Kompas.com - 17/10/2014, 09:29 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
BANDUNG, KOMPAS.com – Seorang siswa kelas 7 SMP Handayani 2 di Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung, YS (13) membawa kasus yang menimpanya di sekolah ke Kepolisian. YS diduga ditampar gurunya, CH, 25 September lalu.

YS mengatakan, kejadian terjadi pada Kamis (25/9/2014) saat dia hendak pulang sekolah. CH yang merupakan bagian kesiswaan memanggil YS. Tiba-tiba, CH menuding kalau YS memasang tindik di bibirnya. CH memaksa YS mengaku. Namun karena tak juga mengaku, CH menampar pipi kiri YS. 

“Saya disuruh mengaku kalau saya ditindik, padahal saya enggak pernah menindik bibir. Pertamanya saya enggak ngaku, tapi dipaksa sampai ditampar. Jadi takut mau sekolah lagi,” ungkap dia kepada wartawan di rumahnya, Kampung Badra Desa Tarajusari Kecamatan Banjaran, Kamis (16/10/2014).

Orangtua YS, Nandang Koswara (54) mengaku melaporkan guru tersebut karena tidak terima anaknya diperlakukan kasar. “Anak saya trauma, dan sekarang tidak mau lagi sekolah,” kata dia.

Nandang mengatakan, seharusnya guru tidak memakai kekerasan dalam mendidik muridnya. Jika guru mencurigai sesuatu, sebaiknya bertanya lalu mendengarkan penjelasan muridnya. “Tidak asal menuduh apalagi menampar,” tegas lelaki yang berprofesi sebagai pawang ular ini.

Akibat peristiwa tersebut, YS mengalami luka di bagian pipi dalam sebelah kiri serta sobek di bagian mulut kiri. Sekolah baru meminta maaf setelah kasus ini bergulir di Kepolisian. “Setelah saya lapor, baru pihak sekolah datang untuk minta maaf. Tapi saya akan tetap menempuh jalur hukum,” kata Nandang.

Sementara itu, Kepala Polsek Pameungpeuk, Kompol Syarif Hidayat mengaku te;ah menerima laporan kasus ini. Hingga saat ini, polisi sudah memeriksa delapan orang saksi dari pihak keluarga korban tiga orang dan lima saksi dari sekolah.

"Dari hasil visum memang ada luka di pipi dan sobek di bagian mulut. Tapi sampai sekarang kami belum menentukan tersangka," ujar dia.

Meminta maaf
Terkait kasus ini, Plt Kepala SMP Handayani 2, Ida Rosmawati meminta maaf atas tindakan yang dilakukan CH. Ida mengakui, tindakan CH salah. Dia berharap, YS dan keluarga tidak membawa kasus ini ke ranah hukum.

"Kami sudah bertemu dengan pihak keluarga. Kami sudah menjelaskan semua masalahnya. Kami meminta maaf dan siap menanggung semua biaya berobat YS,” kata dia.

Ida menceritakan, sebenarnya, setelah tiga hari YS tidak masuk sekolah, ia memerintahkan guru berkunjung ke rumah YS. Selain itu, CH juga datang ke rumah YS untuk meminta maaf.

Diakui Ida, seorang guru memang tidak diperbolehkan menampar muridnya. Walaupun mungkin bisa saja karena anak sudah keterlaluan dan membuat kesal guru. Namun apapun itu, ia berharap kasus ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

Bantah
Sementara itu, CH menyangkal tudingan tersebut. CH mengaku hanya memberi peringatan kepada YS karena telah melanggar aturan sekolah. "Saya tidak menamparnya, hanya menyentuh pipinya dengan ujung tangan. Soalnya waktu ditanya kesiswaan dia berbelit-belit. Saya bilang ke YS ari maneh meni harese sok nu jujur (kamu susah sekali, ayo jujur saja)," ujar CH.

Peringatan tersebut diberikan karena CH mencurigai jika YS memakai tindik di bibirnya. Setelah CH memberi peringatan, YS lantas mengakui telah menggunakan tindik.

"Tapi beberapa saat setelah saya beri peringatan, dia tiba-tiba pingsan. Jadi kemungkinan, luka yang dialaminya akibat jatuh, bukan karena ditampar,” tutur CH yang sehari-hari mengajar Bahasa Indonesia itu.

Setelah kejadian itu, guru yang juga mengajar Bahasa Indonesia ini dipanggil kepolisian untuk dimintai keterangan. Dalam keterangannya, CH mengaku kesal dengan YS yang tak mau mengaku saat ditanya bagian kesiswaan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.