Koin Kuno yang Ditemukan di Sungai Komering Mirip Koin Dinasti Tang

Kompas.com - 22/10/2014, 17:50 WIB
Penemuan koin kuno Tiongkok pada zaman Dinasti Tang (618-907) di dasar Sungai Komering di Desa Negeriagung, Kecamatan BP Peliung, OKU Timur, menguak sejarah hubungan perdagangan Tiongkok dengan Kerajaan Sriwijaya sampai ke perdalaman daerah Sumsel. Tribun SumselPenemuan koin kuno Tiongkok pada zaman Dinasti Tang (618-907) di dasar Sungai Komering di Desa Negeriagung, Kecamatan BP Peliung, OKU Timur, menguak sejarah hubungan perdagangan Tiongkok dengan Kerajaan Sriwijaya sampai ke perdalaman daerah Sumsel.
EditorCaroline Damanik

MARTAPURA, KOMPAS.com
- Ribuan koin kuno yang ditemukan oleh penyedot pasir di Sungai Komering diperkirakan dipakai pada masa Kerajaan Sriwijaya. Ketua Asosiasi Pendidik dan Peneliti Sejarah Sumsel, Dr LR Retno Susanti, mengatakan bahwa berdasarkan pengamatan, koin-koin temuan warga di Desa Negeriagung itu mirip koin pada zaman Dinasti Tang, yang merupakan datu dari tiga dinasti yang paling berpengaruh di Tiongkok sepanjang sejarahnya.

Dinasti tersebut berdiri pada tahun 618 dan menetapkan Chang'an sebagai ibukota dinasti ini. Chang-an, ibu kota Dinasti Tang menjadi kota terbesar dan termegah pada jamannya. Dinasti Tang mengekalkan jalur perdagangan ke barat dan selatan yang menyebabkan perdagangan meluas dengan negara-negara asing yang jauh. Tidak sedikit pedagang asing menetap di  Tiongkok pada waktu itu.

Retno menjelaskan, sungai-sungai yang lebar di Sumsel pada waktu itu menjadi jalur perdagangan yang utama bagi kapal-kapal Tiongkok dan Kerajaan Sriwijaya.

Koin yang ditemukan itu diperkirakan dipakai pada masa Kerajaan Sriwijaya. Sebab, lalulintas dan perdagangan paling ramai terjadi pada masa itu, abad 6-9 M. Kapal-kapal tiongkok itu menyusuri Sungai Komering setelah membeli komoditi andalan daerah setempat pada waktu itu, misalnya kayu dan gading.

“Mungkin saja gading, karena di Lampung dan OKU Selatan itu banyak gajah. Daerah OKU juga merupakan daerah yang subur, itu ditandai temuan manusia purba di Goa Harimau,” kata pakar sejarah dari Universitas Sriwijaya ini.

Manusia purba diyakini akan tinggal di wilayah subur. Oleh karena itu, Retno berkesimpulan, banyak komoditas andalan menjadi incaran pedagang Tiongkok di hulu Sungai Komering.
Gading itu sebenarnya banyak dijadikan pajangan sebagai simbol status oleh bangsawan dan pejabat. Terkadang gading juga dijadikan alat pembayaran disamping emas dan koin.

“Selain temuan koin, bisa saja ada temuan emas di dasar sungai. Untuk membuktikannya memang harus diperiksa dasar sungai itu. Apakah di sana ada temuan manik-manik dan porselen. Biasanya kalau ada itu, ada juga emas,” ujar Retno.

Tetapi Retno tidak bisa memastikan berapa banyak jumlahnya. Atau mungkin juga sudah terbawa arus, sebab sungai waktu itu lebar-lebar dan memiliki arus yang deras.

Sementara itu Retno juga menjelaskan bahwa puncak kejayaan Dinasti ini terlihat pada pemerintahan Kaisar Taizong. Kebudayaan Cina  berkembang sangat pesat terutama pada bidang seni kaligrafi. Ia mendirikan Istana Hongwen dan menunjuk para pelukis kaligrafi terkenal untuk mengajarkan para pelajar.

Selain di bidang kaligrafi, kebudayaan tarian dan musik juga sangat berkembang. Selama era Dinasti Tang, terdapat sebuah sistem pemujaan yang lengkap kepada langit dan bumi serta para Dewa.

