Kompas.com - 13/10/2014, 20:57 WIB
Pesawat Lion Air di Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalteng pada Kamis (25/9) belum terbang hingga pukul 07.20. Jarak pandang hanya 300 meter. Megandika WicaksonoPesawat Lion Air di Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalteng pada Kamis (25/9) belum terbang hingga pukul 07.20. Jarak pandang hanya 300 meter.
EditorFarid Assifa
PADANG, KOMPAS.com - Asap kebakaran lahan dari Sumatera Selatan dan Kalimantan mengepung Sumatera Barat pada Senin (13/10/2014) seiring dengan angin yang bergerak dari timur dan selatan.

"Sumber asap dari selatan tetap berpengaruh utama di Sumbar, dan diperparah angin dari timur yang membawa asap dari Kalimantan," kata Kepala Seksi Observasi BMKG Ketaping, Budi Samiaji di Padang, Senin.

Sumbar, kata Budi, dikepung asap dari dua arah dan diperkirakan hingga empat hari ke depan.

Budi mengatakan, sejumlah kabupaten dan kota seperti Bukittinggi, Tanah Datar, Agam, Payakumbuh, Padangpanjang, Sawahlunto, Pessel, Sijunjung dan Dharmasraya, terkena dampak terparah akibat kabut asap tersebut.

"Di Bukittinggi, kemarin jarak pandang sekitar 800-1.000 meter, tapi kini sudah membaik," katanya.

Namun demikian, di Padang justru kondisinya memburuk sejak Senin pagi (13/10/2014).

Ia menambahkan, solusi jangka pendek mengatasi asap kiriman tersebut adalah terjadinya hujan lebat terutama di sumbernya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Potensi hujan lebat, kata Budi, diperkirakan terkonsentrasi di Mentawai dan Sumbar bagian timur.

Sedangkan untuk daerah pesisir seperti Padang dan Pariaman, potensi hujan masih tinggi dengan intensitas ringan hingga sedang berdurasi singkat.

Sementara itu, seorang warga Padang, Ilham (28) mengaku merasakan asap yang sudah menyelimuti kota itu sejak dua hari terakhir.

"Sejak hari Minggu memang tidak ada hujan, karena itu asap masih ada di Padang, sore ini matahari pun sudah hilang karena asap," katanya.

Meskipun begitu, Ilham mengaku belum menggunakan masker karena belum berbahaya dan tidak ada imbauan dari pihak terkait.

Berdasarkan data Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Kototabang pada Senin sore (13/10), kualitas udara kategori sedang dengan PM10 sebesar 84 mikrogram per meter kubik.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X