Kompas.com - 08/10/2014, 22:45 WIB
Perpaduan foto proses terjadinya gerhana bulan di Lianyungang, Jiangsu, China, 8 Oktober 2014. Warna merah pada gerhana bulan dipengaruhi oleh pembiasan atmosfer Bumi, disebut dengan 'bulan merah darah'. SI WEI / IMAGINECHINA via AP IMAGESPerpaduan foto proses terjadinya gerhana bulan di Lianyungang, Jiangsu, China, 8 Oktober 2014. Warna merah pada gerhana bulan dipengaruhi oleh pembiasan atmosfer Bumi, disebut dengan 'bulan merah darah'.
|
EditorFidel Ali Permana


MAGELANG, KOMPAS.com — Sejumlah warga di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dapat menyaksikan gerhana bulan total meski sesekali terhalang awan mendung. Mereka juga sempat mengabadikan fenomena alam itu dengan kamera ataupun ponselnya.

Susi Ratulona (40), warga Perumahan Jogonegoro, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, mengaku sengaja keluar rumah untuk melihat langsung peristiwa langka itu secara utuh, sekitar pukul 18.00 WIB. Namun, sayang, Susi yang melihat bersama para tetangganya tidak bisa menyaksikan secara penuh lantaran gerhana itu tertutup awan mendung.

"Kami lihat (gerhana) dari teras rumah, tapi sayang sedikit mendung jadi tidak terlalu jelas," ujar Susi, Rabu (8/10/2014) malam.

Hal yang sama juga dikatakan Dimas (29), warga Jalan KH Syiraj, Grabag, Kabupaten Magelang. Dimas tidak terlalu jelas menyaksikan "bloodmoon" karena langit di atas tempat tinggalnya tertutup kabut tipis.

"Saya sudah menunggu dari sore, tetapi malah gelap karena sempat mendung. Jadi, gerhananya tidak telalu kelihatan," ujar pemilik warung ayam goreng itu.

Meski demikian, Dimas sempat mengabadikan gerhana tersebut dengan kamera ponselnya. Dia juga mengaku tetap menjalankan shalat sunat gerhana di dalam rumah.

Sementara itu, Begawan Prabu (35), warga Kota Magelang, lebih beruntung karena bisa menyaksikan gerhana bulan total dengan lebih jelas. Prabu melihatnya dari kawasan Jalan Magelang-Yogyakarta, Kecamatan Mertoyudan, sekitar pukul 18.10 WIB.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya menunggu sejak pukul 17.30 WIB. Sepuluh menit kemudian, baru terlihat jelas meski memang sempat tertutup kabut tipis," ucap Prabu yang berprofesi sebagai fotografer itu.

Prabu pun tidak menyia-nyiakan peristiwa alam yang menakjubkan tersebut dengan memotretnya. "Kapan lagi bisa dapat momen istimewa seperti ini lagi," ujar Prabu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Regional
Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Regional
Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Regional
Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.