Kompas.com - 10/10/2014, 14:13 WIB
Bak Penampung air di WC ruang Cempaka bangsal kelas III RSU WZ Johannes yang kosong, membuat pasien harus berupaya mencari air untuk buang air besar
Kompas.com/Sigiranus Marutho BereBak Penampung air di WC ruang Cempaka bangsal kelas III RSU WZ Johannes yang kosong, membuat pasien harus berupaya mencari air untuk buang air besar
|
EditorGlori K. Wadrianto
KUPANG, KOMPAS.com — Sejumlah pasien yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum WZ Johannes, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengeluhkan pelayanan yang diberikan oleh RS terbesar di NTT tersebut.

Sebab, air tidak tersedia di semua WC dari RS tersebut sehingga warga terpaksa menggunakan air mineral saat buang air.

Maria Malelak (41), anggota keluarga dari salah satu pasien yang menjalani perawatan di Ruang Cempaka, bangsal kelas III, Jumat (10/10/2014), mengaku sangat kecewa dengan kondisi itu. "Kami keluarga pasien sangat kesulitan ketika pasien harus buang air besar karena kekurangan air. Kami terpaksa gunakan air (mineral)," ujar warga Jalan Nangka, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, itu.

Lebih jauh, karena sudah tidak sanggup lagi membeli air mineral, Maria bersama keluarga pasien lainnya terpaksa pulang ke rumah untuk mengambil air dari rumah dan diisi ke dalam jeriken. Air itulah yang kemudian dibawa ke RS.

Hal yang sama juga disampaikan Kornelis Nale yang mengaku bahwa hingga saat ini pihak RS belum membenahi kekurangan itu. "Sudah hampir satu bulan ini, saya ambil air di rumah. Saya juga beli air (mineral) untuk simpan di WC RSU ini. Air keran yang ada di RSU mengalir saat malam hari, dan hanya sedikit yang akan terisi di bak WC karena, pada siang hari, air akan habis terpakai. Memang susah sekali keadaan di sini," keluh Kornelis, yang tengah menjenguk mertuanya.

Terkait dengan keluhan ini, Direktur RSU WZ Johanes Alphons Anapaku belum berhasil ditemui karena sedang berobat di Singapura. Sejumlah pejabat RSU yang hendak dikonfirmasi wartawan pun menolak untuk memberi komentar.

Air memang tidak mengalir di beberapa WC RSUD tersebut. Di ruang Cempaka kelas III wanita, misalnya, bak air terlihat kosong. WC pun tampak sangat keruh serta mengeluarkan bau yang tak sedap.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.