Kompas.com - 29/10/2014, 16:31 WIB
Ilustrasi obat. ShutterstockIlustrasi obat.
EditorFarid Assifa
BANDA ACEH, KOMPAS.com - Rumah sakit (RS) pemerintah di dua kabupaten, yakni Aceh Singkil dan Simeulue ditemukan memasok obat palsu berupa ribuan tablet obat batuk dan 342 ampul (botol kecil 2 mililiter) obat bius.

"Kami temukan dua kali dimana kali pertama penemuannya kami dapati 26 pot obat batuk tablet palsu dan kali keduanya kami temukan lebih banyak lagi. Begitu pula obat bius injeksinya kami temukan sebanyak 342 ampul," ungkap Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh, Dra Sjamsuliani Apt MM dikutip Serambi Indonesia, Selasa (28/10/2014).

Disebutkan, dari 26 pot tablet obat batuk itu diperkirakan satu pot berisikan 250 tablet. Ada ribuan tablet obat batuk palsu yang ditemukan saat itu.

Sjamsuliani menjelaskan, yang seharusnya obat batuk ini mengandung kodein tapi ternyata, setelah mereka uji, obat palsu yang dipasok mengandung gliseril guaiakolat (GG).

"Kasus pemasokan obat palsu ini kita temui tahun 2013 dan kasus ini masih kita tangani sampai sekarang. Dilakukan oleh rumah sakit pemerintah setempat, juga gudang farmasinya," kata Sjamsuliani.

Dia menegaskan, sebuah obat tidak boleh dipalsukan, karena jika ini terjadi, akan mengubah fungsi. Ini sangat berbahaya bagi masyarakat karena yang pasti obat tersebut bisa menyebabkan efek samping.

Obat satunya lagi yang dipalsukan, kata Sjamsuliani, adalah obat bius injeksi phetidin HCl. Obat tersebut bukan lagi mengandung phetidin, tapi mengandung lidocaine, yang akhirnya juga mengubah fungsi dari obat bius umum menjadi obat bius lokal.

"Kasus ini sudah dalam proses penindakan hukum. Berdasarkan interogasi kami, pihak RS ini mengaku tidak tahu bahwa itu barang palsu. Padahal mereka (pihak RS) mengetahui prosedur membeli obat jenis narkotik yang sebenarnya," sebut Sjamsuliani.

Setiap pembelian obat jenis narkotika, katanya, mempunyai sistem, di antaranya, siapa yang membeli, pembelian harus di Pedagang Besar Farmasi (PBF) yang dianjurkan dan harus ada penanggung jawabnya.

"Sistem ini yang mereka coba langgar. Terlepas dari kurang atau tidak obatnya, seharusnya rumah sakit itu tidak boleh begitu. Rumah sakit tetap harus memberikan obat yang aman bagi masyarakat," tegasnya.

Jika obat tidak memenuhi keamanan, masyarakat akan menanggung risiko yang sangat membahayakan.

Dikatakan Sjamusiliani, terungkapnya pemasokan obat palsu di dua rumah sakit itu melalui pemeriksaan rutin. Petugas BBPOM setiap hari melakukan pemeriksaan. Berdasarkan surat edaran BBPOM pusat, sudah ditentukan obat-obat tertentu yang dinyatakan palsu.

"Sehingga ketika kami melakukan pemeriksaan, kami mendapati ciri-ciri obat palsu itu dari pemeriksaan dua jenis obat tersebut. Hal itu semakin terbukti ketika kami melakukan uji laboratorium menunjukkan bahwa dua jenis obat itu benar-benar palsu," jelas Sjamsuliani.

"Berdasarkan Surat Edaran BBPOM Pusat, jika menemukan obat palsu harus di-recall. Tak hanya di-recall tapi juga harus ditarik peredarannya," ujarnya. (avi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
Program 'Jangkar', Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Program "Jangkar", Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Regional
Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Regional
Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Regional
Tingkatkan Pendapatan Daerah, Pemprov Jabar Luncurkan 'Bapenda Kapendak'

Tingkatkan Pendapatan Daerah, Pemprov Jabar Luncurkan "Bapenda Kapendak"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.