Bandara Jambi Lumpuh akibat Kabut Asap

Kompas.com - 13/10/2014, 16:21 WIB
Pesawat Lion Air di Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalteng pada Kamis (25/9) belum terbang hingga pukul 07.20. Jarak pandang hanya 300 meter. Megandika WicaksonoPesawat Lion Air di Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalteng pada Kamis (25/9) belum terbang hingga pukul 07.20. Jarak pandang hanya 300 meter.
EditorFarid Assifa
JAMBI, KOMPAS.com - Aktivitas penerbangan pesawat di Bandar Udara Sultan Thaha, Jambi sejak Minggu hingga Senin lumpuh akibat jarak pandang pilot tergangggu kabut asap kebakaran hutan dan lahan.

"Tidak ada satupun pesawat komersial dari Garuda, Srwijaya, Lion dan lain-lain yang mendarat sejak kemarin," kata Kepala Bandara Sultan Thaha Jambi, Dorma Manalu, di Jambi, Senin (13/10/2014).

Kendati pada Minggu (12/10/2014) sama sekali tidak ada penerbangan, bandara tersebut tidak ditutup sejak jarak pandang pilot setiap jam berubah- ubah.

"Pagi ini jarak pandang sekitar 800 meter, memang pesawat tidak bisa berangkat, tapi jarak pandang itu akan berubah setiap jam. Kami tidak menutup bandara. Karena tidak ada yang masuk, maka tidak ada pesawat yang berangkat," ujarnya.

Mengenai penumpang, kata dia, banyak yang membatalkan keberangkatan dan menarik uang kembali, tetapi tidak sedikit juga tetap menggunakan maskapai yang mengalihan jadwal penerbangan.

Kabut asap di Jambi sejak Jumat (10/10/2014) tebal dan pekat. Berdasarkan rilis BMKG Jambi, pukul 07.45 WIB Senin pagi, indeks standar pencemaran udara (ISPU) di Jambi mencapai 101,83 dengan kategori tidak sehat.

Kabut asap tidak hanya menyelimuti Kota Jambi, tetapi juga seluruh kabupaten provinsi tersebut.

Sejak seminggu terakhir aktivitas penerbangan dan pelayaran di daerah itu terganggu.

Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus sudah mengintruksikan agar Dinas Pendidikan menutup sementara aktivitas belajar-mengajar. Selain itu, warga diimbau menggunakan masker jika beraktivitas di luar ruangan untuk mengantisipasi penyakit insfeksu saluran pernafasan atas.



Sumber Antara
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Yaya Karsan, Guru Honorer yang Punya Omzet Rp 1 M dari Layanan Titip Transfer

Cerita Yaya Karsan, Guru Honorer yang Punya Omzet Rp 1 M dari Layanan Titip Transfer

Regional
Jalani 'Rapid Test' Wajib, 40 Anggota Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Reaktif Covid-19

Jalani "Rapid Test" Wajib, 40 Anggota Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Reaktif Covid-19

Regional
Cerita Nelayan Benur di Lombok yang Hidupnya Tak Tentu karena Tengkulak

Cerita Nelayan Benur di Lombok yang Hidupnya Tak Tentu karena Tengkulak

Regional
Fakta Seorang Warga Kalsel Diterkam Buaya, Berawal dari Cuci Tangan di Pintu Air Tambak

Fakta Seorang Warga Kalsel Diterkam Buaya, Berawal dari Cuci Tangan di Pintu Air Tambak

Regional
Benteng Hock, Kantor Satlantas Polres Salatiga yang Dikenal Angker, Kini Jadi Spot Foto

Benteng Hock, Kantor Satlantas Polres Salatiga yang Dikenal Angker, Kini Jadi Spot Foto

Regional
Gubernur Banten: Tak Ada Konflik, Jadwal Pilkada Banten Masih Sesuai Agenda

Gubernur Banten: Tak Ada Konflik, Jadwal Pilkada Banten Masih Sesuai Agenda

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak di Ciamis, Sebulan Lebih dari 100 Orang Positif

Kasus Covid-19 Melonjak di Ciamis, Sebulan Lebih dari 100 Orang Positif

Regional
Pesan Pensiunan Guru: Kalau Anda Sukses, Tolong Perhatikan Guru...

Pesan Pensiunan Guru: Kalau Anda Sukses, Tolong Perhatikan Guru...

Regional
Modus Ganti Isi Galon dengan Air Biasa tapi Tutup Segel Resmi, 2 Agen Ditahan Polisi

Modus Ganti Isi Galon dengan Air Biasa tapi Tutup Segel Resmi, 2 Agen Ditahan Polisi

Regional
Minuman Literasi, Produk Herbal Kekinian ala Siswa SMK Gresik, Peluang Bisnis Baru di Balik Pandemi

Minuman Literasi, Produk Herbal Kekinian ala Siswa SMK Gresik, Peluang Bisnis Baru di Balik Pandemi

Regional
Main Perahu di Rawa Pening tapi Tiba-tiba Bocor, Pemancing Tewas Tenggelam

Main Perahu di Rawa Pening tapi Tiba-tiba Bocor, Pemancing Tewas Tenggelam

Regional
Diterkam Buaya Usai Panen Bandeng, Anggota Tubuh Pria Ini Belum Ditemukan

Diterkam Buaya Usai Panen Bandeng, Anggota Tubuh Pria Ini Belum Ditemukan

Regional
Niat Memijat Muridnya yang Cedera, Oknum Guru di Kalsel Justru Berbuat Cabul

Niat Memijat Muridnya yang Cedera, Oknum Guru di Kalsel Justru Berbuat Cabul

Regional
Bayar Uang Muka Tagihan Listrik yang Capai Belasan Juta Rupiah, Suratno Harus Jual 7 Pohon Miliknya

Bayar Uang Muka Tagihan Listrik yang Capai Belasan Juta Rupiah, Suratno Harus Jual 7 Pohon Miliknya

Regional
Sosok Mendiang Bupati Situbondo di Mata Khofifah dan Emil Dardak

Sosok Mendiang Bupati Situbondo di Mata Khofifah dan Emil Dardak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X