Kompas.com - 15/10/2014, 21:55 WIB
|
EditorWisnubrata
UNGARAN, KOMPAS.com - Sebuah gudang milik PT KAI yang berada di tembok luar kompleks Museum Kereta Api (KA) Ambarawa sisi selatan dirusak oleh sekelompok orang yang diduga  "pemburu harta karun".

Tim investigasi PT KAI Daops IV Semarang, Rabu (15/10/2014) siang mengunjungi gudang yang berada di Lingkungan Tumenggungan RT 10 RW 3 Kelurahan Panjang, Ambarawa tersebut. Manager Humas PT KAI Daops IV, Manager Pengamanan Obyek Vital, Manager Pengamanan Kereta Api beserta sejumlah staf terkejut mengetahui kondisi gudang berukuran 10x20 meter itu lantainya telah digali sedalam 3 hingga 5 meter.

Lebih mengejutkan lagi, dalam galian lantai gudang tersebut terlihat enam pintu lorong yang sebagian masih tertimbun tanah. "Ada yang lapor ada penggalian, setelah kita cek ternyata ada perusakan benda cagar budaya berupa gudang yang dasarnya digali tiga sampai lima meter," ujar Manajer Humas PT KAI Daops IV Suprapto.

"Sepertinya mereka (penggali) sedang mencari sesuatu," ujar Suprapto. Namun saat ditanya apa fungsi dari ke enam pintu lorong tersebut, Suprapto menjawab tidak mengetahuinya secara persis. "Kita lagi menginventarisir semua data-data jalan kereta api, termasuk mencari datanya ke Belanda juga. Kita ada unit heritagenya," jawab Suprapto.

Salah seorang warga yang menolak disebutkan namanya mengatakan, aktivitas penggalian di gudang tersebut sudah berlangsung cukup lama. Namun warga tidak tahu persis apa yang dicari oleh para penggali tersebut.

"Tahun 2001 sudah digali. Mereka menggalinya malam hari, tanahnya diangkut truk. Warga tidak berani mendekat. Katanya dibawa ke Solo," kata warga tersebut.

Dari pengamatan Kompas.com, lubang galian tersebut saat ini dimanfaatkan warga sekitar untuk membuang sampah. Mereka memasukkan sampah dengan cara menaiki tangga kayu dan membuangnya dari pintu gudang yang bisa digeser dengan mudah.

Pasca kunjungan tim investigasi PT KAI tersebut, petugas keamanan stasiun Ambarawa memasang tanda larangan membuang sampah sekaligus menutup pintu gudang dengan palang kayu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.