Buruh Tiba-tiba Tolak Besaran Upah Minimum, Risma Batal Tanda Tangan

Kompas.com - 13/11/2014, 12:29 WIB
Walikota Surabaya, Tri Rismaharini. KOMPAS.com/Achmad FaizalWalikota Surabaya, Tri Rismaharini.
|
EditorCaroline Damanik

SURABAYA, KOMPAS.com — Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menolak menandatangani usulan upah minimum kabupaten/kota (UMK) karena perwakilan pekerja tidak mau menerima usulan nilai UMK 2015 yang disodorkan Dewan Pengupahan, yaitu sebesar Rp 2.588.000.

Nilai UMK tersebut hampir saja ditandatangani Risma di rumah dinasnya dengan dihadiri perwakilan serikat buruh. Namun, saat Risma menegaskan apakah usulan itu disepakati, buruh tiba-tiba menolak angka itu.

"Nilai Rp 2.588.000 tidak ada dalam pembahasan terakhir di forum dewan pengupahan semalam," kata salah satu perwakilan serikat pekerja, Andi Peci, Kamis (13/11/2014).

Mereka pun akhirnya meminta waktu untuk menggelar diskusi terbatas tentang nilai UMK 2015 di luar area rumah dinas wali kota.

"Silakan disepakati dulu, saya tidak berkenan tanda tangan jika pekerja belum sepakat nilai itu," kata Risma.

Diskusi terbatas perwakilan pekerja pun sampai saat ini masih berlangsung dan belum menemukan titik temu soal nilai UMK 2015 yang disepakati.

Menurut Ketua Dewan Pengupahan yang juga kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya, Dwi Kuncoro, usulan nilai Rp 2.588.00 merupakan jalan tengah untuk menjaga agar kesejahteraan pekerja di Surabaya dan iklim investasi di Surabaya tetap terjaga.

"Angka ini merupakan hitungan KHL yang diambil dari UMK berjalan, yaitu Rp 2,2 juta, ditambah 4,4 persen asumsi inflasi, 7,3 persen pertumbuhan ekonomi Surabaya 2015, serta ditambah lagi 5 persen sebagai upaya untuk kesejahteraan buruh," katanya.

Nilai UMK jalan tengah itu untuk menjembatani kepentingan usulan nilai UMK pekerja dan pengusaha yang jauh berbeda. Pekerja mengusulkan besaran UMK Rp 2.840.000, dengan hitungan besaran KHL (kebutuhan hidup layak) sebesar Rp 2.517.583,66, ditambah inflasi tahunan Oktober-Desember sebesar 0,69 persen, inflasi RAPBN 2015 sebesar 4,4 persen, dan pertumbuhan ekonomi Kota Surabaya sebesar 7,3 persen.

Sementara itu, usulan pengusaha melalui Apindo, Rp 2.206.000, dengan perhitungan besaran KHL Rp 1.862.403,66, ditambah inflasi tahunan Oktober-Desember sebesar 0,69 persen, inflasi RAPBN 2015 sebesar 4,4 persen, dan pertumbuhan ekonomi Kota Surabaya sebesar 7,3 persen.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
Program 'Jangkar', Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Program "Jangkar", Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Regional
Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Regional
Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Regional
Tingkatkan Pendapatan Daerah, Pemprov Jabar Luncurkan 'Bapenda Kapendak'

Tingkatkan Pendapatan Daerah, Pemprov Jabar Luncurkan "Bapenda Kapendak"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.