Kompas.com - 13/10/2014, 11:19 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
NUNUKAN, KOMPAS.com - Calon Wakil Ketua DPRD Nunukan dari Partai Hanura H Abdul Hafid Ahmad memilih keluar dari ruang sidang dalam Rapat Paripurna Istimewa Peresmian Pimpinan DPRD Nunukan, Senin (13/10/2014).

Abdul Hafid Ahmad seharusnya mengikuti peresmian pengangkatannya sebagai Wakil Ketua DPRD Nunukan yang dilaksanakan hari ini. Sebelumnya, Abdul HAfid Ahmad melakukan interupsi terhadap jalannya rapat paripurna. Dia mempertanyakan persoalan tidak sinkronnya SK DPP Partai Hanura terkait Calon Wakil Ketua DPRD Nunukan.

Dalam SK Gubernur Kalimantan Utara, nama Wakil Ketua DPRD Nunukan tertera Abdul Hafid Ahmad. Sementara dalam SK DPP Partai Hanura tertera Hj Rahma Leppa yang merupakan istri dari Abdul Hafid Ahmad.

“Kita mau utarakan, menyampaikan secara terbuka supaya rakyat juga tahu bahwa terjadinya mis antara SK Gubernur dengan SK DPP. Sehingga Fraksi Hanura meminta orang yang mau dilantik itu dimundurkan atau ditunda. Adapun partai-partai lain yang memiliki hak untuk dilantik pada hari ini silahkan. Saya kurang tahu mengapa ada mis seperti itu. Itu DPD, rekomendasi dari DPD. Saya baru menerima tadi malam. Tanggalnya 5 September. Kita tidak bisa berkomentar banyak. Kita hanya menerima saja SK itu. Itu yang mau kita sampaikan tadi,” ujar Hafid Ahmad usai acara peresmian.

Sebelumnya, jalannya Rapat Paripurna Istimewa Peresmian Pimpinan DPRD Nunukan diwarnai interupsi dari anggota DPRD Nunukan. Salah satu anggota dewan dari Partai Demokrat Marli Kamis bahkan sempat mengeluarkan kata kata kasar karena tidak diberikan waktu untuk melakukan interupsi.

Hafid Ahmad menyayangkan langkah Ketua sementara DPRD Nunukan Danni Iskandar yang tidak memberikan waktu untuk anggota dewan menyampaikan pandangannya. “Interupsi tidak dibenarkan, itu kan lucu. Ada ndak rumusnya dewan tidak boleh interupsi? Hak-haknya sama kan?” ujar Hafid Ahmad yang memilih keluar ruang sidang.

Terhadap kesalahan SK tersebut, Hafid Ahmad mengaku sudah mengirimkan surat ke DPP untuk dilakukan revisi. “Kita sedang bersurat, itu kita minta revisi lagi, setelah kembali itu kita minta pelantikan khusus. Karena tinggal satu unsur ketua," kata Hafid.

"Tetapi itu ada baiknya karena tidak mengurangi kepentingan rakyat. Karena sudah ada dua orang tanpa Hanura kan bisa jalan. Tapi kalau saya sarankan adik-adik semua tidak perlu direvisi lagi, biarlah 'haji' orang Hanura juga kan?” ujar Hafid lagi.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
Program 'Jangkar', Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Program "Jangkar", Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Regional
Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Regional
Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.