Kompas.com - 27/10/2014, 06:23 WIB
Kawasan perkebunan di Rokan Hilir, Bengkalis, Riau, yang terbakar dan menciptakan asap tebal, 17 Juni 2013. Asap menyebar dan menyelimuti negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. AFP PHOTO / STRINGERKawasan perkebunan di Rokan Hilir, Bengkalis, Riau, yang terbakar dan menciptakan asap tebal, 17 Juni 2013. Asap menyebar dan menyelimuti negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.
EditorPalupi Annisa Auliani
KOBA, KOMPAS.com - Kebakaran hutan yang terus meluas di Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Belitung, mengancam pemukiman penduduk di tiga kelurahan yaitu Kelurahan Koba, Padang Mulya, dan Simpang Perlang.

"Api terus membesar dan meluas, sekarang sudah hampir menyambar pemukiman penduduk sekitar hutan," ujar Lurah Koba Samsurizal di Koba, Minggu (26/10/2014) malam. Dia mengatakan kebakaran itu terjadi di hutan gambut yang berbatasan langsung dengan permukiman warga di tiga kelurahan itu.

Samsurizal mengatakan belum tahun asal atau titik api. "Sekarang musim kemarau, kondisi hutan kering kerontang, sehingga sedikit saja menyulut api akan memicu kebakaran luas," kata dia.

Menurut Samsurizal, dia telah meminta para pengurus RT dan RW mengumpulkan warga untuk berjaga-jaga di pinggir hutan agar api tak menyambar perkampungan.

"Warga juga diminta harus siaga, jika api terus berkobar maka hubungi pihak pemadam kebakaran untuk menjinakkan api," ujar Samsurizal.

Sementara itu, seorang petugas Pemadam Kebakaran Bangka Tengah, Nurdiansyah, mengatakan dia dan koleganya sudah turun ke lokasi kebakaran ini sejak Minggu dini hari. "Tepatnya sejak pukul 01.00 WIB setelah mendapat laporan warga," ujar dia.

"Kondisi api susah untuk dipadamkan, karena yang terbakar merupakan lahan gambut. Tidak bisa kami matikan secara normal, harus dipadamkan secara perlahan makanya kami meminta bantuan warga sekitar," lanjut Nurdiansyah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seorang warga Koba, Eman (31) mengatakan api mulai mendekati pemukiman sejak Sabtu (25/10/2014) malam. Api berasal dari Gang Beta, sekitar satu kilometer dari Jalan Teuku Umar, jalan besar di dekat hutan. "Sebelumnya pernah juga terjadi kebakaran tapi dari arah yang berbeda. Jadi, titik api yang sekarang ini merupakan titik yang baru," ujarnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.