Kompas.com - 04/11/2014, 15:33 WIB
Tim Ekspedisi Cincin Api Kompas merambat menyeberangi aliran lahar di lereng Gunung Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur, untuk mencari keberadaan arca kembar (Arcopodo), Kamis (17/11/2011). Tim berhasil menemukan Arcopodo, yang telah dikabarkan hilang. Letak Arcopodo bukan di Pos Arcopodo di jalur pendakian. KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT KOMPAS.com / FIKRIA HIDAYATTim Ekspedisi Cincin Api Kompas merambat menyeberangi aliran lahar di lereng Gunung Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur, untuk mencari keberadaan arca kembar (Arcopodo), Kamis (17/11/2011). Tim berhasil menemukan Arcopodo, yang telah dikabarkan hilang. Letak Arcopodo bukan di Pos Arcopodo di jalur pendakian. KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT
|
EditorCaroline Damanik

MALANG, KOMPAS.com — Achmad Fauzy (30), mahasiswa program pascasarjana (S-2) jurusan Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, tewas saat mendaki Gunung Semeru. Dia diketahui tewas karena tertimpa batu yang jatuh dari Gunung Semeru.

Pria yang berasal dari Desa Tulaan, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, itu mengalami luka parah di bagian kepala, dan tewas di lokasi kejadian, tepatnya di wilayah Watu Gede.

Jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, Jawa Timur, Selasa (4/11/2014) siang. Menurut keterangan Ketua Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Ayu Dewi Utari, korban berangkat bersama lima teman pendaki lainnya yang juga mahasiswa S-2 UGM.

"Mereka izin mendaki ke Pos Ranu Pani pada Minggu (2/11/2014) pada pukul 14.00 WIB dengan tujuan Kalimati. Pada pukul 17.00 WIB, rombongan berangkat mendaki dari Ranu Pani menuju Ranu Kumbolo," ujar Ayu di kamar jenazah RSSA Malang, Selasa, saat menyambut kedatangan jenazah.

Saat tiba di Ranu Kumbolo, tiga pendaki tetap tinggal di tempat, sementara tiga pendaki lainnya memaksa melanjutkan pendakian ke Kalimati.

"Pada Senin (3/11/2014) pukul 05.00 WIB, ketiga pendaki sampai di Kalimati. Seharusnya, pendakian sudah berakhir di Kalimati. Akan tetapi, ketiganya memaksakan diri melanjutkan pendakian ke Gunung Semeru. Pada pukul 07.45 WIB, ketiganya sampai di Watu Gede, dan beristirahat," kata Ayu.

Setelah tak lama tinggal untuk beristirahat di Watu Gede, ia melanjutkan, tiba-tiba muncul angin kencang dan badai kering. Angin tersebut mengakibatkan batu-batu longsor dari atas Gunung Semeru, dan langsung menimpa bagian belakang kepala korban.

"Saat tertimpa batu, korban terguling-guling ke bawah. Dari hidung korban keluar darah. Kedua teman korban sudah menolongnya, tetapi korban tak sadarkan diri, dan langsung meninggal," katanya.

Dua pendaki yang saat itu bersama korban, Dedy dan Ali Akbar Hasibuhan, selamat dari longsor. Pada pukul 17.00 WIB, petugas TNBTS mendapatkan laporan dari petugas di Pos Ranu Pani.

"Yang melapor ke Pos Ranu Pani adalah Ali Akbar Hasibuan, rekan korban sendiri. Selasa, tim SAR dari TNBTS melakukan evakuasi, dan korban langsung dibawa ke kamar jenazah RSSA Malang," katanya.

Ayu mengatakan, ketiga pendaki sudah dilarang mendaki ke Semeru atau ke Mahameru karena angin yang besar menjelang pergantian musim.

"Ketiga pendaki itu salah mengambil waktu pendakian. Seharusnya, itu adalah waktu untuk turun, tetapi ketiganya malah naik," katanya.

"Saya sudah ingatkan bahwa pendakian seharusnya hanya sampai di Kalimati karena status Semeru sudah Waspada II sejak dua tahun lalu. Jika memaksa naik, risiko akan terjadi," ungkap Ayu.

Ayu berharap kepada para pendaki untuk tidak lagi mendaki ke wilayah Kalimati karena bisa membahayakan keselamatan mereka.

Jenazah korban akan diberangkatkan langsung ke rumah duka pada Rabu (5/11/2014) besok dari Malang melalui Bandara Juanda, Surabaya. Korban diketahui sudah menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di daerahnya. Untuk meniti kariernya, korban melanjutkan pendidikan ke program pascasarjana di UGM Yogyakarta.

"Istri korban juga seorang dokter di Kabupaten Aceh Singkil," kata Ayu.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.