Kompas.com - 12/11/2014, 17:23 WIB
Elvi (kiri) kakak kandung Sisca Yofie didampingi kuasa hukumnya Ramdan Alamsyah (kanan) di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (30/9/2013). Adi Suhendi/Tribunnews.comElvi (kiri) kakak kandung Sisca Yofie didampingi kuasa hukumnya Ramdan Alamsyah (kanan) di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (30/9/2013).
|
EditorCaroline Damanik

BANDUNG, KOMPAS.com - Mahkamah Agung (MA) memutuskan mengganjar Wawan, pelaku pembunuhan Franciesca Yofie, dengan hukuman mati. Hukuman tersebut lebih tinggi dibanding putusan Pengadilan Negeri (PN) dan Pengadilan Tinggi Jabar yang menjatuhi Wawan hukuman seumur hidup. Menanggapinya, Elfie, kakak korban, mengaku sudah memaafkan Wawan dan Ade sejak lama.

"Kami sudah maafkan. Kami tak punya dendam pada Wawan maupun Ade," ujar Elfie dalam konferensi persnya di Bandung, Rabu (12/11/2014).

Saat ini, keluarga hanya berharap Wawan disadarkan dan mau mengungkapkan siapa dalang di balik semua ini. Karena keluarga yakin, ada aktor di balik kasus yang menimpa sang adik.

"Kami berharap Wawan bertobat, buat apa mengorbankan nyawa untuk sesuatu yang enggak worthed? Ayo sebutkan apa yang sebenarnya terjadi? Apa motif di balik pembunuhan ini?" tuturnya berulang kali.

Vonis mati ini, sambung Elfie, harus dijadikan pelajaran buat semua masyarakat Indonesia, agar tidak menganggap remeh nyawa orang.

"Jangan menganggap nyawa orang itu tak berguna," ungkap Elfie.

Kasus Sisca F Yofie menjadi perhatian publik karena kekejaman dan kekejian yang dilakukan pembunuhnya. Wawan bersama Ade menyeret tubuh Sisca dengan sepeda motor selama 500 meter. Kejadian yang berlangsung Agustus 2013 di Jalan Cipedes Tengah, Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung ini membuat wajah Sisca hancur.

Atas tindakannya, Majelis Hakim Mahkamah Agung (MA) mengubah hukuman seumur hidup terhadap Wawan alias Awing menjadi hukuman mati. Wawan merupakan pelaku curas, penyebab Sisca F Yofie tewas secara mengenaskan. Vonis diberikan oleh tiga hakim agung yang dipimpin Artidjo Alkotsar dengan hakim anggota Gayus Lumbun dan Margono di Jakarta, Selasa, (11/11/2014).Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.