Tuntut Upah Rp 3,75 Juta, Buruh di Kabupaten Bogor Ancam Blokade Tol

Kompas.com - 05/11/2014, 16:27 WIB
KOMPAS.com/RAMDHAN TRIYADI BEMPAH Aksi unjuk rasa para buruh di Kabupaten Bogor menuntut kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) sebesar 30 persen atau menjadi Rp 3.750.000. K97-14
BOGOR, KOMPAS.com — Untuk kesekian kalinya, ribuan buruh di Kabupaten Bogor kembali melakukan aksi unjuk rasa. Kali ini, mereka berdemo di depan Kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bogor, Rabu (5/11/2014).

Para buruh tetap menuntut pemerintah daerah untuk menaikkan upah minimum kabupaten (UMK) sebesar 30 persen atau naik menjadi Rp 3.750.000, yang sebelumnya hanya Rp 2.200.000.

Koordinator lapangan, Dadan Albana, mengatakan, tuntutan itu sudah sesuai dengan penghitungan item kebutuhan hidup layak (KHL) yang ada di Kabupaten Bogor. "Kami akan terus melakukan demo hingga esok hari sampai tuntutan kami dipenuhi oleh pemerintah," ucapnya.

Dadan menambahkan, rencana pemerintah pusat yang akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) juga menjadi alasan para buruh menuntut kenaikan upah. Menurut dia, jika harga BBM jadi naik, harga-harga pun akan ikut naik. Kondisi itu justru akan lebih menyusahkan rakyat kecil seperti buruh.


"Kami para buruh ingin hidup sejahtera, jangan karena harga BBM naik kami malah sengsara. Pemerintah juga harus mengurusi rakyat kecil seperti kami ini," kata Dadan.

Aksi unjuk rasa besar-besaran ini sempat diwarnai sweeping para buruh ke dalam pabrik untuk meminta rekan-rekan sesama buruh ikut berdemo. Bahkan, dalam orasinya, para buruh juga melakukan pembacaan puisi sebagai bentuk penolakan terhadap upah minim.

Unjuk rasa ini akan terus digelar hingga malam nanti, menunggu hasil pembahasan dari Dewan Pengupahan tentang besaran kenaikan upah yang akan diberikan. Jika dalam pembahasan tersebut tak sesuai dengan tuntutan, para buruh mengancam akan memblokade akses jalan tol pada esok hari.

Dewan Pengupahan Kabupaten Bogor mempunyai batas waktu hingga tanggal 7 November 2014 untuk mengkaji dan memutuskan besaran kenaikan upah minimum sebelum rekomendasi tersebut diserahkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorGlori K. Wadrianto
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Remaja Pemilik Pabrik Ekstasi di Aceh Terancam Hukuman Mati

Remaja Pemilik Pabrik Ekstasi di Aceh Terancam Hukuman Mati

Regional
Cerita di Balik Video Viral Kawanan Lumba-lumba di Perairan Bali Utara, Muncul Pagi Hari di Jalur Transit

Cerita di Balik Video Viral Kawanan Lumba-lumba di Perairan Bali Utara, Muncul Pagi Hari di Jalur Transit

Regional
4 Fakta Perampokan BRI di Kalbar, Pelaku Tusuk Satpam hingga Terekam CCTV

4 Fakta Perampokan BRI di Kalbar, Pelaku Tusuk Satpam hingga Terekam CCTV

Regional
 Tiga Anggota TNI Dikeroyok Saat Bertugas, Puluhan Warga Ditangkap

Tiga Anggota TNI Dikeroyok Saat Bertugas, Puluhan Warga Ditangkap

Regional
Banyak Rebut Aset Pemkot, Khofifah Penasaran 'Wirid' yang Dibaca Risma

Banyak Rebut Aset Pemkot, Khofifah Penasaran "Wirid" yang Dibaca Risma

Regional
Pembunuh Mahasiswa Asal Timor Leste Lebih dari Satu Orang

Pembunuh Mahasiswa Asal Timor Leste Lebih dari Satu Orang

Regional
Suhu Dingin 15,9 Derajat di Malang, Hindari Es dan Keluar Malam

Suhu Dingin 15,9 Derajat di Malang, Hindari Es dan Keluar Malam

Regional
Cegah Penyalahgunaan Dana Reklamasi, KPK Sidak Perusahaan Tambang

Cegah Penyalahgunaan Dana Reklamasi, KPK Sidak Perusahaan Tambang

Regional
Cerita Kakek Mahmud yang Enggan Berpisah dengan Istrinya Saat Pergi Haji Bersama

Cerita Kakek Mahmud yang Enggan Berpisah dengan Istrinya Saat Pergi Haji Bersama

Regional
Kepala Jenazah Mahasiswa Timor Leste yang Terbungkus Selimut Winnie The Pooh Hilang

Kepala Jenazah Mahasiswa Timor Leste yang Terbungkus Selimut Winnie The Pooh Hilang

Regional
Jumlah Siswa di SMK Ini Terus Menyusut, Tahun Ini Hanya Terima 1 Murid Baru

Jumlah Siswa di SMK Ini Terus Menyusut, Tahun Ini Hanya Terima 1 Murid Baru

Regional
Risma Ingin Ubah Nama Jalan Bung Tomo Surabaya

Risma Ingin Ubah Nama Jalan Bung Tomo Surabaya

Regional
Pantai Selatan Yogyakarta Rawan Potensi Gempa dan Tsunami, Ini yang Harus Dilakukan

Pantai Selatan Yogyakarta Rawan Potensi Gempa dan Tsunami, Ini yang Harus Dilakukan

Regional
Tidak Netral Saat Pemilu, Ketua Bawaslu Surabaya Dipecat

Tidak Netral Saat Pemilu, Ketua Bawaslu Surabaya Dipecat

Regional
Cerita Laila-Laili, Si Kembar Lumpuh yang Dibesarkan Penjual Karak

Cerita Laila-Laili, Si Kembar Lumpuh yang Dibesarkan Penjual Karak

Regional
Close Ads X