Ngaku Bisa Gandakan Uang, Sopir Tipu Pensiunan Polisi Rp 1,8 Miliar

Kompas.com - 24/10/2014, 13:23 WIB
Pelaku Penggandaan uang. Kompas.Com/slamet priyatin k9-11Pelaku Penggandaan uang. Kompas.Com/slamet priyatin
|
EditorGlori K. Wadrianto
KENDAL, KOMPAS.com - Mengaku mampu menggandakan uang, R. Ronggo Tohjoyo (46), warga Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Surakarta, ditangkap polisi di Kendal, Jawa Tengah. Lelaki yang bekerja sebagai sopir itu ditangkap setelah sebelumnya dipancing oleh korbannya untuk menerima uang.

Ronggo menipu dengan mengaku bisa menggandakan uang menipu bisa menggandakan uang. Dia sudah menjalani "profesi" ini selama satu tahun. “Ide melakukan penipuan itu, dari teman saya bernama Darmanto dan Imron,” kata Ronggo, di depan petugas polisi, Jumat (24/10/2014).

Cara melakukan penipuan tersebut, kata Ronggo, dengan melakukan ritual. Alat untuk melakukan ritual itu adalah, segelas kopi manis, segelas kopi pahit, segelas teh manis, segelas teh pahit, segelas air putih, selembar kain kafan yang digunakan untuk membungkus uang dan bunga setaman. “Setelah lengkap, kami melakukan jampi-jampi di kamar,” kata dia.

Namun begitu, Ronggo mengakui bahwa semua ritual itu hanya akal-akalannya saja, agar korban mau menyerahkan uang kepadanya.

Kepala Polres Kendal, AKBP. Haryo Sugihartono mengatakan, Ronggo melakukan penipuan bersama dua rekan lainnya. “Korban penipuan adalah Pariadi (59), warga Barusari Semarang. Beliau adalah seorang pengusaha yang juga purnawirawan Polri,” kata Haryo.

Kejadian berawal saat Pariadi mengeluh kepada temannya bernama Darmanto, terkait dengan usahanya yang mulai bangkrut. Lalu, Darmanto memperkenalkan korban pada Ronggo. Setelah itu, Darmanto dan Ronggo berencana melakukan penipuan.

“Pelaku berkata kepada korban, kalau dirinya mempunyai teman bernama Kyai Imron. Kyai itu, dikatakan bisa menggandakan uang. Lalu korban tertarik dan mau menggandakan uangnya,” ujar dia.

Lalu, Ronggo dan Darmanto, mengajak Kyai Imron datang ke peternakan sapi korban, yang berada di Boja, Kabupaten Kendal. Kyai Imron lalu meminta uang kepada korban sebesar Rp 126 juta untuk membeli minyak wangi dan kebutuhan ritual penggandaan uang.

Namun, pada akhir September 2013, Kyai Imron meminta uang lagi kepada korban sebesar Rp 79 juta dan tiga kardus kosong untuk tempat uang gaib. “Ritual dilaksanakan di kamar peternakan milik korban di Boja. Awalnya, kyai yang masuk ke kemar itu, disusul Ronggo dan korban. Dalam kamar korban diperlihatkan tumpukan uang kertas ribuan rupiah," kata dia.

"Untuk meyakinkan korban, korban diberi empat lembar untuk dibuktikan keasliannya. Setelah diambil dan dibelanjakan, ternyata uang itu asli. Sehingga korban percaya,” terang Haryo.

Setelah korban percaya, lalu pelaku meminta uang beberapa kali dengan alasan macam-macam. Di antaranya untuk membeli sapi sebagai tumbal. Hingga total uang yang sudah diberikan kepada pelaku mencapai Rp 1,8 miliar.

“Karena tidak ada hasilnya, korban lalu curiga dan melaporkan penipuan itu kepada polisi. Hingga akhirnya kami menjebak pelaku dengan cara, korban mau memberi uang lagi. Namun yang datang hanya Ronggo. Sementara dua pelaku lain Darmanto dan Kyai Imron masih dalam pencarian,” kata dia.

