Kompas.com - 11/10/2014, 21:50 WIB
EditorWisnubrata
KAMPAR, KOMPAS.com - Empat kakak beradik tewas terpanggang api dalam kebakaran di Perumahan Villa Teropong Gading Permai Blok C Nomor 1 RT 8 RW 02 Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang, Kampar Jumat (10/10/2014) malam. Empat kakak beradik yang tewas tersebut adalah Siti Fadilah Nasution (14), Putri Rahmadhani Nasution (11), Sanda Nariski Madison Nasution (8) dan si bungsu Nurul Azizah Marito Nasution (5).

Tiga kakak beradik yakni Siti Fadilah Nasution, Putri Rahmadhani Nasution dan Sanda Nariski Madison Nasution ditemukan tewas mengenaskan di kamar belakang. Sedangkan Nurul Azizah Marito Nasution ditemukan tewas di kamar depan. Sementara sang ibu Nova Sabriani yang
keluar dari pintu belakang untuk meminta pertolong warga sekitar selamat dari musibah ini. Saat kejadian kebakaran ini terjadi sang ayah Burhanuddin Nasution tidak berada di rumah karena
masih bekerja sebagai sopir taksi di Pekanbaru.

Tidak ada kata-kata lain yang terlontar dari mulut Novi. Selain meminta agar anaknya diselamatkan dari kobaran api. "Tolong anakku, tolong anakku, tolong anakku,"kata Novi sambil
meronta-ronta.

Namun warga yang ada di lokasi tidak bisa berbuat banyak. Sebab api sudah membesar dan menjalar di seluruh bangunan. Keempat anak tersebut akhirnya tidak bisa diselamatkan.

Ketika jenazah dievakuasi, tubuh kakak beradik yang ada di kamar belakang yakni Siti Fadilah Nasution, Putri Rahmadhani Nasution dan Sanda Nariski Madison Nasution ditemukan dalam kondisi berpelukan. Sang kakak tampak memeluk kedua adiknya dengan posisi tertelungkup. Diduga sebelum api membesar, sang kakak ingin melindungi adik-adiknya dari kobaran api.

Rahmat (19), yang melihat langsung kejadian ini tidak dapat menahan kesedihannya. Ia menangis melihat kondisi ketiga kakak beradik ini. "Saya rencananya mau ngambil foto, tapi saya tak kuat, saya langsung lemas, apalagi pas melihat mereka tewas dengan posisi berpelukan. Sepertinya Dilah (panggilan akrab Siti Fadilah Nasution) ingin sekali melindungi adik-adiknya dari api," kata Rahmat.

Kebakaran yang menewaskan 4 orang kakak beradik ini terjadi pada Jumat (10/10) sekitar pukul 23.30 wib. Saat itu, Nova bersama keempat anaknya sedang tertidur lelap. Setelah melihat ada kobaran api di bagian depan rumahnya Nova panik dan keluar rumah lewat pintu belakang untuk meminta pertolongan warga. Namun api yang membakar rumahnya dengan cepat membuat Nova bersama warga lainnya tidak bisa menerobos masuk ke dalam rumah. Akibatnya keempat anaknya yang masih berada di dalam rumah gagal untuk diselamatkan.

"Di dalam rumah ada motor, dan saat kami mau menyelamatkan anak-anak terdengar ledakan yang cukup kencang, api malah semakin membesar. Kami sempat dobrak jendela kamar depan dari samping, tapi karena jendelanya pakai tralis besi kami tidak bisa mendobraknya," kata
Chandra salah seorang warga yang ada di lokasi kejadian.

Melihat api membesar, ratusan warga bergotong royong memadamkan api dengan menggunakan peralatan seadanya. Selama lebih kurang 30 menit api berhasil dipadamkan. Namun empat anak yang terjebak di dalam rumah ditemukan sudah tewas.

Warga sekitar mengenal anak-anak dari pasangan Burhanudian Nasution dan Nova ini sebagai sosok yang pendiam. Namun mereka juga dikenal ramah dengan warga sekitar. Menurut warga sekitar, tutur kata anak-anak ini lembut dan sopan.

"Anak-anaknya semua cantik-cantik, kulitnya putih-putih, baik-baik semuanya. Saya kalau belanja di sini sering juga sama anaknya. Si Putri itu yang paling lembut tutur bahasanya, anaknya sopan sekali," kenang Damayanti warga sekitar yang ditemui di lokasi kebakaran.

Sementara sang ayah, sangat kaget saat pulang kerja rumahnya dikerumuni warga. Saat itu kondisi api sudah dalam padam. Ia berkata, "Biarlah harta benda saya habis, asal jangan anak saya," kata Burhanuddin sambil mengusap air mata.

