Kompas.com - 13/10/2014, 20:39 WIB
Ilustrasi pelecehan seksual di transjakarta KompasIlustrasi pelecehan seksual di transjakarta
|
EditorFarid Assifa
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Tiga puluh persen pria di Indonesia pernah mengalami pelecehan seksual dalam hidupnya, sementara untuk perempuan hanya 22 persen saja. Demikian menurut penelitian yang dilakuan oleh Dr Elly Nurhayati, dosen Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta.

Penelitian itu sendiri dilakukan pada tahun 2012 untuk pelecehan pada kaum pria dan tahun 2006 untuk kelompok wanita. Relatif tingginya presentase pelecehan seksual yang terjadi di kalangan pria maupun wanita di Indonesia ini, menurut Elly, membuka peluang kasus tersebut akan semakin meluas, dan tidak tertutup kemungkinan merupakan fenomena gunung es.

“Pelecehan seksual pada laki-laki maupun pada wanita akan menimbulkan trauma yang lama bagi korban. Tanpa bimbingan yang baik, trauma tersebut justru akan menjadi model yang akan ditiru oleh korban ketika mereka memiliki peluang. Artinya korban pelecehan seksual memiliki potensi besar menjadi pelaku pelecehan seksual,” kata Elly di sela sebagai pembicara pada seminar internasional “Wellbeing among vulnerable groups" di kampus setempat, Senin (13/10/2014 ).

Oleh karena itu, menurut Elly, bukan hal yang aneh jika kini banyak terjadi kasus pelecehan seksual di kalangan kelompok rentan seperti anak-anak dan wanita, bahkan kasus incest orangtua kepada anak maupun antar-saudara.

“Tanpa kita sadari, di sekitar kita banyak orang yang memiliki potensi menjadi pelaku pelecehan seksual,” lanjut Elly.

Kondisi tersebut diperburuk dengan banyaknya tayangan informasi maupun hiburan yang dapat memperbesar dorongan seksual.

Ketika disinggung dimanakah peran psikolog untuk mencari solusi persoalan tersebut, Elly mengatakan, perlu adanya perubahan cara pandang di kalangan para psikolog. Para psikolog diharapkan tidak hanya berada di ruang privat menunggu para korban datang untuk berkonsultasi, namun harus berada di ruang publik, melakukan gerakan bersama untuk melakukan pencegahan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kita perlu bersama-sama menangani kelompok rentan ini, bagaimana mencegah semakin banyaknya kelompok rentan di Indonesia, bagaimana membuat kebijakan yang mampu mengurangi terciptanya kelompok rentan, dan bagaimana memberdayakan mereka agar dapat mencapai hidup bermakna dan kesejahteraan psikologis yang optimal,” pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X