Segera, Pembangkit Listrik Panas Bumi di Gedongsongo

Kompas.com - 28/10/2014, 02:37 WIB
Keindahan Candi Gedong Songo yang berada di lereng Gunung Ungaran, Kebupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (14/7/2011). Candi Hindu yang dibangun sekitar abad VII tersebut ditemukan Loten tahun 1740. Rafles mencatat kawasan candi tersebut dengan nama Gedong Pitoe sesuai dengan kelompok bangunan yang berjumlah tujuh. KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA Keindahan Candi Gedong Songo yang berada di lereng Gunung Ungaran, Kebupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (14/7/2011). Candi Hindu yang dibangun sekitar abad VII tersebut ditemukan Loten tahun 1740. Rafles mencatat kawasan candi tersebut dengan nama Gedong Pitoe sesuai dengan kelompok bangunan yang berjumlah tujuh.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
UNGARAN, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Semarang terus mendorong kebijakan pengembangan listrik bertenaga panas bumi (geothermal) diwilayahnya. Pilihan energi alternatif ini dalam rangka mengantisipasi ancaman defisit energi listrik, menyusul belum terlaksananya proses pembangunan PLTU Batang.  

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Semarang, Gunawan Wibisono mengatakan, pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) akan dikembangkan di Gunung Ungaran dan Telomoyo.

PLTP gunung Ungaran, di Kecamatan Bandungan diperkirakan memiliki kapasitas mencapai 2 X 500 megawatt (MW). PLTP gunung Ungaran, yang berlokasi di sekitar kompleks Candi Gedongsongo saat ini masih terus berproses dengan investor PT Giri Indah Sejahtera (GIS).  

Adapun potensi serupa di kawasan gunung Telomoyo, yang berlokasi di wilayah Kecamatan Getasan, belum siap digarap. “PLTP Gunung Ungaran sudah siap karena sudah ada realisasi sosialisasi, studi banding, bahkan sudah dilelangkan,” ungkap Gunawan di Ungaran, Senin (27/10/2014).

Menurut Gunawan, proses pengembangan energi panas bumi di Gedongsongo ini sudah dirintis sejak beberapa tahun yang lalu. Namun, penggarapannya sempat terkendala proses perizinan, karena lokasinya yang berada di dalam kawasan lahan Perum Perhutani. Selain itu, lokasinya juga berada dekat dengan kawasan perlindungan cagar budaya, Candi Gedongsongo.

Namun persoalan ini tidak lagi menjadi kendala karena sudah terpecahkan. Prinsipnya, ujar Gunawan, kedua pemangku kebijakan tersebut merekomendasikan agar dibuat kawasan perlindungan. Nantinya kawasan candi harus terlindungi hutan pinus dan lokasi eksplorasi PLTP tidak terlihat dari lingkungan kompleks candi.  

Selain itu, ungkap Gunawan, akses menuju PLTP juga tidak menyatu dengan jalan menuju kawasan Candi Gedongsongo. “Pihak pemenang lelang sudah mulai melakukan survei lokasi untuk pembebasan lahan bagi akses PLTP,” imbuh dia.

Terpisah, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) kabupaten Semarang, Ari Purbono mengakui jika listrik merupakan kebutuhan energi mendesak di Kabupaten Semarang. Ketersediaan energi listrik ini dalam waktu dekat ini akan menjadi persoalan serius, seiring masuknya investasi.

Ari mengatakan, dia mendapatkan informasi bahwa sejumlah industri ‘grup Korea’ sudah berproses untuk masuk ke Kabupaten Semarang. Demikian pula migrasi industri elektronik dari Vietnam, lanjut dia, dikabarkan juga segera masuk Kabupaten Semarang. “Jangan sampai, niat Pemkab Semarang menarik investasi malah menjadi bumerang akibat krisis listrik," kata dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X