Akibat perbuatannya itu, Ronggo, diancam dengan Pasal 378 jo Pasal 64 KUHP, dengan ancaman hukuman paling lama empat tahun penjara.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jalur Puncak Rawan Longsor, Pengendara Diminta Hati-Hati

Jalur Puncak Rawan Longsor, Pengendara Diminta Hati-Hati

Regional
Kronologi ABK Meninggal dan Jenazahnya Dibuang ke Laut, Terakhir Komunikasi Setahun Lalu

Kronologi ABK Meninggal dan Jenazahnya Dibuang ke Laut, Terakhir Komunikasi Setahun Lalu

Regional
Fakta Lengkap Mahasiswa Jember Tewas di Kamar Indekos, dari Bau Menyengat hingga Korban Sempat Mengeluh Sakit

Fakta Lengkap Mahasiswa Jember Tewas di Kamar Indekos, dari Bau Menyengat hingga Korban Sempat Mengeluh Sakit

Regional
Mengenal Lebih Dekat Ikan Dewa, Harganya Jutaan dan Selalu Diburu Jelang Imlek

Mengenal Lebih Dekat Ikan Dewa, Harganya Jutaan dan Selalu Diburu Jelang Imlek

Regional
Seorang Kakek di Temanggung Tewas Disengat Ratusan Lebah

Seorang Kakek di Temanggung Tewas Disengat Ratusan Lebah

Regional
Fakta Kapal Wartawan Istana Tenggelam di Labuan Bajo, Polisi Sebut Layar Belum Sempat Diturunkan

Fakta Kapal Wartawan Istana Tenggelam di Labuan Bajo, Polisi Sebut Layar Belum Sempat Diturunkan

Regional
[POPULER NUSANTARA] ABK Meninggal Dibuang ke Laut | Raja Agung Sejagat Minta Maaf

[POPULER NUSANTARA] ABK Meninggal Dibuang ke Laut | Raja Agung Sejagat Minta Maaf

Regional
Fakta KM Panji Saputra Hilang Kontak, Angkut Drum Avtur hingga Basarnas Kerahkan Pesawat

Fakta KM Panji Saputra Hilang Kontak, Angkut Drum Avtur hingga Basarnas Kerahkan Pesawat

Regional
Petinggi Sunda Empire Ki Ageng Rangga Sering Gelar Pertemuan di Brebes

Petinggi Sunda Empire Ki Ageng Rangga Sering Gelar Pertemuan di Brebes

Regional
Pengasuh PAUD Pasrah Jadi Tersangka Kasus Jenazah Balita Tanpa Kepala

Pengasuh PAUD Pasrah Jadi Tersangka Kasus Jenazah Balita Tanpa Kepala

Regional
5 Fakta Guru Ngaji Cabuli Santri, Terpengaruh Film Porno hingga Korban Trauma Berat

5 Fakta Guru Ngaji Cabuli Santri, Terpengaruh Film Porno hingga Korban Trauma Berat

Regional
26 Pencuri Motor Diamankan, 6 di Antaranya Sering Keluar Masuk Bui

26 Pencuri Motor Diamankan, 6 di Antaranya Sering Keluar Masuk Bui

Regional
Nikmatnya Kopi Gunung Kelir, Rasa dan Aromanya Disukai hingga Luar Negeri

Nikmatnya Kopi Gunung Kelir, Rasa dan Aromanya Disukai hingga Luar Negeri

Regional
5 Penemuan Kerangka Manusia yang Gegerkan Warga, Kerangka Satu Keluarga hingga Ditemukan di Septic Tank Mertua

5 Penemuan Kerangka Manusia yang Gegerkan Warga, Kerangka Satu Keluarga hingga Ditemukan di Septic Tank Mertua

Regional
Tak Ada Database DNA, Polisi Sulit Ungkap Identitas Kerangka Manusia di Rumah Kosong Bandung

Tak Ada Database DNA, Polisi Sulit Ungkap Identitas Kerangka Manusia di Rumah Kosong Bandung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X