Kompas.com - 13/10/2014, 16:13 WIB
|
EditorFarid Assifa

MAGELANG, KOMPAs.com — Apa pun pekerjaan kita, jika ditekuni dengan maksimal, maka akan berbuah manis bagi diri sendiri dan orang lain. Demikian prinsip yang selalu menjadi motivasi Niken Kencono Ungu (30), seorang guru di SMK Yudha Karya, Kota Magelang, Jawa Tengah, untuk bisa berprestasi dan berkarya hingga diakui di tingkat nasional.

Belum lama ini, Niken mendapat penghargaan Best Practice Teacher 2014 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, berkat inovasinya dalam menciptakan pembelajaran Bahasa Inggris dengan metode yang sederhana, menyenangkan, dan mudah diingat oleh siswa. Niken menyebut metode tersebut dengan Tepuk Tangan Keledai Cerdik.

Niken bercerita kepada Kompas.com, di sekolahnya, bahwa ide metode tersebut tercetus karena pengalaman pribadinya bahwa ia selalu merasa kesulitan jika belajar Bahasa Inggris. Selama ini, pelajaran bahasa asing tersebut menjadi momok yang menakutkan sehingga siswa menjadi malas untuk belajar.

"Saya tidak ingin anak-anak didik saya takut dengan Bahasa Inggris. Saya mulai berpikir, hingga terciptalah metode Keledai Cerdik pada tahun 2011. Metode ini memudahkan siswa menjawab soal-soal dengan sebuah trik sederhana," ujar ibu empat putra itu, Senin (13/10/2014).

Sementara itu, "Tepuk Tangan Keledai Cerdik", lanjut Niken, merupakan pengembangan dari metode sebelumnya, yakni penerapan metode "Keledai Cerdik" yang disertai dengan tepuk tangan. Metode ini pun ia peroleh dari hasil berimajinasi dan iseng-iseng saat bersantai di rumahnya yang terletak di Jalan Ketepeng 3, Kampung Trunan, Magelang Selatan, Kota Magelang.

"Saya berimajinasi dan iseng-iseng saja, bagaimana membuat metode belajar yang asyik dan menyenangkan bagi siswa. Awalnya, saya praktikkan kepada anak saya yang masih SD, ternyata dia bisa menjawab soal Bahasa Inggris dengan benar. Lalu, saya beranikan diri untuk saya terapkan kepada siswa-siswa di SMK Yudha Karya setahun yang lalu," urai wanita berjilbab itu.

Niken mengatakan, respons siswa beragam ketika metode tersebut diperkenalkan. Bahkan, ada yang menganggap metode tersebut seperti cara belajar anak taman kanak-kanak (TK). Namun, lambat laun, kata Niken, siswa justru menyukainya. Selain menyenangkan, metode "Tepuk Tangan Keledai Cerdik" sangat mudah diingat dan efektif untuk menjawab soal-soal Bahasa Inggris dan mata pelajaran lainnya.

"Sekarang siswa tidak perlu susah-susah menghapal rumus grammar (mata pelajaran) Bahasa Inggris yang panjang dan banyak itu. Hanya dengan tepuk tangan saja, mereka bisa menjawab soal dengan cepat dan benar," tutur Niken, sambil memperagakan cara "Tepuk Tangan Keledai Cerdik" tersebut.

Ide orisinal itulah, kata Niken, yang membuat para juri kompetisi tercengang. Para juri tidak menyangka jika wanita kelahiran 24 Agustus 1984 itu mampu menciptakan metode yang sangat berbeda dengan para kontestan lainnya. Padahal, hampir semua kontestan yang terdiri dari para guru SMA/SMK/MAN dari seluruh Indonesia itu mempresentasikan karya yang lebih modern dan "berkelas".

"Saya sempat ditanya sama dewan juri, mengapa menggunakan metode ini untuk siswa SMK. Saya lalu menjawab bahwa saya tidak mungkin mengajarkan siswa-siswa saya yang memiliki kemampuan ekonomi dan kepandaian menengah ke bawah dengan metode yang rumit dan canggih. Wong (mengoperasikan) gadget saja mereka banyak yang belum bisa. Apalagi siswa-siswa saya terkenal 'hobi' tawuran, saya tidak mau mereka tambah terbebani dan stres," ucap guru yang gemar menyanyi ini.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubenrur Jatim Berikan Bantuan Sambungan Listrik PLN untuk 1.951 Penyintas APG Semeru

Gubenrur Jatim Berikan Bantuan Sambungan Listrik PLN untuk 1.951 Penyintas APG Semeru

Regional
Lumpy Skin Disease Ancam Ketahanan Pangan

Lumpy Skin Disease Ancam Ketahanan Pangan

Regional
Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Regional
Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Regional
Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Regional
Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Regional
Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Regional
Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Regional
Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Regional
Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Regional
Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Regional
Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Regional
Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Regional
Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

Regional
Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.