Setelah Makan Nasi Kotak Sisa Rapat, Puluhan Santri Keracunan

Kompas.com - 26/10/2014, 15:38 WIB
|
EditorCaroline Damanik
PROBOLINGGO, KOMPAS.com – Setelah makan nasi kotak sisa rapat alumni, wali santri, pengurus madrasah diniyah Ponpes Nurul Jadid Wilayah Fatimatuzzahrah atau lebih dikenal Dalem Selatan (Dalsel), Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, dan puluhan santri mengalami keracunan. Mereka pun langsung dilarikan ke rumah sakit dan Puskesmas.

Hingga berita ini ditulis, mereka dirawat ke Puskesmas Jabung, RSUD Waluyo Jati Kraksaan, dan Rumah Sakit Rinjani Paiton. Pengurus Ponpes Nurul Jadid Faizin mengatakan mereka dilarikan ke Puskesmas dan rumah sakit untuk diberi perawatan medis.

Menurut dia, keracunan dialami puluhan santri, baik santri putri maupun putra. Kejadian itu berawal ketika para santri melakukan ibadah puasa 1 Muharram 1436 Hijriyah, Sabtu (25/10/2014). Saat bersamaan, ada pertemuan di Wilayah Dalsel. Nah, saat mau buka puasa, para santri mendapat makanan nasi kotak sisa rapat tersebut.

Pada malam hari, mereka yang memakan nasi kotak itu mual-mual dan pusing, bahkan muntah dan lemas. Pada Minggu (26/10) dini hari, semakin banyak yang keracunan. Pengurus pesantren setempat bergerak cepat, dengan membawa mereka ke rumah sakit dan puskesmas.

"Dari rapat itu, ada sisa nasi kotak yang kemudian diberikan kepada santri. Di Puskesmas Paiton sendiri ada 32 korban keracunan, diantaranya 29 santri putri dan sisanya santri putra,” kata Faizin.

Berita keracunan itu langsung menyebar. Keluarga santri langsung menghubungi pihak pesantren, salah satunya Ifa Oktavia, warga Kecamatan Kraksaan. Ifa yang memiliki adik di Dalsel, menelpon pengurus Dalsel.

“Iya, saya sudah menelpon pengurus. Kata pengurusnya, memang ada sejumlah santri yang keracunan gara-gara makan nasi kotak. Kemungkinan keracunan disebabkan oleh lauk ayam yang sudah basi,” kata Ifa.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bayi Nadine Akhirnya Meninggal, Keluarga Berterima Kasih untuk Pembaca Kompas.com

Bayi Nadine Akhirnya Meninggal, Keluarga Berterima Kasih untuk Pembaca Kompas.com

Regional
Jelang Muktamar, Waketum PPP: Kami Berupaya Keluar dari Krisis di Pemilu 2019

Jelang Muktamar, Waketum PPP: Kami Berupaya Keluar dari Krisis di Pemilu 2019

Regional
Libur Panjang, Pengunjung 'Rest Area' Tol Trans Jateng Wajib Ikut Test Cepat

Libur Panjang, Pengunjung "Rest Area" Tol Trans Jateng Wajib Ikut Test Cepat

Regional
Gempa M 5,7 Guncang Bolaang Mongondow Selatan Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,7 Guncang Bolaang Mongondow Selatan Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Mayat dengan Tangan Terikat Ditemukan di TPA Punggur Batam

Mayat dengan Tangan Terikat Ditemukan di TPA Punggur Batam

Regional
Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, Ini Kata Gugus Tugas

Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, Ini Kata Gugus Tugas

Regional
Hidup Berdampingan dengan Bencana di Lereng Gunung Merapi

Hidup Berdampingan dengan Bencana di Lereng Gunung Merapi

Regional
Terjadi Kepadatan di Tol Japek, Contra Flow Mulai dari Kilometer 47 sampai 61

Terjadi Kepadatan di Tol Japek, Contra Flow Mulai dari Kilometer 47 sampai 61

Regional
Curi Relief di Makam Tionghoa dan Dijual Rp 400.000 Per Potong, 4 Warga Kediri Ditangkap Polisi

Curi Relief di Makam Tionghoa dan Dijual Rp 400.000 Per Potong, 4 Warga Kediri Ditangkap Polisi

Regional
AWK, Anggota DPD Didemo karena Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali

AWK, Anggota DPD Didemo karena Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali

Regional
Ini Penampakan RS Karantina Covid-19 yang Sedang Dibangun di Bangka

Ini Penampakan RS Karantina Covid-19 yang Sedang Dibangun di Bangka

Regional
Langgar Aturan Kampanye, Ribuan Spanduk dan Baliho di Kabupaten Semarang Dicopot

Langgar Aturan Kampanye, Ribuan Spanduk dan Baliho di Kabupaten Semarang Dicopot

Regional
Perampok Bersenjata Ini Gunakan Emas Hasil Rampasan untuk Investasi

Perampok Bersenjata Ini Gunakan Emas Hasil Rampasan untuk Investasi

Regional
Sandiaga Uno dan Khofifah Digadang-gadang Jadi Ketum PPP, Waketum: Ikhtiar Membesarkan Partai

Sandiaga Uno dan Khofifah Digadang-gadang Jadi Ketum PPP, Waketum: Ikhtiar Membesarkan Partai

Regional
Merasa Dikucilkan Saat Dinyatakan Positif Covid-19, Seorang Ibu Gugat RS dan Gugus Tugas, Ini Ceritanya

Merasa Dikucilkan Saat Dinyatakan Positif Covid-19, Seorang Ibu Gugat RS dan Gugus Tugas, Ini Ceritanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X