Kompas.com - 12/11/2014, 09:57 WIB
Wakil Ketua DPR Fadli Zon mendatangi Gedung Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (31/10/2014). KOMPAS.com/Abba GabrillinWakil Ketua DPR Fadli Zon mendatangi Gedung Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (31/10/2014).
|
EditorGlori K. Wadrianto
SEMARANG, KOMPAS.com — Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Semarang Sri Wahyu Ananingsih mengaku sangat prihatin dengan perkara yang menimpa pegiat Anti- Korupsi Jawa Tengah, Ronny Maryanto.

Ronny telah dijadikan tersangka atas tuduhan pencemaran nama baik Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon beberapa hari lalu.

"Ronny telah bertindak benar dengan melaporkan dugaan money politics. Tindakan itu mewakili warga negara yang baik karena berani melapor," kata Sri dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (11/11/2014) kemarin.

Berbekal temuan dugaan money politics itu, Ronny kemudian melaporkan ke Panwaslu Kota Semarang dengan pihak yang diduga melakukan politik uang adalah Fadli Zon, yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris Tim Pemenangan Prabowo-Hatta.

Fadli Zon dikabarkan menggelar kampanye di Pasar Bulu, Kota Semarang. Setelah dilapori, secara administrasi, Panwaslu menyatakan laporan yang disampaikan aktivis antikorupsi itu telah sesuai dengan prosedur yang ditetapkan.

Panwaslu kemudian menindaklanjuti laporan dengan menerjunkan tim di lapangan untuk mencari sejumlah bukti dan mengumpulkan para saksi. Tim juga telah meminta konfirmasi dari beberapa wartawan lokal di Semarang. Namun, dari beberapa saksi yang ditemui, dugaan itu tidak terbukti.

"Tim Panwaslu tidak menemukan penerima uang dari Fadli Zon seperti yang dilaporkan. Tim sudah berusaha bertemu dengan salah satu penerima uang yang diduga dari pemberian Fadli Zon, tetapi belum ketemu," timpal dosen Fakultas Hukum Universitas Diponegoro itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Akibat saksi tak berhasil ditemui, Panwas mengaku kesulitan untuk mencari sejumlah bukti tambahan. Dengan begitu, laporan tak memenuhi segala unsur sehingga tak layak dibawa ke Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kota Semarang.

"Kalau yang melapor itu banyak. Ada yang bawa bukti uang atau barang. Tapi, ketika diminta saksi, tak ada yang mau, semuanya pada takut," tambah dia.

Anggota Panwaslu Kota Semarang, M Ichwan, menambahkan, kasus yang mendera Rony akan menyurutkan niat masyarakat untuk berani melaporkan dugaan money politics. Hal itu, katanya, sangat berkaitan dengan upaya kriminalisasi pelapor.

"Partisipasi masyarakat sangat penting dan perlu ketika pemilu. Kami khawatir nantinya tidak ada warga masyarakat yang mau melapor ke Panwaslu," ujar dia.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.