Ibu dan Anak Dirantai karena Alami Gangguan Jiwa

Kompas.com - 06/11/2014, 22:06 WIB
TULUNGAGUNG, KOMPAS.com - Paisah (60) dan Nurhidayah (25) ternyata sudah belasan tahun hidup dengan kondisi kakinya dirantai. Akibatnya untuk melepas rantai sempat kesulitan karena kunci gemboknya sudah ada yang hilang dan besinya berkarat.

Semula, hanya anaknya, Nurhidayah yang dirantai. Namun sejak diceraikan suaminya, Paisah juga ikut mengalami gangguan kejiwaan.

"Nurhidayah sudah menunjukkan tanda-tanda mengalami gangguan jiwa, setelah lulus SD. Karena mengkhawatirkan Nur (Nurhidayah) akhirnya dirantai," ungkap Kanapi, Kaur Kesra Desa Tanggul Kundung dikutip Surya Online, Kamis (6/11/2014).

Mengetahui kondisi anaknya yang mengalami gangguan jiwa, rupanya membuat ibunya, Paisah ikut-ikutan depresi. Terlebih, suaminya sudah tidak memperhatikannya lagi, sehingga kondisinya semakin parah.

Akhirnya baik Nurhidayah dan Paisah sama-sama dirantai di rumahnya yang berada di pinggiran hutan. Beruntung, keluarganya masih banyak yang peduli, dengan secara rutin mengirimkan makanan. Termasuk para tetangganya yang prihatin dengan kondisi ibu dan anak itu juga banyak membantu memberikan makanan ala kadarnya.

"Selama ini, makanan diberikan keluarga dan tetangganya. Kalau mantan suaminya sudah tak pernah menjenguk lagi," jelasnya.

Dari hasil pernikahan dengan suaminya, Paisah punya dua anak. Namun anak kedua ikut ayahnya transmigrasi ke Sumatera. Kondisi itu yang membuat Paisah semakin tertekan sehingga mengalami gangguan jiwa seperti Nurhidayah.

Sebenarnya ibu dan anak itu sudah dua kali dirujuk ke RSJ Lawang. Namun karena suasana rumahnya yang tidak mendukung penyembuhan, membuat keduanya kambuh lagi setelah pulang dari RSJ Lawang.

Kanapi berharap warganya mendapatkan perhatian dari pemerintah, untuk dirawat ke RSJ Lawang. Masalahnya, selama ini ibu dan anak itu terpaksa dirantai, supaya tidak berlaku agresif kepada tetangganya.

Baca tentang


Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

150 Karyawan di 2 Pabrik Rokok di Probolinggo Positif Covid-19

150 Karyawan di 2 Pabrik Rokok di Probolinggo Positif Covid-19

Regional
Dijebak Video Call Seks dan Diperas Rp 4 Juta, Anggota DPRD Sambas Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Dijebak Video Call Seks dan Diperas Rp 4 Juta, Anggota DPRD Sambas Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
Anggota DPRD Tegal yang Gelar Konser Dangdut Tak Punya Sense of Crisis

Anggota DPRD Tegal yang Gelar Konser Dangdut Tak Punya Sense of Crisis

Regional
Viral Pernyataan Hasil Rapid Test Positif Atau Negatif Palsu, IDI Makassar: Itu Hanya Istilah

Viral Pernyataan Hasil Rapid Test Positif Atau Negatif Palsu, IDI Makassar: Itu Hanya Istilah

Regional
206 Tenaga Medis di Sumsel Terpapar Corona, 5 di Antaranya Meninggal

206 Tenaga Medis di Sumsel Terpapar Corona, 5 di Antaranya Meninggal

Regional
Dokter Senior Meninggal karena Covid-19, Pemda Langsa Sangat Kehilangan

Dokter Senior Meninggal karena Covid-19, Pemda Langsa Sangat Kehilangan

Regional
Banjir Sisakan Kerusakan Jalan di Sampoiniet, Aceh Jaya

Banjir Sisakan Kerusakan Jalan di Sampoiniet, Aceh Jaya

Regional
TKI Parti Liyani Ternyata Berjiwa Sosial, Rumahnya Dijadikan PAUD, Suka Beri Baju dari Singapura untuk Tetangga

TKI Parti Liyani Ternyata Berjiwa Sosial, Rumahnya Dijadikan PAUD, Suka Beri Baju dari Singapura untuk Tetangga

Regional
Dukun di Boyolali Bunuh Bayi Hasil Hubungan Gelap dengan Adik Ipar

Dukun di Boyolali Bunuh Bayi Hasil Hubungan Gelap dengan Adik Ipar

Regional
Anggota DPRD Sambas Diperas Modus Video Call Seks, 4 Pelaku Ditangkap

Anggota DPRD Sambas Diperas Modus Video Call Seks, 4 Pelaku Ditangkap

Regional
Ibu TKI Parti Liyani Jatuh Sakit Setelah Diberitahu Kasus Anaknya

Ibu TKI Parti Liyani Jatuh Sakit Setelah Diberitahu Kasus Anaknya

Regional
Suami Bupati Bogor Ade Yasin Meninggal karena Kanker Paru-paru

Suami Bupati Bogor Ade Yasin Meninggal karena Kanker Paru-paru

Regional
Warga Palopo Korban Penganiayaan Gangster, Polisi Lakukan Penyelidikan

Warga Palopo Korban Penganiayaan Gangster, Polisi Lakukan Penyelidikan

Regional
Terapkan Protokol Kesehatan Covid-19, Pengundian Nomor Urut Paslon Pilkada Asmat Dibatasi Tiga Orang

Terapkan Protokol Kesehatan Covid-19, Pengundian Nomor Urut Paslon Pilkada Asmat Dibatasi Tiga Orang

Regional
Konser Dangdut yang Digelar Wakil Ketua DPRD Tegal Tak Kantongi Izin Polisi

Konser Dangdut yang Digelar Wakil Ketua DPRD Tegal Tak Kantongi Izin Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X