Kompas.com - 01/11/2014, 16:44 WIB
: Romania Banu (32) warga Obe, Desa fafinesu A, Kecamatan Insana Fafinesu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), nekat membacok sang suami Gregorius Tae (36) karena sakit hati sering dianiaya. Romania kini mendekam di sel tahanan markas Polres TTU Kompas.com/Sigiranus Marutho Bere: Romania Banu (32) warga Obe, Desa fafinesu A, Kecamatan Insana Fafinesu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), nekat membacok sang suami Gregorius Tae (36) karena sakit hati sering dianiaya. Romania kini mendekam di sel tahanan markas Polres TTU
|
EditorCaroline Damanik

KEFAMENANU, KOMPAS.com - Romania Banu (32), warga Obe, Desa Fafinesu A, Kecamatan Insana Fafinesu, Kabupaten Timor tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), nekat membacok suaminya sendiri, Gregorius Tae (36), lantaran sakit hati sering dianiaya.

Romania membacok suaminya dengan menggunakan sebilah parang sebanyak tiga kali di tangan sebelah kanan, saat suaminya sedang tidur terlelap di dalam kamar mereka, Sabtu (1/11/2014) dinihari tadi. Akibat bacokan itu, korban menderita luka sabetan cukup serius di bagian tangan.

Kepala Sub Bagian Polres TTU, Iptu Felix Kadati kepada Kompas.com di Polres TTU, Sabtu (1/11/2014) mengatakan, setelah membacok sang suami, Romania langsung lari sambil membawa parang menyerahkan diri ke Polres TTU.

“Dia (Romania) selama ini sakit hati sering dipukuli suaminya sehingga dia nekat potong (bacok) suaminya pakai parang. Setelah itu dia lari dari rumahnya menuju salah satu kerabatnya di Kefamenanu dan pagi tadi dia serahkan diri di ke markas Polres TTU. Memang kita lihat wajahnya (Romania) ada bengkak dan lebam akibat dipukul suaminya,” ujar Felix.

Saat ini, lanjut Felix, Romania sudah mendekam di dalam sel tahanan Mapolres TTU untuk diproses lebih lanjut, sementara itu Gregorius sedang dijemput oleh sejumlah anggota Polres di kediamannya di Desa Fafinesu A Romania Banu yang diwawancarai sejumlah wartawan di pintu sel tahanan Polres TTU mengaku kesal dengan ulah suaminya yang sering mabuk minuman keras dan memukulinya setiap hari.

“Selama delapan tahun menikah, hampir setiap hari saya selalu dipukul. Kejadiannya kemarin sore saya suruh dia untuk kerja iris tuak (mengambil nira dari pohon lontar). Karena dia menolak untuk kerja, sehingga kami sampai bertengkar dan terakhir dia pukul saya. Bahkan dia sempat gantung saya, tetapi saya pun berontak dan melepaskan diri. Usai berkelahi dia kemudian tidur karena memang saat itu dia sementara mabuk sopi (minuman keras). Saat dia tidur sono (terlelap), saya ambil parang dan potong dia sebanyak tiga kali dan saya pun lari,” ungkap Romania.

Atas kejadian itu, Romania pasrah dan menerima diproses secara hukum dan dia berharap aparat penegak hukum bisa bersikap adil dan bijaksana dalam menindaklanjuti kasus yang menimpa dirinya itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, ditemui terpisah di Ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Polres TTU, Gregorius Tae yang datang memberikan keterangan polisi dengan kondisi tangan yang masih dibalut kain akibat pendarahan mengaku selama ini memang sering menganiaya istrinya.

“Kemarin dia paksa saya untuk pergi iris tuak tapi karena saya sedang mabuk sopi makanya saya tolak sehingga itu yang buat dia marah-marah. Karena terlalu jengkel maka saya tumbuk (tinju) dia di muka sampai dia setengah mati (nyaris pingsan). Usai berkelahi saya tidur dan sekitar pukul 2.00 Wita dinihari tadi saya sadar karena tangan saya sakit. Begitu saya lihat ternyata tangan ini penuh darah. Saya pun minta bantuan adik saya untuk mengobati luka ini. Selama ini kalau kami dua berkelahi, saya selalu pukul dia,” tutur Gregorius.

Terhadap perlakuan sang istri, Gregorius menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian untuk diproses secara hukum.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.