Pada Jumat (10/10) pagi, sebelum kejadian kebakaran, dia masih bisa melihat anak-anak pamit sambil mecium tangan sebelum berangkat sekolah. "Mereka anak-anak yang sholehah, setiap masuk waktu shalat saya selalu ajak mereka shalat berjamaah, saya selalu ajarkan mereka bagaimana berbudipekerti yang baik. Saya sangat kehilangan anak-anak saya," kata
Burhan.

Jenazah empat kakak beradik yang tewas akibat kebakaran ini sudah dikebumikan pada Sabtu (11/10) siang. Seluruh jenazah dimakamkan di pemakaman umum jalan Bangau Sakti Pekanbaru. Tiga kakak beradik yakni Putri Rahmadhani Nasution, Sanda Nariski Madison Nasution dan si bungsu Nurul Azizah Marito Nasution dimakamkan dalam satu lianglahat. Sementara Siti Fadilah Nasution dikuburkan di liang terpisah.(Syaiful Misgio)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kang Emil Pastikan Sistem Pelayanan Jemaah Haji Jabar Aman Terkendali

Kang Emil Pastikan Sistem Pelayanan Jemaah Haji Jabar Aman Terkendali

Regional
Berangkat Haji, Ridwan Kamil Pastikan Pelayanan untuk Jemaah Haji Jabar Berjalan Optimal

Berangkat Haji, Ridwan Kamil Pastikan Pelayanan untuk Jemaah Haji Jabar Berjalan Optimal

Regional
Capai Pembangunan Berkelanjutan di Metro, Walkot Wahdi dan ITERA Diskusikan Teknologi Penjernihan Air Sungai

Capai Pembangunan Berkelanjutan di Metro, Walkot Wahdi dan ITERA Diskusikan Teknologi Penjernihan Air Sungai

Regional
SPS Nobatkan Gubernur Syamsuar Jadi Pemimpin Terpopuler 2022 di Media Arus Utama

SPS Nobatkan Gubernur Syamsuar Jadi Pemimpin Terpopuler 2022 di Media Arus Utama

Regional
Wagub Uu Dukung Pencanangan Pariwisata Berbasis HAM di Jabar untuk Pulihkan Ekonomi Pariwisata

Wagub Uu Dukung Pencanangan Pariwisata Berbasis HAM di Jabar untuk Pulihkan Ekonomi Pariwisata

Regional
Uu Sebut Porpov Jabar 2022 Bisa Jadi Bahan Evaluasi Pembinaan Atlet

Uu Sebut Porpov Jabar 2022 Bisa Jadi Bahan Evaluasi Pembinaan Atlet

Regional
Penerbangan Internasional Dibuka, Gubernur Riau: Sudah Lama Dinanti Investor

Penerbangan Internasional Dibuka, Gubernur Riau: Sudah Lama Dinanti Investor

Regional
Tim Muhibah Angklung Tampil di Amerika Serikat, Kadisparbud Jabar Ungkap Harapannya

Tim Muhibah Angklung Tampil di Amerika Serikat, Kadisparbud Jabar Ungkap Harapannya

Regional
Wagub Uu: Transformasi Migas Hulu Jadi Migas Utama Bantu Tingkatkan PAD di Jabar

Wagub Uu: Transformasi Migas Hulu Jadi Migas Utama Bantu Tingkatkan PAD di Jabar

Regional
Siapkan Generasi Emas, Wali Kota Metro Sosialisasikan Program Jama-PAI

Siapkan Generasi Emas, Wali Kota Metro Sosialisasikan Program Jama-PAI

Regional
Rumahnya Direnovasi Setelah Hampir Roboh, Nenek Ami Sampaikan Rasa Syukur kepada Ridwan Kamil

Rumahnya Direnovasi Setelah Hampir Roboh, Nenek Ami Sampaikan Rasa Syukur kepada Ridwan Kamil

Regional
Program Perhutanan Sosial, Gubernur Riau Tanam Bibit Pohon Aren dan Tebar Benih Arwana di Rohul

Program Perhutanan Sosial, Gubernur Riau Tanam Bibit Pohon Aren dan Tebar Benih Arwana di Rohul

Regional
Kang Emil Tunaikan Ibadah Haji sebagai Badal untuk Almarhum Eril

Kang Emil Tunaikan Ibadah Haji sebagai Badal untuk Almarhum Eril

Regional
Pembangunan Masjid Raya Al-Jabbar Capai 56 Persen, Kang Emil: Pengerjaannya Tidak Mudah

Pembangunan Masjid Raya Al-Jabbar Capai 56 Persen, Kang Emil: Pengerjaannya Tidak Mudah

Regional
Meriahkan Y20, Jabar Adakan Youth Innovation Festival untuk Publik

Meriahkan Y20, Jabar Adakan Youth Innovation Festival untuk Publik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.