Salah satu prestasi terkenal pada masa kini adalah perjalanan Bhikshu Xuanzang (kembali ke Chang-an pada tahun 645) untuk mengambil kitab suci Tripitaka di India, dimana perjalanan ini mengandung semangat penjelajahan yang baru menghinggapi bangsa barat sekitar 600 tahun kemudian. Rute perjalanannya mirip dengan rute Marcopolo, sehingga Xuanzang terkadang disebut sebagai Marcopolonya Tiongkok.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menahan Tangis, Pembina Pramuka Minta Maaf, Akui Lalai hingga 10 Siswa Tewas Saat Susur Sungai

Menahan Tangis, Pembina Pramuka Minta Maaf, Akui Lalai hingga 10 Siswa Tewas Saat Susur Sungai

Regional
Marak Kecurangan Dana Desa di Maluku, Polisi Diminta Lebih Mengawasi

Marak Kecurangan Dana Desa di Maluku, Polisi Diminta Lebih Mengawasi

Regional
Kepsek Cabuli Siswinya, Korban Mengaku Diancam dengan Foto Bugil

Kepsek Cabuli Siswinya, Korban Mengaku Diancam dengan Foto Bugil

Regional
Trigana Air Tergelincir, 17 Penerbangan di Bandara Sentani Tertunda

Trigana Air Tergelincir, 17 Penerbangan di Bandara Sentani Tertunda

Regional
77 Siswa di NTT Dihukum Makan Kotoran Manusia

77 Siswa di NTT Dihukum Makan Kotoran Manusia

Regional
30 Desa di Karawang Terendam Banjir, 9.514 Warga Mengungsi

30 Desa di Karawang Terendam Banjir, 9.514 Warga Mengungsi

Regional
Satu Pembina Pramuka Bersertifikat Tinggalkan 249 Siswa Saat Susur Sungai, Ini Alasannya

Satu Pembina Pramuka Bersertifikat Tinggalkan 249 Siswa Saat Susur Sungai, Ini Alasannya

Regional
3 Tersangka yang Miliki Ide Susur Sungai Sempor yang Tewaskan 10 Siswa Malah Tak Ikut Kegiatan

3 Tersangka yang Miliki Ide Susur Sungai Sempor yang Tewaskan 10 Siswa Malah Tak Ikut Kegiatan

Regional
Tempat Karaoke Paradiso di Cilacap Terbakar, Kerugian Capai Rp 1,2 M

Tempat Karaoke Paradiso di Cilacap Terbakar, Kerugian Capai Rp 1,2 M

Regional
3 Pembina yang Miliki Sertifikasi MKD Pramuka Tak Ikut Susur Sungai Sempor yang Tewaskan 10 Siswa

3 Pembina yang Miliki Sertifikasi MKD Pramuka Tak Ikut Susur Sungai Sempor yang Tewaskan 10 Siswa

Regional
Tak Mampu Ikuti Pelajaran, 3 Siswa SMAN 1 Sragen Mengundurkan Diri

Tak Mampu Ikuti Pelajaran, 3 Siswa SMAN 1 Sragen Mengundurkan Diri

Regional
Laporan Pencemaran Nama Baik Dicabut, Mantan Anak Buah Cium Tangan Gubernur Nurdin

Laporan Pencemaran Nama Baik Dicabut, Mantan Anak Buah Cium Tangan Gubernur Nurdin

Regional
Pendaftaran 2 Paslon Bupati dan Wakil Bupati Bengkayang Jalur Independen Ditolak

Pendaftaran 2 Paslon Bupati dan Wakil Bupati Bengkayang Jalur Independen Ditolak

Regional
Dipanggil Bawaslu karena Kampanye Petahana, Camat: Saya Baru Tahu Aturan Ini

Dipanggil Bawaslu karena Kampanye Petahana, Camat: Saya Baru Tahu Aturan Ini

Regional
Terungkap, Hanya 4 Pembina yang Dampingi 249 Siswa SMPN 1 Turi Susur Sungai

Terungkap, Hanya 4 Pembina yang Dampingi 249 Siswa SMPN 1 Turi Susur Sungai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X