elektronik. Ke depan, pihaknya akan bernegosiasi dengan Menteri Agama untuk membahas hal tersebut. Namun ide Tjahjo itu menuai protes, terutama dari lawan politiknya.

Untuk mengakhiri polemik itu, Ira menyarankan sebaiknya semua pihak kembali ke Pasal 29 ayat 2 UUD 1945 yang menyebutkan bahwa negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap warga negara untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya.


“Di sana tak disebutkan, agama apa saja yang diakui negara. Yang harus diingat, agama adat tidak didirikan, tapi kami menerimanya secara turun-temurun. Mohon maaf, jika agama impor seperti Konghucu bisa diakui, kenapa agama-agama leluhur seperti kami tidak. Padahal kami sudah ada sebelum Indonesia merdeka,” terangnya.

Saat ini, penghayat seperti dirinya memiliki beberapa harapan. Pertama, sudah saatnya paradigma berpikir negara berubah dan mengakui eksistensi agama leluhur. Kedua, paradigma itu diwujudkan dalam kurikulum pendidikan. Masyarakat pun harus diberi hak-hak sipil, pekerjaan, akta nikah, akta kelahiran, dan lainnya.

“Terakhir, negara jangan melakukan pembiaran sehingga menimbulkan konflik horizontal terjadi,” pungkasnya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorFarid Assifa
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Ayah Penganiaya Putrinya, Balita Penderita Gizi Buruk Ditangkap Polisi

Ayah Penganiaya Putrinya, Balita Penderita Gizi Buruk Ditangkap Polisi

Regional
Remaja Pemilik Pabrik Ekstasi di Aceh Terancam Hukuman Mati

Remaja Pemilik Pabrik Ekstasi di Aceh Terancam Hukuman Mati

Regional
Cerita di Balik Video Viral Kawanan Lumba-lumba di Perairan Bali Utara, Muncul Pagi Hari di Jalur Transit

Cerita di Balik Video Viral Kawanan Lumba-lumba di Perairan Bali Utara, Muncul Pagi Hari di Jalur Transit

Regional
4 Fakta Perampokan BRI di Kalbar, Pelaku Tusuk Satpam hingga Terekam CCTV

4 Fakta Perampokan BRI di Kalbar, Pelaku Tusuk Satpam hingga Terekam CCTV

Regional
 Tiga Anggota TNI Dikeroyok Saat Bertugas, Puluhan Warga Ditangkap

Tiga Anggota TNI Dikeroyok Saat Bertugas, Puluhan Warga Ditangkap

Regional
Banyak Rebut Aset Pemkot, Khofifah Penasaran 'Wirid' yang Dibaca Risma

Banyak Rebut Aset Pemkot, Khofifah Penasaran "Wirid" yang Dibaca Risma

Regional
Pembunuh Mahasiswa Asal Timor Leste Lebih dari Satu Orang

Pembunuh Mahasiswa Asal Timor Leste Lebih dari Satu Orang

Regional
Suhu Dingin 15,9 Derajat di Malang, Hindari Es dan Keluar Malam

Suhu Dingin 15,9 Derajat di Malang, Hindari Es dan Keluar Malam

Regional
Cegah Penyalahgunaan Dana Reklamasi, KPK Sidak Perusahaan Tambang

Cegah Penyalahgunaan Dana Reklamasi, KPK Sidak Perusahaan Tambang

Regional
Cerita Kakek Mahmud yang Enggan Berpisah dengan Istrinya Saat Pergi Haji Bersama

Cerita Kakek Mahmud yang Enggan Berpisah dengan Istrinya Saat Pergi Haji Bersama

Regional
Kepala Jenazah Mahasiswa Timor Leste yang Terbungkus Selimut Winnie The Pooh Hilang

Kepala Jenazah Mahasiswa Timor Leste yang Terbungkus Selimut Winnie The Pooh Hilang

Regional
Jumlah Siswa di SMK Ini Terus Menyusut, Tahun Ini Hanya Terima 1 Murid Baru

Jumlah Siswa di SMK Ini Terus Menyusut, Tahun Ini Hanya Terima 1 Murid Baru

Regional
Risma Ingin Ubah Nama Jalan Bung Tomo Surabaya

Risma Ingin Ubah Nama Jalan Bung Tomo Surabaya

Regional
Pantai Selatan Yogyakarta Rawan Potensi Gempa dan Tsunami, Ini yang Harus Dilakukan

Pantai Selatan Yogyakarta Rawan Potensi Gempa dan Tsunami, Ini yang Harus Dilakukan

Regional
Tidak Netral Saat Pemilu, Ketua Bawaslu Surabaya Dipecat

Tidak Netral Saat Pemilu, Ketua Bawaslu Surabaya Dipecat

Regional
Close Ads X